<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737</id><updated>2012-02-16T04:35:13.949-08:00</updated><category term='TEKNOLOGI INFORMASI'/><title type='text'>.:: Hidup Kita Hanya Untuk Ber-ibadah Kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala ::.</title><subtitle type='html'>.::Dan Aku (ALLAH) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU (ber-ibadah).(QS. Adz-Dzaariyaat[51]:56)::.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-7229827420193648662</id><published>2011-12-23T19:49:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T19:49:50.773-08:00</updated><title type='text'>"Pentingnya dan Manfaat Membaca Lafadz Bismillah"</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;.:: BISMILLAH... ::.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah  sebuah kalimat yang tidak asing di telinga dan lisan seorang muslim.  Bismillah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat.  Dzikir ini mengandung keutamaan, diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terjaga  dari Setan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: &lt;em&gt;“Apabila seorang  masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan  ketika makan, maka setan berkata: “Tidak ada tempat istirahat dan makan  malam untuk kalian.” Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah  ketika masuk, maka setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat  istirahat.” Dan apabila ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia  berkata:”Kalian mendapatkan tempat istirahat dan makan malam”.*(&lt;/em&gt;1&lt;br /&gt;Imam Nawawi berkata, &lt;em&gt;“Dengan  demikian, disunnahkan untuk mengingat Allah ketika masuk rumah dan  makan.”&lt;/em&gt;*(2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyempurnakan Barakah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan bismillah akan dapat  menyempurnakan keberkahan pada amal, Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Setiap perkara yang  tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan mengingat  Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.”&lt;/em&gt; *(3&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dilindungi Allah dari gangguan Jin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan sabdanya, &lt;em&gt;“Penghalang  antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila salah seorang dari mereka  melepas pakaiannya, ialah dengan membaca Bismillah.”&lt;/em&gt;*( 4&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengalaman  Nyata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata  kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing  memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikanlah kepadaku,” dan ia  pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “Bismillah,” lalu ia  meminumnya. Maka sedikitpun tidak memberikan bahaya kepadanya. *(5&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : Al-Hisnu al-Waqi’, Syaikh Dr. ‘Abdullah bin  Muhammad&amp;nbsp;&amp;nbsp; as-Sad-han, dengan pengantar dari Syaikh Dr.  ‘Abdullah bin Abdir-Rahman bin Jibrin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;HR. Muslim, 2018.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syarh Muslim ‘ala Muslim,  7/54&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dishahihkan oleh Jamaah, seperti Ibnu Shalah, Nawawi di dalam  Adzkar-nya. Syaikh bin Baz berkata: “Hadist Hasan dengan syawahidnya”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagaimana terdapat dalam  al-Jami’ Shaghir. Dan dihasankan oleh Munawi dalam syarhnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dikeluarkan oleh  al-Baihaqi, Abu Nu’aim, Thabrani, Ibnu Sa’ad dengan sanad yang shahih.  Lihat Tahdzib at-Tahzib, Ibnu Hajar, 3/125.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;=======&lt;br /&gt;Adapun jika kita terlupa membaca ‘bismillah’ di  awal waktu kita makan, maka kita cukup membasa ‘bismillah awwalahu wa  aakhirohu’ di saat kita ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma,  ia berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila  salah seorang kamu makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala (bismillah  -pen). Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal makannya, maka hendaklah  ia mengucapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللهِ أوَّلَهُ وَ اخِرَهُ Bismillahi  awalahu wa'aqirohu(Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan pada  akhirnya)’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan  shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga disunnahkan membaca bismillah ketika kendaraan  yang kita kendarai mogok. (HR. Abu Daud, dinyatakan shahih oleh Syaikh  al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud III/941)&lt;br /&gt;=======&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;.:: WALHAMDULILLAH... ::.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Q5A8Vd7E870/TvVL0P6EAKI/AAAAAAAAAc8/Pomn3dgDIBk/s1600/nashihin.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-Q5A8Vd7E870/TvVL0P6EAKI/AAAAAAAAAc8/Pomn3dgDIBk/s320/nashihin.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-7229827420193648662?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/7229827420193648662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=7229827420193648662' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7229827420193648662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7229827420193648662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2011/12/pentingnya-dan-manfaat-membaca-lafadz.html' title='&quot;Pentingnya dan Manfaat Membaca Lafadz Bismillah&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Q5A8Vd7E870/TvVL0P6EAKI/AAAAAAAAAc8/Pomn3dgDIBk/s72-c/nashihin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1421726122771442640</id><published>2011-04-08T07:33:00.000-07:00</published><updated>2011-07-22T03:11:51.817-07:00</updated><title type='text'>Silaturahim (menyambung hubungan kekeluargaan) dan haram memutuskannya</title><content type='html'>BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:: Silaturahim (menyambung hubungan kekeluargaan) dan haram memutuskannya ::.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."&lt;br /&gt;(QS.AL-HUJURAAT[49]:10)&lt;br /&gt;=======&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;br /&gt;* Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim (hubungan kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang berlindung (kepada-Mu) dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Allah menjawab: Ya. Apakah kamu senang kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan orang yang memutuskanmu? Ia berkata: Tentu saja. Allah berfirman: Itulah milikmu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda: Bacalah ayat berikut ini kalau kalian mau: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinganya dan dibutakan matanya. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci. (Shahih Muslim No.4634)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda: Rahim (tali persaudaraan) itu digantungkan pada arsy, ia berkata: Barang siapa yang menyambungku (berbuat baik kepada kerabat), maka Allah akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan aku, maka Allah pun akan memutuskannya. (Shahih Muslim No.4635)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Hadis riwayat Jubair bin Muth`im ra.:&lt;br /&gt;Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. bahwa beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan. (Shahih Muslim No.4636)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturrahim). (Shahih Muslim No.4638) Dan (HR. At-Tirmidzi dalam Jami’nya, no. 1865, Ibnu Majah dalam Sunannya no. 3663 dan Ahmad dalam Musnadnya sebanyak 10 riwayat)&lt;br /&gt;=======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1421726122771442640?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1421726122771442640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1421726122771442640' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1421726122771442640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1421726122771442640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2011/04/silaturahmi-menyambung-hubungan.html' title='Silaturahim (menyambung hubungan kekeluargaan) dan haram memutuskannya'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3403309140931694274</id><published>2011-04-08T07:25:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T07:27:44.940-07:00</updated><title type='text'>Cara Mengucapkan AAMIIN yang Benar</title><content type='html'>BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengucapkan AAMIIN yang benar?&lt;br /&gt;Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “AAMIN” (alif panjang &amp; mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ”AMIIN” (alif pendek &amp; mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “AAMIIN” (alif &amp; mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DO'A KAMI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3403309140931694274?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3403309140931694274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3403309140931694274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3403309140931694274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3403309140931694274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2011/04/cara-mengucapkan-aamiin-yang-benar.html' title='Cara Mengucapkan AAMIIN yang Benar'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5014535960061756026</id><published>2011-04-08T07:06:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T07:12:56.764-07:00</updated><title type='text'>Hidup Kita Hanya Untuk Ber Ibadah Kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala</title><content type='html'>BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Aku (ALLAH) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU (ber-ibadah)."(QS. Adz-Dzaariyaat[51]:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah Sesungguhnya sholatku,wa nusuki/sembelihanku (ibadah sembelihan di saat ibadah haji dan umrah), dan hidupku dan matiku hanyalah untuk ALLAH tuhan semesta alam.”(QS. al-An’aam[6]:162)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna kata ‘nusuk’&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan berkata : wa nusuki maknanya “Seluruh rangkaian ibadahku atau sembelihanku…” (Hushul al-Ma’mul, hal. 99).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata : ‘wa nusuki’ maknanya adalah sembelihanku… (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 282).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri berkata : “Makna ‘wa nusuki’ adalah : sembelihanku yang kutujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.” (Aisar at-Tafasir, Maktabah Syamilah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid berkata : “Nusuk adalah sembelihan di saat ibadah haji dan umrah.” ats-Tsauri membawakan perkataan as-Suddi dari Sa’id bin Jubair bahwa makna ‘nusuki’ adalah : sembelihanku. Demikian pula penafsiran adh-Dhahhaak (lihat Fath al-Majid, cet Darul Hadits, hal. 137).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Nusuk adalah sembelihan…” (lihat Fath al-Majid, cet Darul Hadits, hal. 138).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih Alusy-Syaikh berkata : “Nusuk adalah sembelihan atau kurban, yaitu melakukan taqarrub (pendekatkan diri) dengan cara (mengalirkan) darah.” (at-Tamhid, hal. 143)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5014535960061756026?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5014535960061756026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5014535960061756026' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5014535960061756026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5014535960061756026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2011/04/hidup-kita-hanya-untuk-ber-ibadah.html' title='Hidup Kita Hanya Untuk Ber Ibadah Kepada ALLAH Subhanahu wa ta&apos;ala'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-6117633539430081827</id><published>2010-12-13T07:12:00.000-08:00</published><updated>2010-12-13T07:13:59.085-08:00</updated><title type='text'>۩۞۩ .:: Iman, Islam, ihsan ::. ۩۞۩</title><content type='html'>1. Iman, Islam, ihsan dan kewajiban beriman kepada takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka. (Shahih Muslim No.10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Salat lima waktu adalah salah satu rukun Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Thalhah bin Ubaidillah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Seseorang dari penduduk Najed yang kusut rambutnya datang menemui Rasulullah saw. Kami mendengar gaung suaranya, tetapi kami tidak paham apa yang dikatakannya sampai ia mendekati Rasulullah saw. dan bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: (Islam itu adalah) salat lima kali dalam sehari semalam. Orang itu bertanya: Adakah salat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukan salat sunat. Kemudian Rasulullah bersabda: (Islam itu juga) puasa pada bulan Ramadan. Orang itu bertanya: Adakah puasa lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukan puasa sunat. Lalu Rasulullah saw. melanjutkan: (Islam itu juga) zakat fitrah. Orang itu pun bertanya: Adakah zakat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin bersedekah. Kemudian lelaki itu berlalu seraya berkata: Demi Allah, aku tidak akan menambahkan kewajiban ini dan tidak akan menguranginya. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ia orang yang beruntung jika benar apa yang diucapkannya. (Shahih Muslim No.12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pertanyaan tentang rukun Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Kami dilarang bertanya kepada Rasulullah saw. tentang sesuatu. Yang mengherankan kami bahwa seorang badui yang beradab mengajukan pertanyaan kepada beliau dan kami mendengarkan. Suatu hari datang seorang badui, lalu berkata: Wahai Muhammad, utusanmu telah datang kepada kami, ia mengatakan bahwa engkau menyatakan bahwa Allah telah mengutusmu. Rasulullah saw. menjawab: Benar. Orang itu bertanya: Kalau begitu, siapakah yang menciptakan langit? Rasulullah saw. menjawab: Allah. Orang itu bertanya: Siapakah yang menciptakan bumi? Rasulullah saw. menjawab: Allah. Orang itu bertanya: Siapakah yang menegakkan gunung-gunung ini dan menjadikan sebagaimana adanya? Rasulullah saw. menjawab: Allah. Orang itu berkata: Demi Zat yang telah menciptakan langit, menciptakan bumi dan menegakkan gunung bahwa Allah-lah yang mengutusmu? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Orang itu berkata: Utusanmu mengatakan bahwa kami wajib mengerjakan salat lima waktu dalam sehari semalam. Rasulullah saw. menjawab: Benar. Orang itu berkata: Demi Zat yang mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkanmu? Rasulullah saw. menjawab: Benar. Orang itu berkata: Utusanmu mengatakan, bahwa kami wajib mengeluarkan zakat harta kami. Rasulullah saw. menjawab: Benar. Orang itu bertanya: Demi Zat yang mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkanmu? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Orang itu berkata: Utusanmu juga mengatakan bahwa kami diwajibkan puasa pada bulan Ramadan. Rasulullah saw. menjawab: Benar. Orang itu bertanya: Demi Zat yang mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkanmu? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Orang itu berkata: Utusanmu mengatakan pula bahwa kami wajib menunaikan ibadah haji ke Baitullah, jika mampu. Rasulullah saw. menjawab: Benar. Kemudian orang itu pergi, seraya berkata: Demi Zat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan menambahkan atau mengurangi semua apa yang telah engkau terangkan. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya jika benar apa yang diucapkan, ia akan masuk surga. (Shahih Muslim No.13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Iman menyebabkan masuk surga dan barang siapa menjalankan apa yang diperintahkan, niscaya ia akan masuk surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Seorang badui menawarkan diri kepada Rasulullah saw. dalam perjalanan untuk memegang tali kekang unta beliau. Kemudian orang itu berkata: Wahai Rasulullah atau Ya Muhammad, beritahukan kepadaku apa yang dapat mendekatkanku kepada surga dan menjauhkanku dari neraka. Nabi saw. tidak segera menjawab. Beliau memandang para sahabat, seraya bersabda: Ia benar-benar mendapat petunjuk. Kemudian beliau bertanya kepada orang tersebut: Apa yang engkau tanyakan? Orang itu pun mengulangi perkataannya. Lalu Nabi saw. bersabda: Engkau beribadah kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat, menunaikan zakat dan menyambung tali persaudaraan. Sekarang, tinggalkanlah unta itu. (Shahih Muslim No.14)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;Bahwa seorang badui datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang apabila aku lakukan, aku akan masuk surga. Rasulullah saw. bersabda: Engkau beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat fardu, membayar zakat dan puasa Ramadan. Orang itu berkata: Demi Zat yang menguasai diriku, aku tidak akan menambah sedikit pun dan tidak akan menguranginya. Ketika orang itu pergi, Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang senang melihat seorang ahli surga, maka lihatlah orang ini. (Shahih Muslim No.16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rukun Islam dan pilar-pilarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: Islam dibangun di atas lima perkara, mengesakan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, puasa Ramadan dan menunaikan haji. (Shahih Muslim No.19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perintah beriman kepada Allah dan rasul-Nya, hukum-hukum agama, seruan, bertanya, memeliharanya dan menyampaikannya kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rombongan utusan Abdul Qais datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, kami berasal dari dusun Rabiah. Antara kami dan engkau, terhalang oleh orang kafir Bani Mudhar. Karena itu, kami tidak dapat datang kepadamu kecuali pada bulan-bulan Haram (yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab). Karena itu, perintahkanlah kami dengan sesuatu yang dapat kami kerjakan dan kami serukan kepada orang-orang di belakang kami. Rasulullah saw. bersabda: Aku memerintahkan kepada kalian empat hal dan melarang kalian dari empat hal. (Perintah itu ialah) beriman kepada Allah kemudian beliau menerangkannya. Beliau bersabda: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, membayar zakat dan memberikan seperlima harta rampasan perang kalian. Dan aku melarang kalian dari arak dubba' (arak yang disimpan dalam batok), arak hantam (arak yang disimpan dalam kendi yang terbuat dari tanah, rambut dan darah), arak naqier (arak yang disimpan dalam kendi terbuat dari batang pohon) dan arak muqayyar (arak yang disimpan dalam potongan tanduk). (Shahih Muslim No.23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ajakan kepada dua kalimat syahadat dan syariat-syariat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Muaz ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mengutusku, beliau bersabda: Engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab. Karena itu, ajaklah mereka kepada persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Jika mereka taat, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka salat lima waktu dalam sehari semalam. Kalau mereka taat, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka membayar zakat, yang diambil dari orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang miskin di antara mereka. Jika mereka taat, maka waspadalah terhadap harta pilihan mereka. Dan takutlah engkau dari doa orang yang dizalimi, karena doa itu tidak ada sekat dengan Allah Taala. (Shahih Muslim No.27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Perintah memerangi manusia hingga mereka mengucap "laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasuulullaah", mendirikan salat, mengeluarkan zakat dan beriman kepada semua yang dibawa oleh Rasulullah saw. siapa melakukan semua itu, maka akan terpelihara diri dan hartanya kecuali dengan alasan yang benar, memerangi orang yang enggan mengeluarkan zakat atau enggan menunaikan hak-hak Islam yang lain dan kepedulian imam terhadap syiar-syiar Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw. wafat dan kekhalifahan digantikan oleh Abu Bakar, sebagian masyarakat Arab kembali kepada kekufuran. (Ketika Abu Bakar ingin memerangi mereka), Umar bin Khathab berkata kepada Abu Bakar: Kenapa engkau memerangi manusia (orang-orang murtad), bukankah Rasulullah saw. telah bersabda: Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: Laa ilaaha illallah. Barang siapa telah mengucapkan: Laa ilaaha illallah berarti harta dan dirinya terlindung dariku, kecuali dengan sebab syara, sedangkan perhitungannya terserah pada Allah. Abu Bakar menanggapi: Demi Allah, aku akan perangi orang yang membedakan antara salat dan zakat. Karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka enggan memberikan zakat binatang ternak kepadaku yang sebelumnya mereka bayar kepada Rasulullah saw., niscaya aku akan perangi mereka karena tidak membayar zakat binatang ternak. (Shahih Muslim No.29)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: Laa ilaaha illallah, barang siapa telah mengucapkan: Laa ilaaha illallah, maka harta dan dirinya terlindung dariku, kecuali dengan sebab syara, sedangkan perhitungannya (terserah) pada Allah. (Shahih Muslim No.30)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw. adalah utusan Allah, mendirikan salat dan mengeluarkan zakat. Barang siapa melaksanakannya berarti ia telah melindungi diri dan hartanya dariku kecuali dengan sebab syara, sedang perhitungannya (terserah) pada Allah Taala. (Shahih Muslim No.33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dalil keabsahan Islam seseorang menjelang kematian, asal belum sekarat, membatalkan dibolehkannya istigfar untuk orang-orang musyrik dan dalil bahwa orang yang mati dalam keadaan musyrik termasuk penghuni neraka jahim, tak dapat dibebaskan dengan perantaraan apa pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Musayyab bin Hazn ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Ketika Abu Thalib menjelang kematian, Rasulullah saw. datang menemuinya. Ternyata di sana sudah ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah bin Mughirah. Lalu Rasulullah saw. berkata: Wahai pamanku, ucapkanlah: Laa ilaaha illallah, ucapan yang dapat kujadikan saksi terhadapmu di sisi Allah. Tetapi Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah berkata: Hai Abu Thalib, apakah engkau membenci agama Abdul Muthalib? Rasulullah saw. terus-menerus menawarkan kalimat tersebut dan mengulang-ulang ucapan itu kepada Abu Thalib, sampai ia mengatakan ucapan terakhir kepada mereka, bahwa ia tetap pada agama Abdul Muthalib dan tidak mau mengucapkan: Laa ilaaha illallah. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Sungguh, demi Allah, aku pasti akan memintakan ampunan buatmu, selama aku tidak dilarang melakukan hal itu untukmu. Kemudian Allah Taala menurunkan firman-Nya: Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat mereka, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu penghuni neraka jahim. Dan mengenai Abu Thalib, Allah Taala menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Shahih Muslim No.35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dalil yang menunjukkan bahwa orang yang mati dalam keadaan menetapi tauhid, niscaya akan masuk surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Shahih Muslim No.41)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Muaz bin Jabal ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku pernah membonceng Nabi saw, yang memisahkan antara aku dan beliau hanyalah bagian belakang pelana. Beliau bersabda: Hai Muaz bin Jabal. Aku menyahut: Ya, Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian berjalan sejenak, kemudian beliau bersabda lagi: Hai Muaz bin Jabal. Aku menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian berjalan sejenak, kemudian beliau kembali memanggil: Hai Muaz bin Jabal. Aku pun menyahut: Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Beliau bersabda: Tahukah engkau, apa hak Allah atas para hamba? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: Hak Allah atas para hamba, yaitu mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Setelah berjalan sesaat, beliau memanggil lagi: Hai Muaz bin Jabal Aku menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bertanya: Tahukah engkau apa hak hamba atas Allah, bila mereka telah memenuhi hak Allah? Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak akan menyiksa mereka. (Shahih Muslim No.43)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. dan Muaz bin Jabal berboncengan di atas tunggangan. Rasulullah saw. bersabda: Hai Muaz. Muaz menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. memanggil lagi: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Sekali lagi Rasulullah saw. memanggil: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bersabda: Setiap hamba yang bersaksi bahwa: Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya. Muaz berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memberitahukan hal ini kepada orang banyak agar mereka merasa senang? Rasulullah saw. bersabda: Kalau engkau kabarkan, mereka akan menjadikannya sebagai andalan. (Shahih Muslim No.47)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Itban bin Malik ra.:&lt;br /&gt;Dari Mahmud bin Rabi` ia berkata: Aku datang ke Madinah dan bertemu Itban. Dan aku berkata: Aku mendengar cerita tentang engkau. Itban berkata: Mataku terkena suatu penyakit. Lalu aku menyuruh orang menghadap Rasulullah saw. untuk mengatakan kepada beliau bahwa aku ingin engkau (Rasulullah saw.) datang dan mengerjakan salat di rumahku, sehingga aku dapat menjadikannya sebagai mushalla. Nabi pun datang bersama beberapa orang sahabat beliau. Beliau masuk dan mengerjakan salat di rumahku. Sementara itu para sahabat saling berbincang di antara mereka. Mereka umumnya sedang membicarakan Malik bin Dukhsyum (artinya, mereka membicarakan sikap orang-orang munafik yang buruk, di antaranya Malik). Mereka ingin Rasulullah saw. berdoa agar Malik mendapat celaka. Mereka ingin ia tertimpa malapetaka. Ketika Rasulullah saw. selesai salat, beliau bertanya: Bukankah ia bersaksi: Bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah? Para sahabat menjawab: Memang benar ia mengucapkan itu, tetapi itu tidak ada dalam hatinya. Rasulullah saw. bersabda: Seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, tidak akan masuk neraka atau dimakan api neraka. (Shahih Muslim No.48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Menerangkan jumlah cabang iman, yang paling tinggi dan yang paling rendah, keutamaan malu dan bahwa malu termasuk iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman. (Shahih Muslim No.50)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. mendengar seseorang menasehati saudaranya dalam hal malu, lalu Nabi saw. bersabda: Malu adalah bagian dari iman. (Shahih Muslim No.52)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Imran bin Husaini ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. pernah bersabda: Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan. (Shahih Muslim No.53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menerangkan keutamaan Islam dan ajarannya yang paling utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw. Islam manakah yang paling baik? Rasulullah saw. bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (Shahih Muslim No.56)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw: Orang Islam manakah yang paling baik? Rasulullah menjawab: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (Shahih Muslim No.57)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (Shahih Muslim No.59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Menerangkan sikap-sikap yang mendatangkan manisnya iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka. (Shahih Muslim No.60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Wajib lebih mencintai rasulullah saw. dari keluarga, anak, orang-tua dan semua manusia, serta memastikan bahwa seseorang yang tidak memiliki cinta semacam ini berarti tidak ada iman dalam dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: Seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan semua orang. (Shahih Muslim No.62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Dalil sebagian dari iman adalah cinta seseorang kepada sesama muslim seperti ia mencintai dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (Shahih Muslim No.64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Sunat memuliakan tetangga dan tamu, berdiam diri kecuali untuk kebaikan, menerangkan bahwa semua itu termasuk iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbicara yang baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. (Shahih Muslim No.67)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Syuraikh Al-Khuza'i ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (Shahih Muslim No.69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mencegah kemungkaran itu termasuk iman, bahwa iman dapat bertambah atau berkurang, bahwa memerintahkan yang makruf (kebaikan) dan melarang kemungkaran itu wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:&lt;br /&gt;Dari Thariq bin Syihab ra. ia berkata: Orang yang pertama berkhutbah pada hari raya sebelum salat Ied adalah Marwan. Ada seseorang yang berdiri mengatakan: Salat Ied itu sebelum khutbah. Marwan menjawab: Telah ditinggalkan apa yang ada di sana. Abu Said berkata: Orang ini benar-benar telah melaksanakan kewajibannya. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman. (Shahih Muslim No.70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kelebihan orang beriman dan keunggulan penduduk Yaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Masud ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. pernah memberi isyarat dengan tangan ke arah Yaman, seraya bersabda: Ingatlah, sesungguhnya iman ada di sana, sedangkan kekerasan dan kekasaran hati ada pada orang-orang yang bersuara keras di dekat pangkal ekor unta ketika muncul sepasang tanduk setan, yaitu pada golongan Rabiah dan Bani Mudhar. (Shahih Muslim No.72)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Penduduk Yaman datang. Mereka lebih halus hatinya. Iman ada pada orang Yaman, fikih ada pada orang Yaman dan Hikmah ada pada orang Yaman. (Shahih Muslim No.73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Menjelaskan bahwa agama adalah nasehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Jarir bin Abdullah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku berbaiat kepada Rasulullah saw. untuk selalu mendirikan salat, memberikan zakat dan memberi nasehat baik kepada setiap muslim. (Shahih Muslim No.83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Menerangkan kurangnya iman sebab maksiat dan kekosongan iman pelakunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman. (Shahih Muslim No.86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Menjelaskan tanda-tanda munafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah bersabda: Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang. (Shahih Muslim No.88)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat.&lt;br /&gt;(Shahih Muslim No.89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Menerangkan keadaan iman seseorang yang mengatakan kepada sesama muslim: Hai, kafir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). (Shahih Muslim No.91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Menjelaskan iman orang yang membenci ayahnya, padahal ia tahu bahwa orang tersebut adalah ayah kandungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Zar ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: Setiap orang yang mengaku keturunan dari selain ayahnya sendiri, padahal ia mengetahuinya, pastilah ia kafir (artinya mengingkari nikmat dan kebaikan, tidak memenuhi hak Allah dan hak ayahnya). Barang siapa yang mengakui sesuatu bukan miliknya, maka ia tidak termasuk golongan kami dan hendaknya ia mempersiapkan tempatnya di neraka. Barang siapa yang memanggil seseorang dengan kata kafir atau mengatakan musuh Allah, padahal sebenarnya tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali pada dirinya. (Shahih Muslim No.93)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir. (Shahih Muslim No.94)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Saad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Kedua telingaku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang mengakui seseorang dalam Islam sebagai ayah, sedangkan ia tahu bahwa itu bukan ayahnya, maka diharamkan baginya surga. (Shahih Muslim No.95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Menjelaskan sabda Nabi saw. bahwa mencaci-maki orang Islam adalah fasik dan memeranginya adalah kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Mencaci-maki orang Islam adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekafiran. (Shahih Muslim No.97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Menjelaskan makna sabda Nabi saw.: Janganlah kalian kembali menjadi orang-orang kafir, sebagian kalian membunuh sebagian yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Jarir ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Ketika haji wada, Nabi saw. bersabda kepadaku: Suruhlah orang-orang diam. Setelah orang-orang diam, beliau bersabda: Janganlah sesudah kutinggalkan, kalian kembali menjadi orang-orang kafir, di mana sebagian membunuh sebagian yang lain. (Shahih Muslim No.98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Menerangkan kekafiran orang yang mengatakan: Kita diberi hujan oleh bintang tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Zaid bin Khalid Al-Juhaini ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. melakukan salat bersama kami di Hudaibiyah, sesudah hujan turun semalam. Seusai salat, beliau mendatangi para sahabatnya, lalu bersabda: Tahukah kalian apa yang telah difirmankan Tuhan kalian? Para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Beliau bersabda: Allah berfirman: Di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir di pagi ini. Orang yang berkata: Kita diturunkan hujan karena anugerah dan rahmat Allah, maka orang itu beriman kepada-Ku dan mengingkari bintang-bintang. Sebaliknya orang yang berkata: Kita diturunkan hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kafir terhadap-Ku dan beriman kepada bintang-bintang. (Shahih Muslim No.104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Dalil yang menunjukkan bahwa mencintai sahabat Ansar termasuk iman dan tanda-tandanya, sedangkan membenci mereka termasuk tanda kemunafikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Tanda kemunafikan adalah membenci sahabat Ansar dan tanda keimanan adalah mencintai sahabat Ansar. (Shahih Muslim No.108)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Barra' ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda tentang kaum Ansar: Yang mencintai mereka hanyalah orang yang beriman dan yang membenci mereka hanyalah orang munafik. Barang siapa yang mencintai mereka, maka Allah mencintainya. Dan Barang siapa yang membenci mereka, maka Allah membencinya. (Shahih Muslim No.110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Menjelaskan berkurangnya iman disebabkan oleh kurang taat dan menjelaskan ucapan kata kufur dengan arti bukan kufur kepada Allah, seperti kufur kepada nikmat dan hak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:&lt;br /&gt;Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istigfar (memohon ampun). Karena aku melihat kalian lebih banyak menjadi penghuni neraka. Seorang wanita yang cerdik di antara mereka bertanya: Wahai Rasulullah, kenapa kaum wanita yang lebih banyak menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Kalian banyak mengutuk dan mengingkari kebaikan suami. Aku tidak melihat kurangnya akal dan agama yang lebih menguasai manusia dari kalian. Wanita itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah kekurangan akal dan agama itu? Rasulullah saw. menjawab: Yang dimaksud dengan kurang pada akal adalah karena dua orang saksi wanita sama dengan seorang saksi laki-laki. Ini adalah kekurangan akal. Wanita menghabisi waktu malamnya tanpa mengerjakan salat dan tidak puasa di bulan Ramadan (karena haid), ini adalah kekurangan pada agama. (Shahih Muslim No.114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Menerangkan bahwa iman kepada Allah Taala merupakan amal paling utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah ditanya: Apakah amal yang paling utama? Beliau menjawab Iman kepada Allah. Orang bertanya lagi: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab:Berjuang di jalan Allah. Kembali ia bertanya: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab: Haji mabrur (haji yang diterima). (Shahih Muslim No.118)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Zar ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, amal apa yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Iman kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya. Aku bertanya: Budak manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Yang paling baik menurut pemiliknya dan paling tinggi harganya. Aku tanya lagi: Bagaimana jika aku tidak bekerja? Rasulullah saw. bersabda: Engkau dapat membantu orang yang bekerja atau bekerja untuk orang yang tidak memiliki pekerjaan. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tidak mampu melakukan sebagian amal. Rasulullah saw. bersabda: Engkau dapat mengekang kejahatanmu terhadap orang lain. Karena, hal itu merupakan sedekah darimu kepada dirimu. (Shahih Muslim No.119)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw.: Pekerjaan manakah yang paling utama? Beliau menjawab: Salat pada waktunya. Aku bertanya lagi, Kemudian apa? Beliau menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua. Kembali aku bertanya: Kemudian apa? Beliau menjawab: Berjuang di jalan Allah. Aku tidak bertanya lagi kepada beliau untuk menjaga perasaan beliau. (Shahih Muslim No.120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Menyekutukan Allah adalah dosa paling besar dan menjelaskan dosa besar lainnya setelah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada Rasulullah saw: Dosa apakah yang paling besar menurut Allah? Rasulullah saw. bersabda: Engkau membuat sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu. Aku berkata: Sungguh, dosa demikian memang besar. Kemudian apa lagi? Beliau menjawab: Engkau membunuh anakmu karena takut miskin. Aku tanya lagi: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab: Engkau berzina dengan istri tetanggamu. (Shahih Muslim No.124)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Menerangkan dosa-dosa besar dan yang paling besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdurrahman bin Abu Bakrah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Kami sedang berada di dekat Rasulullah saw. ketika beliau bersabda: Tidak inginkah kalian kuberitahu tentang dosa-dosa besar yang paling besar? (beliau mengulangi pertanyaan itu tiga kali) yaitu; menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua dan persaksian palsu. Semula Rasulullah saw. bersandar, lalu duduk. Beliau terus mengulangi sabdanya itu, sehingga kami membatin: Mudah-mudahan beliau diam. (Shahih Muslim No.126)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas ra.:&lt;br /&gt;Dari Nabi saw. tentang dosa-dosa besar, beliau bersabda: Menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua, membunuh manusia dan persaksian palsu. (Shahih Muslim No.127)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Jauhilah tujuh hal yang merusak. Ada yang bertanya: Ya Rasulullah, apa tujuh hal itu? Rasulullah saw. bersabda: Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan pertempuran dan menuduh berzina wanita-wanita yang terjaga (dari berzina) yang lalai dan beriman. (Shahih Muslim No.129)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Di antara dosa-dosa besar, yaitu memaki kedua orang tua. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang dapat memaki kedua orang tuanya? Rasulullah saw. menjawab: Dia memaki bapak orang lain, lalu orang lain itu memaki bapaknya. Dia memaki ibu orang lain, lalu orang lain itu memaki ibunya. (Shahih Muslim No.130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Siapa yang meninggal tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk surga dan siapa yang meninggal dalam kemusyrikan, maka ia masuk neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk neraka. Dan aku (Abdullah) sendiri berkata: Siapa yang meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan apa pun, niscaya ia masuk surga. (Shahih Muslim No.134)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Zar ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: Jibril as. mendatangiku dengan membawa kabar gembira bahwa barang siapa di antara umatmu meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk surga. Aku (Abu Dzar) bertanya: Meskipun ia berzina dan mencuri? Nabi menjawab: Meskipun ia berzina dan mencuri. (Shahih Muslim No.137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Larangan membunuh orang kafir yang telah mengucapkan: Laa ilaaha illallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Miqdad bin Aswad ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bertemu dengan seorang kafir, lalu ia menyerangku. Dia penggal salah satu tanganku dengan pedang, hingga terputus. Kemudian ia berlindung dariku pada sebuah pohon, seraya berkata: Aku menyerahkan diri kepada Allah (masuk Islam). Bolehkah aku membunuhnya setelah ia mengucapkan itu? Rasulullah saw. menjawab: Jangan engkau bunuh ia. Aku memprotes: Wahai Rasulullah, tapi ia telah memotong tanganku. Dia mengucapkan itu sesudah memotong tanganku. Bolehkah aku membunuhnya? Rasulullah saw. tetap menjawab: Tidak, engkau tidak boleh membunuhnya. Jika engkau membunuhnya, maka engkau seperti ia sebelum engkau membunuhnya, dan engkau seperti ia sebelum ia mengucapkan kalimat yang ia katakan. (Shahih Muslim No.139)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mengirim kami dalam suatu pasukan. Kami sampai di Huruqat, suatu tempat di daerah Juhainah di pagi hari. Lalu aku menjumpai seorang kafir. Dia mengucapkan: Laa ilaaha illallah, tetapi aku tetap menikamnya. Ternyata kejadian itu membekas dalam jiwaku, maka aku menuturkannya kepada Nabi saw. Rasulullah saw. bertanya: Apakah ia mengucapkan: Laa ilaaha illallah dan engkau tetap membunuhnya? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, ia mengucapkan itu hanya karena takut pedang. Rasulullah saw. bersabda: Apakah engkau sudah membelah dadanya sehingga engkau tahu apakah hatinya berucap demikian atau tidak? Beliau terus mengulangi perkataan itu kepadaku, hingga aku berkhayal kalau saja aku baru masuk Islam pada hari itu. Saad berkata: Demi Allah, aku tidak membunuh seorang muslim, hingga dibunuh Dzul Buthain, Usamah. Seseorang berkata: Bukankah Allah telah berfirman: Dan perangilah mereka, agar tidak ada fitnah dan agar agama itu semata-mata untuk Allah. Saad berkata: Kami telah berperang, agar tidak ada fitnah. Sedangkan engkau dan pengikut-pengikutmu ingin berperang, agar timbul fitnah. (Shahih Muslim No.140)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Sabda Nabi saw: Barang siapa yang menghunus pedang kepada kami, maka ia bukanlah dari golongan kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia bukanlah dari golongan kami. (Shahih Muslim No.143)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Musa ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia bukanlah dari golongan kami. (Shahih Muslim No.145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Haram menampar pipi, merobek baju, dan berdoa dengan doa orang Jahiliyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Bukan termasuk golongan kami, orang yang menampar pipi (ketika tertimpa musibah), merobek-robek baju atau berdoa dengan doa Jahiliyah (meratapi kematian mayit seraya mengharap-harap celaka). (Shahih Muslim No.148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Menerangkan sangat diharamkan menghasut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang suka menghasut. (Shahih Muslim No.151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Menerangkan haram menjuraikan kain, mengungkit-ungkit pemberian dan melariskan dagangan dengan bersumpah, menerangkan tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak pula dipandang atau disucikan dan mereka mendapatkan siksa pedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga orang yang nanti pada hari kiamat tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak dipandang, tidak disucikan dan mereka mendapatkan siksa yang pedih, yaitu; orang yang mempunyai kelebihan air di gurun sahara tetapi tidak mau memberikannya kepada musafir; orang yang membuat perjanjian dengan orang lain untuk menjual barang dagangan sesudah Asar; ia bersumpah demi Allah bahwa telah mengambil (membeli) barang itu dengan harga sekian dan orang lain tersebut mempercayainya, padahal sebenarnya tidak demikian; orang yang berbaiat kepada pemimpin untuk kepentingan dunia. Jika sang pemimpin memberikan keuntungan duniawi kepadanya, ia penuhi janjinya, tapi bila tidak, maka ia tidak penuhi janjinya. (Shahih Muslim No.157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Kerasnya larangan bunuh diri. Orang yang bunuh diri dengan suatu alat, akan disiksa dengan alat tersebut dalam neraka dan tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya. (Shahih Muslim No.158)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Tsabit bin Dhahhak ra.:&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bersumpah dengan agama selain Islam secara dusta, maka ia seperti apa yang ia ucapkan. Barang siapa yang bunuh diri dengan sesuatu, maka ia akan disiksa dengan sesuatu itu pada hari kiamat. Seseorang tidak boleh bernazar dengan sesuatu yang tidak ia miliki. (Shahih Muslim No.159)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Aku ikut Rasulullah saw. dalam perang Hunain. Kepada seseorang yang diakui keIslamannya beliau bersabda: Orang ini termasuk ahli neraka. Ketika kami telah memasuki peperangan, orang tersebut berperang dengan garang dan penuh semangat, kemudian ia terluka. Ada yang melapor kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, orang yang baru saja engkau katakan sebagai ahli neraka, ternyata pada hari ini berperang dengan garang dan sudah meninggal dunia. Nabi saw. bersabda: Ia pergi ke neraka. Sebagian kaum muslimin merasa ragu. Pada saat itulah datang seseorang melapor bahwa ia tidak mati, tetapi mengalami luka parah. Pada malam harinya, orang itu tidak tahan menahan sakit lukanya, maka ia bunuh diri. Hal itu dikabarkan kepada Nabi saw. Beliau bersabda: Allah Maha besar, aku bersaksi bahwa aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Kemudian beliau memerintahkan Bilal untuk memanggil para sahabat: Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali jiwa yang pasrah. Dan sesungguhnya Allah mengukuhkan agama ini dengan orang yang jahat. (Shahih Muslim No.162)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Sahal bin Saad As-Saidi ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan, dengan dukungan pasukan masing-masing. Seseorang di antara sahabat Rasulullah saw. tidak membiarkan musuh bersembunyi, tapi ia mengejarnya dan membunuhnya dengan pedang. Para sahabat berkata: Pada hari ini, tidak seorang pun di antara kita yang memuaskan seperti yang dilakukan oleh si fulan itu. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ingatlah, si fulan itu termasuk ahli neraka. Salah seorang sahabat berkata: Aku akan selalu mengikutinya. Lalu orang itu keluar bersama orang yang disebut Rasulullah saw. sebagai ahli neraka. Kemana pun ia pergi, orang itu selalu menyertainya. Kemudian ia terluka parah dan ingin mempercepat kematiannya dengan cara meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, lalu badannya ditekan pada pedang hingga meninggal. Orang yang selalu mengikuti datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Aku bersaksi bahwa engkau memang utusan Allah. Rasulullah saw. bertanya: Ada apa ini? Orang itu menjawab: Orang yang engkau sebut sebagai ahli neraka, orang-orang menganggap besar (anggapan itu), maka aku menyediakan diri untuk mengikutinya, lalu aku mencarinya dan aku dapati ia terluka parah, ia berusaha mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, kemudian ia menekan badannya hingga meninggal. Pada saat itulah Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal sebenarnya ia ahli neraka. Dan ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal ia termasuk ahli surga. (Shahih Muslim No.163)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Jundab ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: Ada seorang lelaki yang hidup sebelum kalian, keluar bisul pada tubuhnya. Ketika bisul itu membuatnya sakit, ia mencabut anak panah dari tempatnya, lalu membedah bisul itu. Akibatnya, darah tidak berhenti mengalir sampai orang itu meninggal. Tuhan kalian berfirman: Aku haramkan surga atasnya. (Shahih Muslim No.164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Kerasnya larangan berkhianat dan bahwa tidak masuk surga kecuali orang-orang yang beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Kami pergi berperang bersama Rasulullah saw. menuju Khaibar. Allah memberikan kemenangan kepada kami, tetapi kami tidak mendapatkan rampasan perang berupa emas atau perak. Yang kami peroleh adalah barang-barang, makanan dan pakaian. Kemudian kami berangkat menuju lembah. Ikut pula bersama Rasulullah saw. seorang budak beliau (pemberian seseorang dari Judzam). Budak itu bernama Rifa'ah bin Zaid dari Bani Dhubaib. Ketika kami menuruni lembah, budak Rasulullah saw. berdiri untuk melepas pelananya. Tetapi, ia terkena anak panah dan itulah saat kematiannya. Kami berkata: Kami senang ia gugur syahid wahai Rasulullah. Rasulullah saw. menjawab: Tidak! Demi Zat yang menguasai Muhammad. Sesungguhnya sebuah mantel akan mengobarkan api neraka atasnya. Mantel itu ia ambil dari harta rampasan perang Khaibar, yang bukan jatahnya. Para sahabat menjadi takut. Lalu seseorang datang membawa seutas atau dua utas tali sandal, seraya berkata: Wahai Rasulullah, aku mendapatkannya pada waktu perang Khaibar. Rasulullah saw. bersabda: Seutas tali (atau dua utas tali) sandal dari neraka. (Shahih Muslim No.166)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Kekhawatiran mukmin bahwa amalnya akan sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Ketika ayat berikut ini turun: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi, Tsabit bin Qais sedang duduk di rumahnya dan berkata: Aku ini termasuk ahli neraka. Dia menjauhi diri dari Nabi saw. Kemudian Nabi saw. bertanya kepada Saad bin Muaz: Hai Abu Amru, bagaimana keadaan Tsabit? Apakah ia sakit? Saad menjawab: Sesungguhnya ia adalah tetanggaku, aku tidak melihat pada dirinya suatu penyakit. Lalu Saad mendatangi Tsabit dan menuturkan perkataan Rasulullah saw. Lalu Tsabit berkata: Ayat ini telah diturunkan, padahal kalian tahu bahwa aku adalah orang yang paling keras suaranya, melebihi suara Rasulullah saw. Jadi aku ini termasuk ahli neraka. Kemudian Saad menuturkan hal itu kepada Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. bersabda: (Tidak demikian), tetapi sebaliknya, ia termasuk ahli surga. (Shahih Muslim No.170)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-6117633539430081827?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/6117633539430081827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=6117633539430081827' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6117633539430081827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6117633539430081827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2010/12/iman-islam-ihsan.html' title='۩۞۩ .:: Iman, Islam, ihsan ::. ۩۞۩'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3953000582566912317</id><published>2010-12-13T07:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-13T07:11:28.074-08:00</updated><title type='text'>Pentingnya dan Manfaat Membaca Lafadz Bismillah...</title><content type='html'>.:: BISMILLAH... ::.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bismillah sebuah kalimat yang tidak asing di telinga dan lisan seorang muslim. Bismillah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat. Dzikir ini mengandung keutamaan, diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjaga dari Setan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “Apabila seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan ketika makan, maka setan berkata: “Tidak ada tempat istirahat dan makan malam untuk kalian.” Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat istirahat.” Dan apabila ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia berkata:”Kalian mendapatkan tempat istirahat dan makan malam”.*(1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi berkata, “Dengan demikian, disunnahkan untuk mengingat Allah ketika masuk rumah dan makan.”*(2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menyempurnakan Barakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bismillah akan dapat menyempurnakan keberkahan pada amal, Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.” *(3    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dilindungi Allah dari gangguan Jin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabdanya, “Penghalang antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila salah seorang dari mereka melepas pakaiannya, ialah dengan membaca Bismillah.”*( 4    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengalaman Nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikanlah kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “Bismillah,” lalu ia meminumnya. Maka sedikitpun tidak memberikan bahaya kepadanya. *(5   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Al-Hisnu al-Waqi’, Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Muhammad   as-Sad-han, dengan pengantar dari Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Abdir-Rahman bin Jibrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.HR. Muslim, 2018.&lt;br /&gt;   2.Syarh Muslim ‘ala Muslim, 7/54&lt;br /&gt;   3.Dishahihkan oleh Jamaah, seperti Ibnu Shalah, Nawawi di dalam Adzkar-nya. Syaikh bin Baz berkata: “Hadist Hasan dengan syawahidnya”.&lt;br /&gt;   4.Sebagaimana terdapat dalam al-Jami’ Shaghir. Dan dihasankan oleh Munawi dalam syarhnya.&lt;br /&gt;   5.Dikeluarkan oleh al-Baihaqi, Abu Nu’aim, Thabrani, Ibnu Sa’ad dengan sanad yang shahih. Lihat Tahdzib at-Tahzib, Ibnu Hajar, 3/125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika kita terlupa membaca ‘bismillah’ di awal waktu kita makan, maka kita cukup membasa ‘bismillah awwalahu wa aakhirohu’ di saat kita ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila salah seorang kamu makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala (bismillah -pen). Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal makannya, maka hendaklah ia mengucapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللهِ أوَّلَهُ وَ اخِرَهُ Bismillahi awalahu wa'aqirohu(Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan pada akhirnya)’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita juga disunnahkan membaca bismillah ketika kendaraan yang kita kendarai mogok. (HR. Abu Daud, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud III/941)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.:: WALHAMDULILLAH... ::.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3953000582566912317?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3953000582566912317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3953000582566912317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3953000582566912317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3953000582566912317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2010/12/pentingnya-dan-manfaat-membaca-lafadz.html' title='Pentingnya dan Manfaat Membaca Lafadz Bismillah...'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-2956479379028462478</id><published>2009-01-15T15:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T15:34:29.612-08:00</updated><title type='text'>Ciri-ciri Pribadi Muslim Sejati</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kita tahu bahwa Islam itu bertolak daripada iman. Namun iman saja tidak mencukupi. Ia perlu juga ilmu dan amal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam itu ialah iman, ilmu dan amal. Tanpa ketiga-tiga elemen ini, maka Islam tidak akan terlaksana pada pribadi seorang Muslim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mencapai tujuanini, roh dan akal mesti berperanan. Disamping itu seseorang muslim perlu mendapat pimpinan. Ketiga-tiga pengaruh ini wajib ada. Kalau tidak pribadi Muslim itu akan jadi cacat dan tidak sempurna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Peranan Roh &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Roh berperanan dalam soal iman. Roh melibatkan soal kepercayaan dan keyakinan. Tentang akidah dan pegangan. Tentang keimanan kepada Tuhan dan hari Akhirat. Tentang rasa cinta dan takut dengan Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun kalau peranan roh saja yang wujud tanpa ada peranan akal dan kepimpinan, maka seseorang itu akan menjadi fanatik. Dia akan menjadi taksub secara membuta. Perasaannya tidak seimbang dan sukar untuk dikawal. Dia ingin bertindak, beramal dan membuat sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana dan apa caranya. Pertimbangannya juga tidak seimbang dan berat sebelah. Dia akan menjadi orang yang berjiwa tetapi kaku. Dia mau bergerak tetapi tidak tahu bagaimana hendak menyusun langkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Peranan Akal &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Akal berperanan dalam soal ilmu. Ia berkait dengan penyampaian dan penerimaan ilmu. Tentang ta’alim atau pengajian. Tentang pembelajaran. Peranan akal membuat seseorang itu menjadi alim dan bepengetahuan. Namun kalau peranan akal saja yang wujud dan peranan roh dan kepimpinan tidak ada, maka seseorang itu akan menjadi ahli ilmu yang tidak cinta dan tidak takut dengan Tuhan. Yang tidak ada cita-cita akhirat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ilmunya akan digunakan untuk dunia semata-mata. Ilmunya akan dijual dan dikomersialkan. Ilmunya akan ditukar menjadi duit dan harta kekayaan. Ilmunya hanya untuk bermujadalah (berdebat), berforum dan berseminar. Untuk mendapat pujian, uang , pangkat, jawatan dan nama. Ilmunya tidak memberi hasil pada pribadinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia tidak dapat beramal dengan ilmunya, jauh sekali untuk memperjuangkannya. Dia akan menjadi orang alim yang tidak beramal dengan ilmunya. Dia akan menjadi jumud dan beku. Walaupun dia tahu bagaimana hendak menyusun langkah, tetapi dia tidak mempunyai kemauan dan kekuatan dalaman untuk bergerak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Peranan Kepimpinan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kepimpinan melibatkan didikan, panduan, contoh dan suri teladan. Tentang bagaimana ilmu itu dapat dan patut diamalkan. Tentang siapa yang patut dicontohi dalam mengamalkan ilmu. Tanpa ada pimpinan dari seorang pemimpin sebagai contoh atau model, sukar ilmu dapat difahami lebih-lebih lagi untuk diamalkan dan dihayati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa pimpinan, ilmu akan hanya tinggal ilmu. Itu sebabnya di dalam agama, dikirim Rasul yang diberi atau yang membawa kitab. Bukan kitab saja yang dihantar tanpa Rasul. Kalau kitab saja yang dihantar, maka tidak akan ada contoh atau role-model untuk diikuti. Tanpa contoh dan role-model, mustahil ilmu dapat difahami dan diamalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam hendak mengamalkan ilmu dan dalam hendak menjadi seorang muslim yang sempurna, contoh fisik atau kepimpinan sangat perlu. Semua bentuk peranan ini mesti ada. Tidak ada satu yang boleh ditolak. Barulah ia boleh lengkap melengkapkan. Peranan roh dan akal mesti bergabung dan contoh atau pimpinan mesti dicari.&lt;/p&gt;Inilah ramuan-ramuan yang perlu untuk menjadi seorang Muslim yang sempurna. Kalau ramuan ini tidak cukup, usaha untuk menjadi seorang Muslim yang sempurna akan menjadi sia-sia. Lebih-lebih lagilah untuk menjadi seorang yang Mukmin yang bertaqwa. Sebab orang Mukmin yang bertaqwa itu, mesti sempurna Islamnya terlebih dahulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-2956479379028462478?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/2956479379028462478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=2956479379028462478' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2956479379028462478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2956479379028462478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2009/01/ciri-ciri-pribadi-muslim-sejati.html' title='Ciri-ciri Pribadi Muslim Sejati'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-9190258924163958187</id><published>2008-10-13T19:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-13T19:30:07.774-07:00</updated><title type='text'>MENGGAPAI KEBENINGAN HATI</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bila hati bisa kita jernihkan dari tumpukan emosi yang tidak perlu, dia akan kembali sebening kaca dan mampu kedamaian, kemudahan, dan keindahan hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Emosi adalah kunci untuk menemukah diri yang sejati. Ironisnya, kebanyakan masalah yang kita temui dalam hidup disebabkan oleh emosi. Contohnya, pernahkah Anda merasa uring-uringan (atau ‘bete’, kata anak zaman sekarang) yang berkepanjangan? Seringkah Anda merasa tak nyaman karena perasaan Anda campur-aduk tak karuan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu suatu pertanda Anda sulit mengenali, menyadari, dan mengelola setiap perasaan yang tengah An¬da alami. Bagaimana cara Anda menghilangkan perasaan negatif: berusaha memendamnya rapat-rapat, melupakannya, atau melampiaskannya kepada orang lain? Meski emosi telah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari setiap manusia, tak semua orang bisa menerima, mengakrabi, apalagi mengelola emosi mereka sendiri. Padahal, mengutip pendapat Daniel Goleman dalam buku Emotional Intelligence, salah satu tanda kecerdasan emosional adalah mampu memonitor apa yang kita rasakan dari momen ke momen un¬tuk memperoleh wawasan psikologis dan pemahaman terhadap diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PETA EMOSI&lt;br /&gt;Perasaan atau emosi (dari bahasa Inggris “emo¬tion”), sebenarnya merupakan energy in motion atau energi yang bergerak. Sifat energi adalah dinamis dan kekal; ia tak dapat dimusnahkan, melainkan hanya dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain. Perasaan manusia timbul kala energi di dalam dan di sekitar dirinya bergerak. Energi inilah yang menjadi ‘nyawa’ laku kita, mewarnai pikiran, membentuk mimpi, memperkaya hubungan insani, dan menyedi-akan bahan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bagi daya cipta manusia. Energi ini sebenarnya adalah bagian dari diri kita, yang biasanya tak kita sadari keberadaannya sampai ia muncul men¬jadi sesuatu yang kita kenal sebagai ‘emosi’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;MEMPERMUDAH HIDUP&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Brian Tracy berkata, bila kita menjadikan kedamaian sebagai tujuan tertinggi serta membuat semua kegiatan, keputusan, dan perilaku berdasarkan tujuan ini, maka kita akan lebih bahagia dan efektif dalam kehidupan dan karier. Dengan menerapkan teknologi ikhlas secara teratur, Anda akan menemukan kedamaian serta kehidupan yang lebih mudah dan menyenangkan secara alamiah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasa damai sebetulnya selalu ada di hati manusia, meski seringkali ia tersamar oleh emosi-emosi lain. Kedamaian merupakan hal yang operasional dan bisa dilatih. Setiap kali kita memusatkan perhatian pada kedamaian hati, secara alamiah ia akan tumbuh, berkembang, serta melepaskan kebuntuan yang kita alami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Paul R Scheele, bila kita dapat melepaskan konflik-konflik dalam pikiran, emosi, dan perilaku, kita akan dapat mencapai performa terbaik kita seba¬gai manusia. Anda pun akan menemukan kembali apa yang paling didambakan hati.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-9190258924163958187?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/9190258924163958187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=9190258924163958187' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/9190258924163958187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/9190258924163958187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/10/menggapai-kebeningan-hati.html' title='MENGGAPAI KEBENINGAN HATI'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-8030824300294181457</id><published>2008-10-13T19:13:00.000-07:00</published><updated>2008-10-13T19:20:19.087-07:00</updated><title type='text'>PENYEMBUHAN DENGAN DO'A</title><content type='html'>&lt;p&gt;Berdoa yang efektif ternyata ada aturannya. Teknologi modern sangat membantu&lt;br /&gt;membuat doa-doa kita secara ajaib lebih mudah dan lebih cepat terjawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Larry Dossey, M.D seorangdokter dari &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Texas&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, Amerika, dalam bukunya Healing words: The Power of Prayer and The Practice of Medicine dan Prayer is Good Medicine mengatakan bahwa sudah banyak penelitian bersifat ilmiah yang dilakukan para ahli untuk mengetahui pengaruh doa dalam penyembuhan. Sebagian besar dari penelitian tersebut memperlihatkan bahwa doa memang memiliki efek penyembuhan. Tak heran jika kini doa menjadi bagian yang penting dalam pengobatan modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masih menurut Dossey, seorang peneliti senior dari National Institute for Healthcare Research di Rockville, Maryland, bernama David B. Larson M.D., juga pernah meneliti hubungan antara sikap spiritual dan kesehatan. Menurut Larson, berdoa secara teratur membantu mencegah datangnya penyakit yang bersifat fisik dan mental. Juga membantu kita menghadapi penyakit secara efektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masalahnya sekarang, doa yang bagaimana yang bisa membantu menyembuhkan atau mencegah datangnya penyakit? Karena diakui atau tidak, doa yang terus kita panjatkan ternyata tidak semuanya langsung dikabulkan. Atau kalau pun segera terkabul, ternyata tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Jadi jelasnya, bagaimana cara berdoa yang baik dan benar?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Terjawab tak selalu berarti langsung dikabulkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Erbe Sentanu atau biasa dipanggil Nunu dari Katahati Institute, sebuah lembaga yang mengajarkan teknik berdoa yang efektif, ada aturan-aturan tertentu yang harus diikuti agar suatu doa bisa lebih cepat terjawab. Terjawab di sini maksudnya bisa bermacam-macam. Bisa saja seseorang dibelokkan dari apa yang dimintanya atau justru dihentikan sama sekali dari apa yang diinginkan. Terkadang seolah ‘disuruh’ menyempurnakan isi doanya dulu baru dikabulkan. Atau bisa juga secara instan langsung dikabulkan persis sesuai dengan yang diinginkan dalam waktu yang sangat singkat. Yang terakhir ini sering sekali terjadi pada mereka yang sudah mempelajari aturan berdoa yang efektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenai ukuran dari efektif tidaknya suatu doa, Nunu menjelaskan bahwa hal itu langsung bisa dilihatdari perubahan yang terjadi dalam kondisi kesehatan atau kehidupan seseorang. Bandingkan saja kondisi kesehatan dan kehidupan orang tersebut ketika berdoa dengan cara yang lama dan setelah menggunakan cara yang efektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi dengan semakin efektifnya doa seseorang, Nunu juga mengingatkan untuk semakin mewaspadai apa yang ada dalam pikiran dan dalam hati karena semuanya akan menjadi lebih mudah mewujud. Berdasarkan pengalaman dari mereka yang pernah belajar, antara apa yang diminta dalam doa dan realitanya semakin lama menjadi semakin dekat. Apa yang kemarin diminta bisa saja hari ini sudah didapat. Apa yang baru kemarin dipertanyakan, hari ini sudah terjawab. Sehingga pada akhirnya, mereka menjadi semakin yakin bahwa manusia memang diciptakan sebagai mahlukyang paling sempurna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenai teknik yang diajarkan Nunu, sebenarnya bukan sesuatu yang sangat asing bagi kita. Pada dasarnya, syarat dari doa yang efektif itu di antaranya adalah bahwa doa tersebut harus diucapkan dengan khusyuk, isi doanya jelas dan apa yang terucap secara lisan harus sesuai dengan apa yang dibayangkan dan apa yang dirasakan di dalam hati. Kedengarannya memang mudah, tetapi yang menarik disini adalah cara mempratikannya yang tidak biasa, sehingga hasilnya pun sering kali di luar dugaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu menurut Nunu, bila suatu saat kita merasa hidup tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, mungkin perlu dicek kembali, apa saja doa yang telah lama mengendap di batin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mencapai khusyuk bisa dilatih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Khusyuk adalah kondisi yang rileks, fokus, dan penuh konsentrasi. Doa yang efektif adalah doa yang dipanjatkan dengan sikap khusyuk supaya bisa masuk ke batin bawah sadar. Doa tersebut juga harus berupa niat yang sangat kuat sehingga betul-betul menempel di batin bawah sadar. Mencapai kondisi khusyuk ini perlu dikuasai sebagai suatu keterampilan yang bisa didapat melalui latihan. Menurut Nunu, yang perlu dilatih dalam hal ini adalah otak, yaitu mengaktifkan meditative brain atau otak yang selalu berzikir (dalam keadaan meditatif).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dalam meditasi, teknologi DigitalPrayer bisa membantu mempercepat memasuki keadaan meditatif.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi orang yang terbiasa bermeditasi atau tenggelam dalam dzikir, mencapai kondisi khusyuk sangatlah mudah. Namun bagi yang masih sulit mencapai khusyuk, kini bisa menggunakan alat bantu yang disebut teknologi DigitalPrayer. Alat ini berupa CD brainwave management (pengaturan gelombang otak) berisi suara-suara alam seperti air mengalir, gelombang samudra yang naik turun, atau kicau- burung yang telah diracik menggunakan teknologi audio yang khusus didesain untuk menghasilkan kondisi-kondisi otak dan kesadaran tertentu. Mendengarkan CD ini secara teratur bisa melatih otak untuk bekerja sama antara satu sisi dengan sisi lainnya, sehingga bisa memasuki kondisi khusyuk secara cepat dan memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentunya latihan ini juga memunculkan kemampuan untuk melakukan relaksasi secara alami. Karena dalam kon¬disi yang sinkron dan seirama, otak akan mengeluarkan hormon endorphine lebih besar sehingga timbul rasa nyaman dan nikmat (hormon endorphine di dalam tubuh memang bekerja seperti morfin).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Isi doa harus jelas dan spesifik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada dasarnya doa adalah rangkaian pikiran yang kita kemas dan kita kirimkan, kata Nunu. Jika seseorang telah berhasil memasuki kondisi khusyuk yang dalam, maka segala yang terucap atau bahkan terpikirkan akan cenderung mudah mewujud. Doa menjadi nafasnya setiap saat dan setiap helaan nafas adalah doanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal semua pengalaman, kejadian, keadaan, dan pekerjaan yang kita kerjakan selama ini, adalah kreasi dari alam bawah sadar terhadap pikiran. Segala sesuatu yang kita pikirkan, kita rencanakan, kita renungkan, pada akhirnya akan direspon oleh bawah sadar. Kalau itu kita lakukan terus menerus, maka batin bawah sadar akan bekerja dan membuahkan hasil. Maka hidup pun menjadi perwujudan doa. Hal itu berlaku pada pikiran yang baik maupun yang buruk. Karena batin bawah sadar bekerja seperti robot yang tidak mampu membedakan baik dan buruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu menurut Nunu, bila suatu saat kita merasa hidup tak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, mungkin perlu dicek kembali, apa saja doa yang telah lama mengendap di batin bawah sadar kita. Bisa jadi ada program yang tidak mendukung yang tanpa sengaja masuk ke batin bawah sadar kita dan dari dalam ‘menjegal’ rencana-rencana hidup yang telah kita susun dengan baik. Dan akhirnya menjadi penyebab dari kegagalan, kekecewaan, dan ketidakbahagiaan hidup kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai contoh yang mudah adalah, bila penghasilan kita besar tetapi cepat sekali habis, uang tabungan pun tak pernah terkumpul banyak. Barangkali di batin bawah sadar kita secara tak sengaja pernah masuk program ’sulit menabung’ atau ‘membenci orang kaya’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang kita buat sebaiknya disusun dengan benar. Aturannya yaitu harus berbentuk kalimatyang positif, berlaku sekarang, bersifat pribadi, persisten (sering diulang) dan dengan hasrat yang menyala. Dengan begitu, batin bawah sadar akan merespon dengan mudah sesuai dengan yang kita inginkan. Itu sebabnya orang bijak sering mengatakan bahwa alam semesta hanya akan membukakan jalan bagi orang yang tahu tujuan hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang terucap dan yang terasa di hati harus sinkron&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang ada di hati dan yang diucapkan ketika berdoa harus sejalan. Karena doa bukan hanya aktivitas mulut. Jadi misalkan Anda sudah berdoa dengan cara yang benar, tetapi tidak ada efeknya dalam kehidupan, barangkali inilah yang perlu diperhatikan. Jika Anda berdoa memohon sesuatu dengan penuh rasa takut disertai bayangan buruk dan kekhawatiran doa itu tidak akan dikabulkan, biasanya itu jugalah yang akan terjadi. Karena itu, bila menginginkan kesembuhan, sambil berdoa sebaiknya Anda membayangkan segala sesuatu yang bisa Anda lakukan di kala sehat. Dalam hati juga harus terpateri keyakinan bahwa Anda memang pantas dan bisa menjadi sehat kembali. Kalau yang dirasakan dalam hati justru bahwa penyakit Anda sudah sedemikian beratnya sehingga kecil kemungkinannya untuk sembuh atau bahkan tak mungkin sembuh, sama saja dengan mendoakan bahwa kemungkinan sembuh Anda kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rasa syukur adalah doa terbaik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah yang satu ini barangkali tidak mudah dijalankan, tetapi sangat penting yaitu membentuk sikap yang selalu bersyukur. jika dalam doa kita selalu mengucapkan syukur, sama artinya kita menanamkan keyakinan pada batin bawah sadar bahwa semua keinginan kita telah terpenuhi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita harus ingat bahwa batin bawah sadar kita tidak mampu membedakan antara imajinasi dan realita. Sekali bawah sadar menerima suatu gagasan, maka dia akan mulai bekerja untuk membuat segala yang kita pikirkan atau bayangkan menjadi suatu kenyataan. Batin bawah sadar bekerja selama 24 jam terus menerus. Ketika kita tidur pun batin tidak tertidur, tetapi bekerja mewujudkan segala hal yang kita rancang dan kita pikirkan. Dan hasilnya terkadang begitu tak kita duga sehingga seringkali kita namakan keajaiban. (N)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-8030824300294181457?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/8030824300294181457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=8030824300294181457' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8030824300294181457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8030824300294181457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/10/penyembuhan-dengan-doa.html' title='PENYEMBUHAN DENGAN DO&apos;A'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1635063008048844122</id><published>2008-09-28T09:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T09:14:36.819-07:00</updated><title type='text'>Temuan Ilmiah Modern: Syukur Menambah Nikmat !</title><content type='html'>Ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih. Bersyukur, selain menyehatkan jiwa-raga, juga mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia. Sikap berterima kasih atau bersyukur mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia. Inilah kesimpulan S.B. Alqoe dkk. asal University of Virginia, Amerika Serikat (AS). Hasil penelitiannya dimuat di jurnal ilmiah Emotion, edisi Juni 2008 dengan judul “Beyond reciprocity: gratitude and relationships in everyday life” (Lebih dari sekedar hubungan timbal balik: sikap bersyukur dan persahabatan dalam hidup keseharian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karya ilmiah itu para ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih yang muncul secara alamiah dalam perkumpulan mahasiswa di perguruan tinggi selama acara “pekan pemberian hadiah” dari anggota lama kepada anggota baru. Para anggota baru mencatat tanggapan atas manfaat yang mereka dapatkan selama pekan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pekan itu, dan satu bulan kemudian, anggota lama dan anggota baru menilai keadaan persahabatan dan hubungan di antara mereka. Kesimpulannya, rasa terima kasih atas pemberian hadiah berpeluang memicu terbentuknya dan terpeliharanya persahabatan di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aneka manfaat syukur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selain jalinan persahabatan yang baik, sikap bersyukur kini terbukti secara ilmiah memicu pula aneka manfaat lain. Di antaranya manfaat kesehatan jasmani, ruhani dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Tidak heran jika “gratitude research” atau “penelitian tentang sikap bersyukur” menjadi salah satu bidang yang banyak diteliti ilmuwan abad ke-21 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor psikologi asal University of California, Davis, AS, Robert Emmons, sekaligus pakar terkemuka di bidang penelitian “sikap bersyukur”, telah memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima, orang menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan mereka yang suka berkeluh kesah setiap hari, orang yang mencatat daftar alasan yang membuat mereka berterima kasih juga merasa bersikap lebih menyayangi, memaafkan, gembira, bersemangat dan berpengharapan baik mengenai masa depan mereka. Di samping itu, keluarga dan rekan mereka melaporkan bahwa kalangan yang bersyukur tersebut tampak lebih bahagia dan lebih menyenangkan ketika bergaul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tak tersentuh sebelumnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dulu, sikap bersyukur atau berterima kasih sama sekali tidak terjamah dalam kajian ilmuwan psikologi tatkala profesor Emmons mulai mengkajinya di tahun 1998. Penelitian pertama prof Emmons melibatkan para mahasiswa kuliah psikologi kesehatan di universitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sang profesor mewajibkan sebagian dari para mahasiswa tersebut untuk menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukur setiap hari. Sedangkan mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima hal yang menjadikan mereka berkeluh kesah. Tiga pekan kemudian, mahasiswa yang bersyukur memberitahukan adanya peningkatan dalam hal kesehatan jiwa-raga dan semakin membaiknya hubungan kemasyarakatan dibandingkan rekan mereka yang suka menggerutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun-tahun berikutnya, profesor Emmons melakukan aneka penelitian yang melibatkan beragam kondisi manusia, termasuk pasien penerima organ cangkok, orang dewasa yang menderita penyakit otot-saraf dan murid kelas lima SD yang sehat. Di semua kelompok manusia ini, hasilnya sama: orang yang memiliki catatan harian tentang ungkapan rasa syukurnya mengalami perbaikan kualitas hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dampak latihan bersyukur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Melalui latihan, perasaan bersyukur dapat dibiasakan dalam diri seseorang. Pelatihan sengaja untuk menanamkan rasa syukur ini ternyata membawa dampak positif dalam beragam sisi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian menggunakan metoda membandingkan, ditemukan bahwa mereka yang menuliskan rasa syukurnya setiap pekan mendapatkan manfaat jasmani-ruhani yang lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa mencatat peristiwa menjengkelkan dan kejadian yang biasa-biasa saja. Di antara manfaat ini adalah olah raga yang lebih teratur, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit badan, merasa hidupnya secara keseluruhan lebih baik, dan berpengharapan lebih baik di minggu mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain sikap berterima kasih tampak pada keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita. Dibandingkan dengan orang-orang yang bersikap sebaliknya, mereka yang senantiasa memiliki daftar ungkapan rasa syukur lebih cenderung mengalami kemajuan dalam pencapaian cita-cita mereka. Cita-cita ini dapat berupa prestasi akademis, hubungan antar-sesama dan kondisi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lain dilakukan dengan melatih pembiasaan sikap bersyukur setiap hari pada diri sendiri. Kondisi positif seperti: waspada, bersemangat, tabah, penuh perhatian, dan daya hidup pada orang muda dewasa meningkat akibat pembiasaan sikap bersyukur. Perbaikan kondisi sebaik ini tidak dijumpai pada orang yang dilatih bersikap menggerutu atau pada orang yang menganggap dirinya lebih sejahtera dibanding orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mereka yang memiliki rasa syukur setiap hari lebih memiliki jiwa sosial yang lebih baik dibandingkan mereka yang suka berkeluh kesah dan suka menganggap orang lain kurang beruntung. Golongan yang pertama tersebut cenderung menolong seseorang yang memiliki masalah pribadi, atau telah membantu dukungan semangat kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien pun tak luput dari penelitian seputar sikap bersyukur ini. Dengan melibatkan sejumlah orang dewasa pengidap penyakit otot-saraf, pelatihan membiasakan sikap bersyukur berdampak baik pada pasien tersebut. Di antaranya adalah kualitas dan lama tidur yang lebih baik, lebih optimis dalam menilai kehidupan, lebih eratnya perasaan persahabatan dengan orang lain, serta suasana hati tenteram yang lebih sering dibandingkan dengan mereka yang tidak dilatih bersikap syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketika syukur menjadi kebiasaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Insan yang bersyukur menyatakan diri mereka merasakan tingginya perasaan positif, kepuasan hidup, semangat hidup, dan pengharapan baik di masa depan. Mereka juga mengalami kemurungan dan tekanan batin dengan kadar rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan yang memiliki kebiasaan kuat dalam bersyukur atau berterima kasih memiliki kemampuan menyelami jiwa orang lain dan mengambil sudut pandang orang lain. Mereka ditengarai lebih dermawan dan lebih ringan tangan oleh orang-orang di jalinan persahabatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat pula kaitan antara kerohanian seseorang dengan sikap bersyukur. Kecenderungan bersyukur lebih banyak dilakukan mereka yang secara teratur menghadiri acara keagamaan dan terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti berdoa atau sembahyang dengan membaca bacaan relijius berkali-kali. Kaum yang bersyukur lebih cenderung mengakui keyakinan akan keterkaitan seluruh kehidupan, serta rasa ikatan dan tanggung jawab terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi-pribadi yang bersyukur dilaporkan memiliki sifat materialistis yang rendah. Mereka tidak begitu menaruh perhatian penting pada hal-hal yang bersifat materi. Mereka cenderung tidak menilai keberhasilan atau keberuntungan diri mereka sendiri dan orang lain dari jumlah harta benda yang mereka kumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan kaum yang kurang berterima kasih, kalangan yang bersyukur cenderung bukan berwatak pendengki terhadap kaum kaya, dan bersikap mudah memberikan apa yang mereka punya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nikmat bertambah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Profesor Emmons menuangkan hasil-hasil temuan ilmiahnya itu dalam buku terkenalnya “Thanks! How the New Science of Gratitude Can Make You Happier” (Terima kasih! Bagaimana Ilmu Baru tentang Bersyukur Dapat Menjadikan Anda Lebih Bahagia) yang terbit tahun lalu. Buku ini memaparkan pula 10 kiat untuk menanamkan rasa syukur sepanjang tahun demi mendapatkan nikmat karunia yang bermanfaat dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan risalah ilahiah bahwa syukur adalah akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebab, syukur memicu bertambah nikmat hidup seseorang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat&lt;/i&gt;. (Al Quran, Ibrahim, 14:7). [emotion/cr/hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1635063008048844122?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1635063008048844122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1635063008048844122' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1635063008048844122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1635063008048844122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/09/temuan-ilmiah-modern-syukur-menambah.html' title='Temuan Ilmiah Modern: Syukur Menambah Nikmat !'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-7690917044989205108</id><published>2008-08-24T23:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-24T23:43:23.183-07:00</updated><title type='text'>bANGKiT DeNGAN SABAR danTAWAKKAL &lt;&lt; motivasi islam</title><content type='html'>&lt;div class="entrytext"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Suatu saat anda ditimpa goncangan hidup berupa musibah,cobaan,atau kegagalan atas apa yang ingin kita capai padahal kita merasa sudah berikhtiar…kemudian kita larut dalam rasa susah,tak berguna,terpuruk,terbuang,dan seabreg keruwetan lainnya. Hati - hatilah, kondisi ini mungkin mendorong anda berbuat ceroboh, dan menimbulkan masalah baru yang tidak terduga. Kenapa kita tidak mencoba mengubah penafsiran kita atas kesusahan yang menimpa kita, kenapa kita perlu bersabar??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sabar, khususnya ketika mendapatkan kesulitan adalah menjaga hati dari menggerutu, menjaga lisan dari berkeluh kesah dan menjaga diri dari perbuatan yang terlarang. “Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula (pertama kali) tertimpa musibah”. (HR. Bukhari). Ketika mencoba sabar,saat itu kita telah memutuskan memberikan semangat untuk pantang menyerah,efeknya luar biasa kita bisa berpikir jernih atas masalah yang dihadapi dan menanamkan harapan untuk bangkit menuju keberhasilan. Dengan sabar kita akan dapat menangkap hikmah dari cobaan tersebut. Sabar menjadikan kita semakin tangguh dalam mengarungi hidup. Kita akan mengerti bahwa kesusahan adalah cara Allah agar kita tambah dewasa,tambah kuat,tambah menghargai hidup. Cobaan datang karena Allah sayang pada kita sebagai peringatan ketika kita khilaf. Segala yang mudah didapat akan mudah menghilang,segala yang susah didapat akan susah hilang,misalnya kita lihat buah durian yang sulit dibuka dan durinya menyeramkan ternyata isinya lezat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup membawa kesempatan,dan dari kesempatan muncullah pertumbuhan, bagi beberapa orang,”kesempatan” dianggap sebagai masalah,bukan sebagai balok penyusun pertumbuhan, perubahan pun dapat disambut atau ditolak,pilihannya ada pada diri kita. Ketika kehidupan memunculkan tantangan dan rintangan,kita dapat memandang setiap kesempatan sebagai sebuah tantangan seraya menemukan kekayaan yang mungkin termuat didalamnya dapat meningkatkan kualitas kita. Dengan sabar kita merangkul rasa takut dan berhadapan dengan tantangan sambil mencari keuntungan dan kesempatan atas pertumbuhan yang ditawarkan. Lihatlah bagaimana bayi merasakan sakitnya awal pertumbuhan gigi,merasakan susahnya merangkak,sakitnya merupakan cara tubuh dan jiwa memunculkan potensi baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehingga sabar membuat kreatif ketika sampai saat kedatangan musibah atau penderitaan lalu kita bersyukur dengan harap cemas,”Alhamdulillah,Kemampuan baru apalagi yang akan diberikan Allah kepadaku?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemampuan yang diberikan Allah kita gunakan untuk berusaha lebih baik, kemudian kita pasrahkan / tawakal pada Allah dengan sepenuh keyakinan karena “Siapakah Kita seHingga Harus Menyerah Pada Selain Allah???”. Dengan totalitas kepercayaan kepada Allah dan niat tulus ini maka kita menyimpulkan “JIKA SAYA BERPIKIR AKAN BISA ,MAKA SAYA PASTI BISA”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al-Baqarah:155).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Posted by successwin&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-7690917044989205108?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/7690917044989205108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=7690917044989205108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7690917044989205108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7690917044989205108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/08/bangkit-dengan-sabar-dantawakkal.html' title='bANGKiT DeNGAN SABAR danTAWAKKAL &lt;&lt; motivasi islam'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-176982120169153962</id><published>2008-02-18T01:27:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T01:31:36.637-08:00</updated><title type='text'>Seri Motifasi &amp; Manajemen Diri Muslim, "Kekuatan Motivasi"</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Times;"&gt;Senayan Publishing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Times;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Cerdas dan Berkualitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Seri &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &amp;amp; Manajemen Diri &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(153, 255, 153) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Muslim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(153, 255, 153) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; font-family: Times;"&gt;Kekuatan &lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Motivasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Oleh: Okke Nurtama&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;“… Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;yang bertawakal.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;(Ali 'Imran [3]: 159)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Dalam suatu sesi pelatihan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(160, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; motivator selaku trainer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;membawakan sebuah cerita. Memang terkesan seperti dongeng. Namun, pada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;prinsipnya bahwa seluruh peserta diminta mengambil “poin terpenting” di akhir cerita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;tersebut. Si trainer mulai menuturkan cerita tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;“Suatu hari &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(160, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; pemburu bersama anjing terlatihnya masuk ke hutan untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;berburu. Pemburu ini lebih senang berburu tanpa senjata seperti bedil ataupun panah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;dan senjata tajam. Dia hanya mengandalkan keahlian anjingnya untuk menangkap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;binatang buruan yang dia inginkan. Soal keahlian anjingnya tak perlu diragukan lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Hampir seratus persen selalu berhasil mengejar dan menangkap mangsanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Setelah masuk agak ke dalam hutan terlihat seekor kijang betina di kejauhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Kijang itu sedang hamil rupanya. Walaupun ia sedang makan rerumputan namun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;telinganya senantiasa waspada terhadap bahaya pemangsa. Kontan saja si pemburu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;segera memberi perintah kepada anjing terlatihnya untuk menangkap kijang itu. Secepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;kilat terjadilah sebuah adegan pengejaran seru: anjing jenis herder pemburu mengejar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;seekor kijang betina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Sudah sepuluh menit berlalu, namun anjing itu belum berhasil menangkap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;buruannya. &lt;i&gt;Boro-boro &lt;/i&gt;menangkap, menyentuh buruannya saja belum berhasil. Semakin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;gesit anjing itu mengejar, semakin cepat pula kijang itu berlari. Jalan berpohon-pohon,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;berbatu-batu, mendaki, menurun, hingga jalan yang datar sekalipun tidak memberi satu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;peluang pun bagi si anjing agar mudah menerkam mangsanya. Akhirnya setengah jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;telah berlalu. Si anjing pun kehabisan napas dan menghentikan pengejarannya. Melihat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;si anjing kini berhenti, si kijang berdiri saja dan tersenyum dekat si anjing sambil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;mengatur napas. Kemudian terjadilah dialog antara si anjing dengan si kijang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Si anjing berkata, ‘Jang, Jang (Kijang)… kenapa sih kamu larinya kencang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;betul? Aku nggak sanggup lagi mengejar kamu. Padahal aku ini anjing terlatih, lho.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Selain itu, kamu juga sedang hamil, &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;?’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Apa jawaban si kijang? Kalau cerita ini menjadi ajang iklan mungkin dijawab,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;‘Kijang memang tiada duanya’, tapi tidak demikian, si kijang menjawab dengan sejujur-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;jujurnya, ‘Jing (Anjing), nggak ada yang istimewa dari cara aku berlari. Kalau kamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;berlari dengan tujuan hanya mengejar prestasi menyenangkan tuanmu, tapi kalau aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;berlari karena ingin menyelamatkan nyawaku dan nyawa calon anakku di kandunganku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Inilah yang membedakan tujuan kita berlari, sehingga aku bisa berlari jauh lebih cepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;dan lebih kuat daripada kamu.’”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Setelah ditanyakan kepada peserta training &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; itu tentang “poin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;terpenting” dari cerita tersebut, ternyata tak satu pun yang tepat menjawab. “Poin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;terpenting” yang dimaksud adalah “kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;”. Ya, &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan sekaligus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;dengan kekuatannya memang bukan benda berwujud fisik, namun mampu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;menggerakkan seseorang—dalam hal ini “diperankan” oleh si kijang betina itu—dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;membuat proses kesuksesan berjalan menjadi jauh lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;“Keajaiban” Kekuatan &lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Motivasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; memang identik dengan “keajaiban” pencapaian keberhasilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;setiap orang. Semakin baik seseorang mempunyai &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; diri, semakin baik dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;memiliki persediaan kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dirinya. Tentunya &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(160, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(153, 255, 153) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;muslim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; harus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;memiliki &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang sangat tinggi, yaitu &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dalam koridor keridhaan Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;swt.—seperti telah dibahas dalam materi sebelumnya yang menyajikan bagaimana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(160, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; font-size: 10.5pt; font-family: Times; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(153, 255, 153) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;muslim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; membuat (mengatur) visi dan misi hidupnya. Setelah kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;berubah menjadi &lt;i&gt;‘azam &lt;/i&gt;(tekad yang kuat), &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(160, 255, 255) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(153, 255, 153) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;muslim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sudah seharusnya “berjalan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;dalam proses aktivitasnya menuju ketakwaaan dan senantiasa bersabar dan bertawakal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;kepada Allah swt. dalam menempuh “perjalanannya” tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Kisah di atas tentang “si kijang dan si anjing pemburu” memberi &lt;i&gt;ibrah&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;(pelajaran) penting bagi kita bahwa si kijang betina yang sedang hamil pun—tanpa kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;sangka sebelumnya—ternyata mampu memiliki kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang luar biasa, jauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;di atas kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; si anjing pemburu. Bukankah &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang kuat untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;menyelamatkan nyawa dan nyawa calon anaknya itu—sebagai salah satu karunia Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;swt. yang amat berharga bagi makhluk-makhluk-Nya—lebih baik dan lebih mulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;daripada sekadar penghargaan prestasi di mata manusia? Walaupun si anjing pemburu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;itu terlatih, walhasil tanpa kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang benar dan maksimal ternyata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;pencapaian target keberhasilannya masih di bawah rencana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Memanfaatkan Otak Kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; font-size: 10.5pt; font-family: Times; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt; memang merupakan gabungan dari berbagai faktor yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku. Karena itu, &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;meningkatkan kualitas hidup pribadi yang bersangkutan. Ia mampu mendorong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat sama sekali. Ia juga mampu membuat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;manusia menjadi semangat atau tidak semangat melakukan sesuatu. &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;meningkat dan menurun sesuai perintah otak manusianya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;Inilah hubungan yang sangat erat—yang dapat kita simpulkan—bahwa otak kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;berperan penting dalam menghasilkan “keajaiban” kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; diri kita. Karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; font-size: 10.5pt; font-family: Times; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt; muncul dari otak manusia dan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; juga merupakan salah satu kerja otak,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;maka latihlah otak Anda yang telah Allah swt. ciptakan sangat canggih dengan latihan-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;latihan yang bersifat memicu, menyadarkan, dan meningkatkan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Anda. Tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;mustahil, Anda akan memiliki kekuatan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang canggih karena berangkat dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;otak Anda yang canggih dengan dilatih oleh cara-cara meningkatkan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;canggih pula. Insya Allah di kesempatan berikutnya kita akan membahas beberapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: Times;"&gt;langkah meningkatkan &lt;b&gt;&lt;span style="background: rgb(255, 255, 102) none repeat scroll 0% 50%; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; diri. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-176982120169153962?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/176982120169153962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=176982120169153962' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/176982120169153962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/176982120169153962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/02/senayan-publishing-cerdas-dan.html' title='Seri Motifasi &amp; Manajemen Diri Muslim, &quot;Kekuatan Motivasi&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5690083103984953710</id><published>2008-02-17T22:06:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T22:16:19.344-08:00</updated><title type='text'>Menyoal Kembali Motivasi Berprestasi SDM Muslim</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt 0.5pt; text-indent: -0.5pt; line-height: 130%;" class="MsoTitle"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Oleh : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Muhammad Karebet Widjajakusuma&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Pembahasan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;motivasi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dalam manajemen sumberdaya manusia kerap membawa nama&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Abraham Harold Maslow. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Maslow – seorang humanis keturunan Yahudi Rusia penyandang gelar “&lt;em&gt;Humanist of The Year&lt;/em&gt;” 1966 versi American Humanist Association – banyak dihubungkan dengan &lt;span&gt;teori motivasi, khususnya dengan p&lt;/span&gt;endekatan &lt;em&gt;content&lt;/em&gt;&lt;span&gt;. Dalam bukunya, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;A Theory of Motivation&lt;/em&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(1943) sebagaimana yang dikutip oleh Mursi (1998), &lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mencoba menjawab sejumlah pertanyaan seperti: kebutuhan-kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh orang-orang? Apa yang mendorong mereka untuk bertindak? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Menurutnya, setiap individu mempunyai kebutuhan mendalam yang mendorong, menekan, atau memotivasikan mereka untuk menguranginya atau memenuhinya. Artinya, para individu akan bertindak atau berkelakuan dengan cara-cara yang akan membawa mereka kepada kepuasan dari kebutuhan-kebutuhan mereka.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kebutuhan&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;manusia&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diuraikan Maslow secara hirarkis sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;(1) &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kebutuhan fisiologis&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;em&gt;(physiological needs)&lt;/em&gt;, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;(2)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kebutuhan rasa aman &lt;em&gt;(safety and security)&lt;/em&gt;, yaitu kebutuhan akan perlindungan dari&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;(3)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kebutuhan untuk merasa memiliki &lt;em&gt;(belongingness)&lt;/em&gt;, yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;(4)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kebutuhan akan harga diri &lt;em&gt;(esteem)&lt;/em&gt;, yaitu kebutuhan untuk dihormati, dan dihargai oleh orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;(5) &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri &lt;em&gt;(self-actualization),&lt;/em&gt; yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, &lt;em&gt;skill,&lt;/em&gt; dan potensi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Dengan hirarki seperti ini, seorang karyawan yang membutuhkan keberhasilan dapat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dimotivasi untuk bekerja beberapa jam lebih banyak untuk menyelesaikan suatu tugas yang sulit tepat pada waktunya; seorang pegawai yang membutuhkan penghargaan diri akan dimotivasikan untuk bekerja dengan sangat hati-hati untuk menghasilkan suatu pekerjaan dengan kualitas yang tinggi. Selanjutnya, Maslow mengemukakan bahwa orang dewasa secara normal memuaskan kira-kira 85 persen kebutuhan fisiologisnya, 70 persen kebutuhan rasa aman, 50 persen kebutuhan untuk memiliki dan mencintai, 40 persen kebutuhan harga diri, dan hanya 10 persen dari kebutuhan aktualisasi diri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Setelah delapan belas tahun Maslow memunculkan teorinya, David C. McClelland (1961), psikolog Amerika dari Universitas Harvard merilis&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;teori motivasi baru: motivasi berprestasi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Motivasi ini&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;(&lt;em&gt;achievement&lt;/em&gt; &lt;em&gt;motive&lt;/em&gt;) diartikan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sebagai &lt;em&gt;"&lt;/em&gt; &lt;em&gt;is&lt;/em&gt; &lt;em&gt;impetus&lt;/em&gt; &lt;em&gt;to&lt;/em&gt; &lt;em&gt;do&lt;/em&gt; &lt;em&gt;well&lt;/em&gt; &lt;em&gt;relative&lt;/em&gt; &lt;em&gt;to&lt;/em&gt; &lt;em&gt;some standard&lt;/em&gt; &lt;em&gt;of&lt;/em&gt; &lt;em&gt;excellence"&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(Jhonson, 1984)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;suatu aktivitas&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan sebaik-baiknya agar mencapai prestasi dengan predikat terpuji. Dalam teori ini,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dikemukakan bahwa produktivitas seseorang sangat ditentukan oleh "virus mental" yang ada pada dirinya. Virus mental yang dimaksud adalah kondisi jiwa yang mendorong seseorang untuk mampu mencapai prestasinya secara maksimal. Virus itu terdiri dari 3 dorongan kebutuhan, yaitu: &lt;em&gt;need&lt;/em&gt; &lt;em&gt;of&lt;/em&gt; &lt;em&gt;achievement&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;n&lt;span&gt;eed&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;of&lt;/em&gt; &lt;em&gt;affiliation&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;need&lt;/em&gt; &lt;em&gt;of power&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;McClelland memfokuskan perhatian pada pembinaan virus mental manajer. Caranya adalah melalui pengembangan potensi mereka dalam lingkungan kerja secara efektif. Dengan cara ini&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diharapkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;produktivitas&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;perusahaan yang berkualitas tinggi dapat terwujud hingga tujuan utama&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;perusahaan dapat tercapai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Dari penelitiannya – juga Murray (1957) serta Miller dan Gordon (1970) - dapat disimpulkan terdapatnya hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian prestasi. Artinya, manajer yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi cenderung memiliki prestasi kerja tinggi, dan sebaliknya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mereka yang prestasi kerjanya rendah dimungkinkan karena motivasi berprestasinya juga rendah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan ternyata, motivasi berprestasi seseorang sangat berhubungan dengan dua faktor, yaitu tingkat kecerdasan (IQ) dan kepribadian. IQ merupakan kemampuan potensi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan kepribadian merupakan kemampuan seseorang untuk mengintegrasikan fungsi psiko-fisiknya yang sangat menentukan dirinya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Artinya, orang akan mempunyai motivasi berprestasi tinggi bila memiliki kecerdasan yang memadai dan kepribadian yang dewasa. Ia akan mampu mencapai prestasi maksimal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Meskipun teori-teori ini kelihatannya sangat sederhana, namun dalam prakteknya pengertian motivasi saat ini telah berkembang jauh lebih kompleks. Mursi (1998)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;melalui bukunya SDM yang Produktif: Pendekatan Al Qur’an dan Sains, bahkan menilainya telah usang. Alasannya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;(1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Hirarki kebutuhan-kebutuhan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berbeda-beda&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;para individu, dan ia juga berganti-ganti sepanjang waktu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;(2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Cara-cara&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kebutuhan-kebutuhan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tersebut&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diterjemahkan ke dalam tindakan-tindakan juga berbeda-beda di antara para individu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;(3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Orang tidak selalu bertindak atas dasar kebutuhan mereka terus-menerus, dan kebutuhan-kebutuhan yang memotivasi mereka berbeda-beda dari waktu ke waktu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;(4)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Reaksi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dari para&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;individu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;memenuhi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kebutuhan atau untuk tidak memenuhinya akan berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Makin banyak kita mengenal orang-orang di sekitar kita, maka makin mampu kita untuk mengerti tentang kebutuhan-kebutuhannya dan tentang apa yang akan memotivasi mereka. Tetapi, perilaku manusia tergantung kepada demikian banyak kompleksitas dan alternatif-alternatif, sehingga kita pasti akan sering kali membuat kesalahan-kesalahan dalam membuat perkiraan-perkiraan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Koreksi Mursi setidaknya memberikan gugahan untuk menyoal kembali keberadaan motivasi dalam diri seorang muslim.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Seberapa tepat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pendapat duo Maslow&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan McClelland akan kebutuhan manusia yang abai akan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;aspek ruhiyah?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selalukah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;aktivitas manusia didasari atas motivasi bendawi? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Lalu, bagaimana halnya dengan motivasi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;SDM Muslim? Tidakkah motivasi berprestasi telah menjadi suatu potensi yang fitrah ada dalam setiap diri SDM Muslim? Ataukah memang motivasi berprestasi adalah sesuatu yang asing sehingga telah menjadi “kemakluman bersama” bila kebanyakan SDM Muslim diidentikkan pada prototip SDM yang minus motivasi berprestasi hingga emoh beretos kerja tinggi? B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;agaimana sesungguhnya kaitan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kebutuhan manusia sebagai potensi kehidupan dengan motivasi dalam pandangan syariah?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Untuk menjawabnya, uraian berikut&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mencoba memaparkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hakikat motivasi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ditinjau dari sudut pandang syariah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Pemahaman akan Potensi Kehidupan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sebagaimana telah diketahui, ketika menciptakan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;manusia, Allah SWT melengkapinya dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;potensi-potensi kehidupan &lt;em&gt;(thaqatun hayawiyatun&lt;/em&gt;) yang secara fitri akan mendorongnya untuk beraktifitas mewujudkan misi penciptaannya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Potensi kehidupan yang dimaksud,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menurut Syekh Muhammad Muhammad Ismail dalam bukunya &lt;em&gt;Al Fikru Al Islamy&lt;strong&gt;,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; berupa &lt;em&gt;hajatu al ‘udhawiyah&lt;/em&gt; (kebutuhan jasmani) dan &lt;em&gt;gharizah &lt;/em&gt;(naluri). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;Hajatu al ‘udhawiyah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt; dapat berupa rasa lapar, haus dan kebutuhan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk buang hajat besar dan kecil, sementara &lt;em&gt;gharizah&lt;/em&gt; berupa naluri beragama &lt;em&gt;(gharizatu al-tadayun)&lt;/em&gt; yang perwujudannya berupa kecenderungan manusia untuk melakukan ibadah atau aktifitas mensucikan segala sesuatu yang dianggapnya besar; naluri&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;melangsungkan keturunan &lt;em&gt;(gharizatu al nau’&lt;/em&gt;) dimana perwujudannya diantaranya berupa ketertarikan manusia kepada lawan jenisnya; dan naluri untuk mempertahankan diri (&lt;em&gt;gharizatu al baqa’&lt;/em&gt;), yang salah satu wujudnya adalah keinginan manusia untuk menjadi pemimpin. Kebutuhan jasmani dan naluri itu menghendaki pemenuhan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Persoalannya kemudian adalah bagaimana caranya manusia memuaskan semua kebutuhan jasmani dan naluri-naluri itu. Di sinilah, sesuai dengan &lt;strong&gt;misi penciptaan manusia&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sebagai abdullah dan khalifah Allah Swt&lt;/strong&gt;,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;upaya memenuhi dan menyalurkan segenap potensi kehidupan itu&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;juga senantiasa harus berlandaskan pada aturan-aturan Allah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Maka, upaya memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri dengan cara yang tidak sesuai dengan aturan Allah berarti dengan sendirinya bertentangan dengan hakikat misi penciptaan manusia itu sendiri.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="margin: 0in 0in 0pt 0.05pt; line-height: 130%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Motivasi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Perbuatan Manusia Dalam Pandangan Syariah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Perbuatan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang dilakukan manusia (termasuk motivasi bekerja, tentu saja) tidak akan pernah keluar dari kedudukannya sebagai aktivitas untuk memenuhi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kebutuhan jasmani&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan naluri sebagai potensi kehidupan yang dianugerahkan Allah Swt &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kepada manusia. Kuat lemahnya dorongan manusia untuk melakukan suatu perbuatan, selain&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ditentukan oleh motivasi (&lt;em&gt;al-quwwah&lt;/em&gt;), sesungguhnya juga&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sangat bergantung pada maksud perbuatan dan tujuan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;(&lt;em&gt;al qimah&lt;/em&gt;) yang menjadi dasar manusia dalam melakukan perbuatan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Oleh karena itu, mengetahui dan membina motivasi serta tujuan yang sahih dan kuat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan &lt;em&gt;mafhum &lt;/em&gt;(pemahaman) kehidupannya yang benar, agar setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang dapat terlaksana dengan baik dan sempurna adalah suatu kemestian bagi setiap orang, tidak terkecuali para SDM Muslim.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Syekh Muhammad Muhammad Ismail dalam buku yang sama,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;selanjutnya menguraikan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;motivasi yang mendorong manusia&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk melakukan perbuatan, yakni:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;(1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Motivasi fisik - material&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; (&lt;em&gt;al quwwah al madiyah&lt;/em&gt;).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Motivasi ini meliputi tubuh manusia dan alat yang diperlukan untuk memenuhi keperluan jasmaninya. Bersifat lemah dan mudah hilang. Contohnya, orang yang lapar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;biasanya didorong&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;oleh kebutuhan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;jasmaninya untuk makan. Namun kadang dorongan tersebut dapat ditahan – misalnya karena&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;puasa - sehingga dorongan untuk makan tidak dipenuhi. Materi adakalanya juga tidak mampu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;membangkitkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;seseorang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk melakukan aktivitas tertentu. Uang melimpah,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pangkat terhormat dan rumah mewah sekalipun tidak akan mampu memaksa seorang muslim untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bersumpah palsu di pengadilan, jika ia&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;takut untuk berdusta dan berdosa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;(2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Motivasi emosional&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; (&lt;em&gt;al quwwah al ma’nawiyah)&lt;/em&gt;.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Motivasi yang berupa&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kondisi kejiwaan yang senantiasa dicari dan ingin dimiliki seseorang ini&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;sekalipun&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;tidak permanen, namun lebih kuat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bila dibandingkan dengan motivasi pertama. Contohnya, perlawanan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain yang telah merusak nama baiknya, adalah perbuatan yang didorong oleh kondisi kejiwaan seseorang.&lt;span&gt;                                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;(3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Motivasi spiritual&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; (&lt;em&gt;al quwwah ar-ruhiyah&lt;/em&gt;). Kedua motivasi sebelumnya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sulit untuk dapat dijadikan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dorongan dasar bagi manusia untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;melakukan tindak perbuatan. Penyebabnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; terletak pada sifatnya yang cenderung temporal, mudah hilang dan bendawi semata.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini berbeda dengan motivasi spiritual yang berupa kesadaran seseorang bahwa ia memiliki hubungan dengan Allah Swt. Dzat yang akan meminta pertanggungjawaban&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;manusia atas segala perbuatannya di dunia.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Motivasi inilah yang mampu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mendorong manusia untuk melakukan perbuatan apa saja, asalkan sesuai dengan syariat yang diberikan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dengan demikian, motivasi yang sahih dan kuat untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mendorong manusia dalam mewujudkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;aktivitas kehidupannya adalah Motivasi Spiritual (Ruhiyah). Dengan motivasi ini, seseorang akan terpacu untuk berikhtiar terus-menerus disertai dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tawakal&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan pantang berputus harapan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hingga akhirnya meraih keberhasilan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan izin Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Inilah motivasi berprestasi yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Tujuan Perbuatan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Hafiz Abdurrahman (1998) dalam bukunya Islam: Politik dan Spiritual, menandaskan bahwa tujuan perbuatan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;juga mutlak harus difahami oleh setiap manusia. Sebab dengan begitu, nilai (tujuan/&lt;em&gt;al qimah&lt;/em&gt;) yang ingin diwujudkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dalam setiap perbuatan yang dilakukan manusia dapat terwujud dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;baik dan sempurna. Tanpa adanya pemahaman tentang tujuan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;perbuatan itu, seseorang tidak akan dapat menentukan apakah ia berhasil&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ataukah tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berdasarkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hukum-hukum syara’ yang memerintahkan kita untuk melakukan perbuatan tertentu,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;didapati&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;adanya nilai-nilai tertentu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang diperintahkan agar dicapai ketika perbuatan tersebut dikerjakan. Nilai-nilai&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;itu adalah: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nilai Materi (&lt;em&gt;al qimah al madiyah&lt;/em&gt;).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Allah SWT memerintahkan bekerja (QS. Al Mulk: 15) dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;jual beli (QS.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Al Baqarah: 275)&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;adalah untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mendapatkan nilai materi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dimana nilai tersebut berupa&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;benda yang dapat diindera dan diraba, seperti uang, harta atau makanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nilai Kemanusiaan (&lt;em&gt;al qimah al insaniyah&lt;/em&gt;).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Nilai ini&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berupa layanan manusia kepada sesama manusia. Misalnya,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;membantu orang-orang yang kesulitan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;materi, menyelamatkan orang yang tenggelam, dan sebagainya. Semua ini dilakukan semata karena unsur kemanusiaan saja. Nilai ini diperintahkan Islam bukan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk mendapatkan keuntungan materi, namun&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;karena motivasi spiritual yang diperintahkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;oleh Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nilai Akhlaq (&lt;em&gt;al qimah&lt;/em&gt; &lt;em&gt;al khuluqiyah&lt;/em&gt;). Nilai akhlaq akan dicapai oleh&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;setiap muslim manakala dalam setiap perbuatannya dihiasi dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sifat-sifat (akhlaq) yang diperintahkan Allah SWT. Sifat-sifat ini nampak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pada diri seorang muslim jika ia melakukan ibadah, muamalah, uqubat, makan dan minum sesuai&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan perintah dan larangan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;(4)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nilai Spiritual (&lt;em&gt;al qimah&lt;/em&gt; &lt;em&gt;ar-ruhiyah&lt;/em&gt;). Nilai spiritual dicapai dengan tujuan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;agar (kesadaran) hubungan seseorang dengan Tuhannya dapat meningkat, apabila ia mengerjakan perbuatan tertentu. Nilai ini bersifat pribadi, sebab hanya dia yang dapat merasakannya, orang lain tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Dari keempat nilai di atas, mana yang lebih utama?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yang menentukan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bahwa nilai yang satu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lebih utama atau sama dibandingkan yang lain adalah hukum syara’, bukan manusia. Karena itu memahami hukum syara’ akan suatu perbuatan sudah menjadi kemestian bagi seorang muslim. Hal ini sebagaimana kaidah &lt;em&gt;ushul&lt;/em&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang menyatakan “&lt;em&gt;al aslu fil af’al attaqoyyadu bil hukmisy syar’i”&lt;/em&gt;, yakni hukum asal suatu perbuatan adalah terikat pada hukum syara yang lima, yakni&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;wajib, sunah, mubah, makruh atau haram.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Perbuatan Seorang Muslim Adalah Perbuatan Prestatif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Dalam melakukan setiap perbuatan,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;setiap muslim pastilah melewati tahapan berikut, yaitu (1) berawal dari naluri atau kebutuhan jasmani, (2), mengindera&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dorongan yang muncul, apakah dari naluri atau kebutuhan jasmani, (3) menetapkan motivasi perbuatan, (4) berfikir tentang cara&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;memenuhi dorongan dengan benar, baik dan sempurna sesuai dengan koridor syariah, (5)&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;usaha untuk memenuhi naluri dan/atau kebutuhan jasmani, (6) berupaya mendapatkan nilai yang ingin dicapai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Singkat kata, disamping dalam setiap beramal seorang muslim harus berusaha meraih &lt;em&gt;al qimah&lt;/em&gt; yang dituju, upaya yang dilakukan itu haruslah sesuai dengan aturan Islam dan dilakukan dengan menyatukan antara materi (perbuatan) dengan ruh (motivasi &lt;em&gt;ar&lt;/em&gt;-&lt;em&gt;ruhiyah&lt;/em&gt;). Atau dengan kata lain, ketika melakukan sesuatu harus disertai dengan kesadaran hubungannya dengan Allah. Inilah yang dimaksud&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan bahwa setiap perbuatan muslim adalah ibadah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Kesimpulannya,&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;setiap perbuatan seorang muslim&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;telah dituntun sedemikian rupa sehingga motivasi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;seorang muslim&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sesungguhnya adalah motivasi berprestasi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Muslim yang selalu membina diri dengan pemahaman kehidupan yang benar,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;konsisten dengan amal kehidupan yang didorong motivasi yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;shahih berlandaskan pada&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ketaatannya kepada Allah, Dzat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yang Serba Maha, maka ia akan mewujud pada prototip SDM yang didambakan Islam.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;SDM Muslim yang memiliki kematangan kepribadian&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Islam (&lt;em&gt;syakhsiyyah Islamiyyah&lt;/em&gt;),&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;melalui pola fikir dan pola sikap (perilaku) yang Islami serta profesional, yakni&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;em&gt;kafa’ah&lt;/em&gt; (berkeahlian); &lt;em&gt;himmatul ammah&lt;/em&gt; (beretos kerja tinggi); dan &lt;em&gt;amanah&lt;/em&gt; (terpercaya).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Bila demikian adanya, kiranya tidaklah berlebihan bila dinyatakan bahwa mestinya SDM muslim adalah SDM&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang berprestasi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt;Wallahu a’lam bishshawab.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 130%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 130%; font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;Penulis adalah konsultan manajemen syariah serta trainer&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;manajemen dan motivasi. Sehari-hari Manajer Divisi Pelatihan dan Konsultasi Shariah Economic and Management (SEM) Institute Jakarta. juga menulis buku-buku manajemen berbasis perspektif syariah, seperti Pengantar Manajemen Syariah (Khairul Bayan, 2002), Menggagas Bisnis Islami (GIP, cetakan kedua, 2002), Manajemen Strategis Perspektif Syariah (Khairul Bayan, 2003).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Ma'had Darul Ihya : &lt;a href="http://www.darul-ihya.com"&gt;http://www.darul-ihya.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Versi Online : &lt;a href="http://www.darul-ihya.com/?pilih=lihat&amp;amp;id=43"&gt;http://www.darul-ihya.com/?pilih=lihat&amp;amp;id=43&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5690083103984953710?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5690083103984953710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5690083103984953710' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5690083103984953710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5690083103984953710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/02/menyoal-kembali-motivasi-berprestasi.html' title='Menyoal Kembali Motivasi Berprestasi SDM Muslim'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-6063651808391644978</id><published>2008-01-31T03:18:00.000-08:00</published><updated>2008-01-31T03:55:11.703-08:00</updated><title type='text'>The Million Dzikr Man</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Sumber : sufinews.com&lt;br /&gt;The Million Dzikr Man&lt;/strong&gt;                  &lt;table align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="0%"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td&gt; &lt;img alt="" src="http://www.sufinews.com/_me/data/upimages/avatar/_R01-08-Enchanted200.jpg" style="border: medium none ;" /&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; Manusia bermilyar Dzikr. Itulah yang sedang dijadikan satelit oleh Allah di abad millennium ini. Allah menyebut kata Dzikr dalam Al-Qur’an 288  kali lebih, dengan tekanan poada makna Mengingat Allah hamper 90%, selebihnya bermakna sebagai peringatan, mengingatkan peristiwa, atau untuk menyebut gender laki-laki (dzakara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seluruh ubudiyah seorang hamba baik syari’at maupun hakikat, berujung pada puncak Dzikrullah, dalam kefanaan hamba, lalu kembali ke alam nyata lagi dengan syariat Dzikr berupa ibadah sehari-hari kita, mulai dari ritual wirid, sholat, puasa, zakat, haji dan ibadah social lainnya. Dan Dzikrullah menjadi ruh seluruh proses ibadah hamba.&lt;br /&gt;“Tegakkanlah sholat untuk berdzikir kedaKu,” firman Allah Ta’ala. Atau hadits Nabi saw. “Amal paling mulia adalah Dzikrullah.”&lt;br /&gt;Begitu besar dan dahsyatnya urgensi Dzikrullah, sampai-sampai para hamba Allah tidak diberi dimensi ruang waktu dalam ubudiyah Dzikrullah ini. Satu-satunya ibadeah tanpa batas ruang waktu dan hitungan. Sedangkan ritual wirid (wiridan) dengan jumlah tertentu, waktu tertentu, apakah sehabis sholat dan waktu khusus, adalah dalam rangka memasuki Wilayah Tembus Batas Dzikrullah itu sendiri. Karena itu dilatih dengan jumlah angka, hitungan, yang memiliki interaksi dengan titik-titik gravitasi ruhani dan pusat-pusat gravitasi alam semesta, dunia maupun akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu disinilah pentingnya Tarbiyah Ruhiyah (pendidikan ruhani) dalam ritual dzikir dari seorang Mursyid yang Kamil Mukammil, dimana dalam dimensi Dzikrullah seorang Mursyid telah diberi anugerah  “wilayah” (kewalian) dalam Dzikrullah dalam keparipurnaan kehambaannya, hingga diberi Wewenang oleh Allah untuk membimbing agar ummat mencapai apa yang telah diraihnya.&lt;br /&gt;Karena itu Ibnu Athaillah menegaskan dalam al-Hikam, bahwa ibadah-ibadah yang berhubvungan dengan hak waktu pada hamba, seperti sholat, puasa (dengan batasan waktu) bisa diqodlo bila kita ada halangan, tetapi hak kita terhadap waktu, jika berhalangan tidak bisa diqodlo, yaitu Dzikrullah. Ibadah yang mestinya lazim, universal dan terus menerus (da’iman abadan) sepanjang hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari indah bersama Allah, adalah hari-hari full Dzikrullah yang secara filosufis menyatu pada AsmaNya Yang Agung, Allah. “Waladzikrullahi Akbar” (Niscaya sesungguhnya dzikir Allah itulah yang lebih besar (dibanding yang lainnya). Karenanya waktu yang terbatas ditempuh oleh para hambaNya di dunia, haruslah menjadi waktu sepesial, waktu istemewa, waktu dahsyat, seluruh waktu hidupnya adalah keistemewan dan kedahsyatan bersama Allah.&lt;br /&gt;Semesta ruang dan waktu ini haruslah semesta bercahaya. Cahayanya adalah kesaksian jiwa para hambaNya dalam melihat Asma’, Sifat dan Dzat dengan matahatinya dibalik semesta, lalu pancaran cahaya itu memantul dalam pandangannya ke alam semesta ini. Disinilah kita mengerti betapa kehadiran ummat ini adalah kehadiran membawa missi Risalah, yakni Risalah Rahmat Lil’alamin. Manusia Dzikrullah dan Ahlullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada alas an lain lagi, bahkan satu asja alas an dari tumpukan alasan anda untuk tidak bersyukur kepada Allah? Apakah layak alasan-alasan hina yang berbau duniawi anda jadikan alas an untuk tidak mengingat Allah? Alasan-alasan problema dan himpitan masalah untuk dijadikan alibi menjauh dari Allah? Alasan-alasan ketololan dan pengingkaran, hanya karena kebodohan, lalu anda membiarkan diri anda terseret ke jurang dzulumat kegelapan yang berlapis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruskan anda mengeluh, teruskan anda berputus asa, teruskan anda merasa tak punya arti dan masa depan, teruskan anda mengarungi lembah busuk kealpaan, kemaksiatan, pengingkaran, dan kemunafikan. Jika anda memang memilih wilayah gelap Iblisian dan Syaithoniyah demi memanjakan hawa nafsu dan ego anda. Toh semua itu adalah lapisan mega yang semakin temaram, semakin gelap gulita, menghalangi cahaya matahari ma’rifatullah. sufinews.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Million DzikrMan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya anda menjadi manusia bermilyar dzikir, bahkan di hadapan anda ada bilyunan Dzikrullah yang menunggu detak jantung jiwa anda, hasrat rindu ruh anda, hamparan rahasia ma’rifat&lt;br /&gt;Sirr anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap detak jantung kita adalah ni’mat Allah, setiap nafas yang keluar masuk adalah takdir anugerah Allah, setiap kedip mata, dan sejuta rasa di lidah kita. Bahkan ni’mat-ni’mat itu tak akan pernah bisa dihitung oleh alat mana pun, atau kehebatan manusia mana pun. Kenapa semua itu berlalu tanpa Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba anda hitung sendiri. Dalam semenit, jantung anda berdetak 80 hingga 88 kali. Dalam satu jam jantung anda berdetak 4800 x hingga 5280 x, dalam sehari jatung anda berdetak 115.200 x hingga 126.720 x maka dalam hitungan setiap tahun, setahun jantung anda berdetak 42.048.000 x hingga 46.252.800 x dan jika dikalikan seumur hidup anda, 80 tahun menurut ukuran Alfu Syahrin dalam surat Alqadr, maka terhitung detak jantung anda mencapai 3.363.840.000 x hingga 3.700.224.000 x. (tiga milyar tujuh ratus juta dua ratus dua puluh empat ribu kali). Bayangkan! Hitungan detak jantung yang bermilyar itu, mestinya dijadikan hitungan minimal bagi hitungan Dzikrullah kita seumur hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tarikan nafas kita, dalam satu menit mencapai rata-rata 16 kali.  Berarti 1 jam mencapai 960 x, dan satu hari mencapai 23.040 x, setahun, 365 hari,  8.409.600 x dan mencapai seumur hidup manusia jika sampai 80 tahun, berarti tarikan nafas (keluar masuk dihitung satu nafas) akan mencapai 672.768.000 x (enam ratus tujuh puluh dua juta tujuh ratus enam puluh delapan ribu kali). Apakah keluar masuk nafas anda bersama Allah? Bagaimana rasanya jika nafas anda berhenti 5 menit saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Ahli Dzikirullah juga diberi kemampuan kontemplatif untuk melipatgandakan jumlah dzikrullah itu, dalam jumlah yang tiada hingga, semisal dengan jumlah seluruh makhluk Allah di alam semesta, atau seluruh makhluk dalam genggaman dan pandangan Allah Ta’ala. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jumlah yang  tak terhingga kini dilimpahkan oleh Allah dalam wadah yang tiada hingga pula, Qalbu Manusia. Satu-satunya “wilayah” yang mampu “dihuni Allah” dalam keuniversalan Dzikrullah sang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu detik, anda bisa memasuki seluruh jumlah makhluk Allah dalam hitungan dzikir anda.&lt;br /&gt;Dahsyat bukan?&lt;br /&gt;“Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kalian tidak berilmu”, demikian firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;Kaum Sufi adalah The Million DzikrMan. Bahkan The Billion DzikrMan. Malah mereka bisa jadi The All Univers DzikrMan.&lt;br /&gt;Lalu kita ini Sufi macam apa? Wallahu A’lam, mungkin kita hanya orang dan hamba yang sedang menggelayutkan tangan dan hati kita pada sarung para Sufi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita tak lebih dari sekumpulan nama yang hanya menunggu doa dan permohonan ampunan Allah dari mereka itu. Mungkin kita tak lebih dari sekumpulan debu yang disapu angin, dan ditakdirkan menempel pada jubah jiwa para Sufi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita sombongkan? Apa yang bisa kita pamerkan? Apa yang bisa kita banggakan? Apa yang bisa kita kagumi pada diri kita? Apa yang bisa kita jadikan andalan bagi diri kita? Apa yang bisa kita ajukan di depan Allah kelak? Apa yang bisa kita aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya di zaman ini begitu banyak orang yang kontra dengan para Sufi, para ahli dzikrullah, manusia The All Univers DzikrMan. Bahkan sampai dijadikan akidah, disusun ideology agama, dibangun institusi atas nama Islam, yang ujungnya menentang kaum Sufi, menentang The Millions DzikrMan. Maka, dalam sebuah hadits Qudi, Allah menegaskan, “Siapa yang menentang wali-waliKu, Aku izinkan untuk memeranginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya juga, begitu banyak, bahkan berduyun-duyun, orang yang mengangkat bendera Sufi, menyatakan dirinya sebagai seoreang Sufi, dan mencoba menikmati lambing-lambang Sufistik, praktek Sufistik, hanya demi memanjakan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menyelubungi  Seluruh Maqomat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lembah Dzikrullah adalah lembah dimana para Kekasih Allah bertebar. Seluruh maqomat sufi, tahapo dunia Sufi, bahkan seluruh kondisi ruhani para Sufi, senantiasa diselubungi oleh Dzikrullah, saling berkelindan, saling menyulam, saling membuahkan cabang-cabang dari pohon Ma’rifatullah yang ditanam dibumi Rasa Yaqin, dimana biji-biji Iman tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat, Mujahadah, Zuhud, Khalwat, ‘Uzlah, Tawakkal, Ikhlas, Ridlo, Syukur, Futuwwah, Cinta, Ma’rifat, dan seluruh maqom-maqom (stadium-stadium ruhani) senantiasa diliputi oleh kualitas-kualitas Dzikrullah yang menanjak pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tanjakan ruhani tanpa ruh Dzikrullah, hanyalah perjalanan sia-sia menuju Allah, karena ia akan gagal. Sedahsyat apa pun kontemplasi filusufi pengetahuan manusia tentang Allah tanpa amaliyah Dzikrullah, tak lebih dari gedung menjulang namun sedetik lagi roboh, karena tidak ada fondasi dan penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, keikhlasan, ketawakkalan, kesabaran, kecintaan, kerelaan, ketaubatan, juga harus terus mengiringi gelombang Dzikrullah dalam jiwa kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-6063651808391644978?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/6063651808391644978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=6063651808391644978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6063651808391644978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6063651808391644978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/million-dzikr-man.html' title='The Million Dzikr Man'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-4612617771130245000</id><published>2008-01-31T03:14:00.000-08:00</published><updated>2008-01-31T03:15:57.736-08:00</updated><title type='text'>Masjid-Masjid Penuh Mukjizat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sumber : dudung.net&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KeAgungan dan Kebesaran Illahi kembali terlihat di di ujung Banda. Tsunami menggulung Aceh, namun di setiap musibah ada suatu keajaiban dan mukjizat Alloh SWT. Salah satunya bangunan-bangunan mesjid yang masih tetap berdiri meski sekitarnya porak-poranda.  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" &lt;/em&gt;[QS. Al- Fushshilat] &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;img alt="" src="http://www.dudung.net/images/Mesjid-1.jpg" border="0" hspace="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.dudung.net/images/Mesjid-2.jpg" border="0" hspace="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.dudung.net/images/Mesjid-3.jpg" border="0" hspace="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img style="width: 465px; height: 468px;" alt="" src="http://www.dudung.net/images/Mesjid-4.jpg" border="0" hspace="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;img alt="" src="http://www.dudung.net/images/Mesjid-5.jpg" border="0" hspace="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-4612617771130245000?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/4612617771130245000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=4612617771130245000' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/4612617771130245000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/4612617771130245000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/masjid-masjid-penuh-mukjizat.html' title='Masjid-Masjid Penuh Mukjizat'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-7385059523891887337</id><published>2008-01-31T03:12:00.000-08:00</published><updated>2008-01-31T03:13:17.269-08:00</updated><title type='text'>Koleksi Photo Kebesaran Allah SWT</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sumber : dudung.net&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda    (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga    jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa&lt;br /&gt;  sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; [QS.    Al- Fushshilat]&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tidak semua peristiwa alam dapat dijelaskan dengan akal. Dalam    koleksi ini disajikan keajaiban alam. Koleksi ini dikumpulkan sedikit demi sedikit    dari internet. Jika anda merasa dapat memberikan tambahan keterangan pada koleksi    di bawah ini, silahkan beri komentar anda !. &lt;b&gt; Mohon bersabar apabila agak    lambat, karena fotonya ditampilkan semuanya.. :)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gambar lainnya bisa dilihat di &lt;a href="http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml" target="_blank"&gt;http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml&lt;/a&gt;�&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/miracle_allahu.gif" /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;LEBAH YANG MENULIS&lt;/b&gt; "&lt;b&gt;ALLAHU&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;  (&lt;i&gt;Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what    this beehive spells - "Allahu"&lt;/i&gt;) &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/permata.jpg" height="207" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;  Akan terlihat dengan jelas lafal "Allah" pada batu permata tersebut    bila disinari dengan cahaya&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/redrose_b.jpg" height="202" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;Mawar Merah di Angkasa&lt;br /&gt;  &lt;/b&gt;&lt;i&gt;"Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah    ia mawar merah, berkilat seperti minyak"&lt;br /&gt;  (Ar-Rahman: 37)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gambar di atas adalah gambar ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA    dengan Teleskop yang sangat canggih.&lt;br /&gt;  Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang    lalu pada surah Ar-Rahman di atas&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/tree_ruku2.gif" height="346" width="468" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/tree_ruku.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;POHON YANG SEDANG RUKU&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;i&gt;This is a recently discovered phenomenon in a forest near    Sidney. As you can see, the bottom half of the tree trunk is bowed in such a    way that it resembles a person in a posture of Islamic prayer - the 'ruku'.    Looking closer you can see the 'hands' resting on the knees. the most amazing    thing is that the 'man' is directly facing the Kaaba, Mecca which is the direction    Muslims all over the world face when in prayer. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="" src="http://dudung.net/images/tomat.jpg" border="0" height="446" width="502" /&gt;&lt;br /&gt;  Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun    tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.   &lt;br /&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/ikan_alloh.gif" /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;b&gt;THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W)&lt;br /&gt;    &lt;/b&gt;The story of the fish began when Mr. Goerge Wehbi, a Christian Lebanese,      was practicing his fishing hobby, in Dakar Senegal (the Capital of West Africa).      He caught many fish. When the went home his wife saw among them a strange      fish about 50cm length, with some arabic writing on it. He took it to Sheikh      al-Zein, who read clearly what was writen in a natural way. That could not      be done by a human being, but rather a Godly Creation which the fish was born      with. He read "&lt;b&gt;God's Servant" &lt;/b&gt;on its belly and "&lt;b&gt;Muhammad&lt;/b&gt;"      near its head, and "&lt;b&gt;His Messenger&lt;/b&gt;" on its tail&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/pohon_alloh.gif" /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHES&lt;br /&gt;  &lt;/b&gt;One brother on Germany wrote and sent this photo. "The branches clearly    say in Arabic that- &lt;b&gt;There is no god but Allah.&lt;/b&gt; This is said to be a scene    on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to    have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government    put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting    and witnessing this miraculous site"&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/Allahwritteninear.jpg" height="288" width="515" /&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Lapadz "&lt;b&gt;Alloh&lt;/b&gt;" yang terbentuk di telingan seorang    bayi&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/Allah-clouds.jpg" height="330" width="531" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Awan yang membentuk Lapadz "&lt;b&gt;Alloh&lt;/b&gt;", kejadian ini diabadikan    oleh seseorang di Mekkah&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/mekah_berkilau.jpg" height="375" width="500" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;MEKKAH BERKILAU&lt;/strong&gt; --Ini adalah hasil pencitraan    dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang 'diintai'    oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat    di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan    di sekitarnya tampak lebih gelap. &lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;. (NASA Astronomy Picture    of The Day) (sumber : &lt;a href="http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm" target="_blank"&gt;http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/gempa.gif" /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEY&lt;br /&gt;  &lt;/b&gt;A mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial    view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of    Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey's worst recorded    eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still    missing under the mountains of rubble.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/toman1.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;img src="http://dudung.net/images/ikantoman2.jpg" height="236" width="481" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;b&gt;Menurut pemiliknya kalau dilihat dari dekat Gambar di atas&lt;br /&gt;  menunjukkan kalimah "Lailahaillah" terbentuk pada seekor ikan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  sumber asli bisa dilihat di &lt;a href="http://www.geocities.com/syamill40/ajaib.html" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/bukit.jpg" height="900" width="450" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-7385059523891887337?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/7385059523891887337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=7385059523891887337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7385059523891887337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7385059523891887337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/koleksi-photo-kebesaran-allah-swt.html' title='Koleksi Photo Kebesaran Allah SWT'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-7166435090773255926</id><published>2008-01-31T03:09:00.000-08:00</published><updated>2008-01-31T03:10:19.573-08:00</updated><title type='text'>Tanda 100 Hari Mau Meninggal</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sumber : dudung.net&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Innalillahi wa innalillahi rojiun,&lt;/em&gt; datang dari Alloh dan akan kembali kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang - orang yang selalu mengingatNya dan beruntung serta saling mengingatkan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanda 100 hari mau meninggal... &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT     kepada hambanya dan hanya akan disadari   oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam     akan mendapat tanda ini cuma saja mereka   sadar atau tidak. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas     waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung     rambut sehingga ke hujung kaki akan     mengalami     getaran atau seakan-akan mengigil.     Contohnya seperti daging lembu yang baru     saja     disembelih dimana jika diperhatikan dengan     teliti, kita akan mendapati daging tersebut   seakan-akan bergetar. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka     yang     sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini     adalah tanda mati, maka getaran ini     akan berhenti dan hilang setelah kita sadar   akan kehadiran tanda ini. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran     atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan     tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini     akan lenyap begitu saja tanpa sembarang   manfaat. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini     maka ini adalah peluang terbaik untuk     memanfaatkan masa yang ada untuk     mempersiapkan diri dengan amalan dan     urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan   sesudah mati. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;"Tanda 40 hari sebelum hari mati" &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tanda ini juga akan berlaku sesudah     waktu Asar. Bahagian pusat kita akan     berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang     tertulis nama kita akan gugur dari pokok     yang     letaknya di atas Arash Allah SWT.     Maka malaikat maut akan mengambil daun     tersebut dan mulai membuat persediaannya     ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula     mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi     malaikat maut ini akan memperlihatkan     wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi,     mereka     yang terpilih ini akan merasakan seakan-     akan   bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma     seorang tetapi kuasanya untuk mencabut     nyawa adalah bersamaan dengan jumlah     nyawa   yang akan dicabutnya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;"Tanda 7 hari" &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Adapun tanda ini akan diberikan hanya     kepada mereka yang diuji dengan musibah     kesakitan di mana orang sakit yang tidak     makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk   makan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;"Tanda 3 hari" &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada ketika ini akan terasa denyutan di     bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi     kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan,     maka berpuasalah kita selepas itu supaya     perut     kita tidak mengandungi banyak najis dan ini     akan memudahkan urusan orang yang akan     memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata     hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi     orang yang sakit hidungnya akan perlahan-     lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita     melihatnya dari bahagian sisi.     Telinganya akan layu dimana bagian     ujungnya akan beransur-ansur masuk ke     dalam.     Telapak kakinya yang terlunjur akan     perlahan-   lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;"Tanda 1 hari" &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana     kita akan merasakan satu denyutan di     sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-     ubun     di mana ini menandakan kita tidak akan     sempat     untuk menemui waktu Asar keesokan   harinya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;"Tanda akhir" &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Akan terjadi keadaan di mana kita akan     merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa     itu     akan turun ke pinggang dan seterusnya     akan naik ke bahagian halkum.     Ketika ini hendaklah kita terus mengucap     kalimah Syahadah dan berdiam diri dan     menantikan kedatangan malaikat maut untuk     menjemput kita kembali kepada Allah SWT     yang     telah menghidupkan kita dan sekarang akan   mematikan pula. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sesengguhnya mengingati mati itu adalah   bijak &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-7166435090773255926?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/7166435090773255926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=7166435090773255926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7166435090773255926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7166435090773255926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/tanda-100-hari-mau-meninggal.html' title='Tanda 100 Hari Mau Meninggal'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-632650411945490334</id><published>2008-01-24T01:56:00.001-08:00</published><updated>2008-01-24T02:00:07.972-08:00</updated><title type='text'>Syariat Islam Mengenai "Ilmu Tenaga Dalam"</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://mediamuslim.org/m/aqidah-islam/syariat-islam-mengenai-ilmu-tenaga-dalam.html"&gt;&lt;span class="datasimp"&gt;&lt;span class="datasimp"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a target="_blank"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="datasimp"&gt;&lt;span class="datasimp"&gt;&lt;a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank"&gt;MediaMuslim.Info&lt;/a&gt; - &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tenaga dalam merupakan salah satu bentuk &lt;em&gt;'khawariqul 'adah'&lt;/em&gt; (kemampuan luar biasa), adakalanya kemampuan ini berasal dari Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;, sebagaimana yang dianugrahkan kepada wali-wali-Nya. Dan ada kalanya berasal dari syaiton yang kemudian sering dianggap sebagai anugrah ilahi, sebagaimana yang diperlihatkan oleh wali-wali syaiton tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Menurut para ulama, diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;em&gt;Rahimahulloh&lt;/em&gt;, antara kedua &lt;em&gt;'khawariqul 'adah'&lt;/em&gt; (kemampuan luar biasa) dapat dibedakan dengan dua tinjauan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Pertama&lt;/strong&gt; adalah melalui keadaan orang yang mendapatkannya. Apabila orang yang mendapatkannya adalah orang yang bertakwa, dari kalangan ahli tauhid, memiliki Ilmu dalam Syariat Islam yang shohih, ikhlas dalam beribadah, tidak mengamalkan amalan-amalan bid'ah yaitu amalan ibadah yang tidak mencontoh tuntunan Rasululloh &lt;em&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan bukan termasuk pelaku maksiat, maka apabila ia mendapatkan &lt;em&gt;'khawariqul 'adah'&lt;/em&gt; berarti itu merupakan anugrah Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;. Sebaliknya apabila yang mendapatkannya bukan dari kalangan ahli tauhid, seperti halnya orang-orang yang suka melakukan perbuatan syirik, misalnya memohon berkah melalui kuburan orang-orang yang dikeramatkan, mengadakan acara &lt;em&gt;'haul'&lt;/em&gt; (merayakan hari ulang tahun kematian) dan lainnya, maka yang diperolehnya adalah &lt;em&gt;'khawariqul 'adah'&lt;/em&gt; (kemampuan luar biasa) yang berasal dari Syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga apabila yang memperoleh adalah yang suka melakukan perbuatan bid'ah, misalnya membaca dzikir-dzikir yang tidak disyari'atkan. Seperti dengan membatasi jumlah-jumlah, bentuk-bentuk, suara-suara, atau cara-cara tertentu yang tidak ada contohnya dalam syari'at. Atau orang yang suka berbuat maksiat. Misalnya tidak menjaga batas-batas pergaulan antara pria dan wanita, tidak memelihara jenggot, meminum yang memabukkan, memakan harta riba, merokok, tidak menutup aurat dan lain-lain. Apabila demikian keadaan orangnya, maka &lt;em&gt;'khawariqul 'adah&lt;/em&gt; yang diperoleh adalah berasal dari Syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Kedua&lt;/strong&gt; adalah melalui sebab diperolehnya &lt;em&gt;'khawariqul 'adah'&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Khawariqul 'adah&lt;/em&gt; yang berasal dari Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala &lt;/em&gt;hanya bisa diperoleh dengan ketaatan, keimanan dan ketakwaan. Selain itu Islam tidak mengajarkan seorang muslim untuk beribadah untuk tujuan mendapatkan&lt;em&gt; 'khawariqul 'adah' &lt;/em&gt;(kemampuan luar biasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru itulah yang membedakan antara yang berasal dari Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala &lt;/em&gt;dan yang berasal dari Syaithan. Yaitu bahwa &lt;em&gt;'khawariqul 'adah'&lt;/em&gt; yang berasal dari Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala &lt;/em&gt;tidak bisa dipelajari apalagi dibakukan menjadi semacam 'ilmu kedigdayaan', sedangkan yang berasal dari Syaithan bisa dipelajari dan bisa dibakukan menjadi suatu ilmu. Sekalipun secara zhahir dilakukan dengan membaca ayat atau dzikir. Sebagaimana difirmankan Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala, &lt;/em&gt;yang artinya: &lt;em&gt;"Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara suami dan istrinya" &lt;/em&gt;(QS: Al-Baqarah: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan, bahwa&lt;em&gt; 'khawariqul 'adah'&lt;/em&gt; yang dapat dipelajari adalah sihir (berasal dari Syaithan), sedangkan yang berasal dari anugrah Alloh &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala &lt;/em&gt;tidaklah dapat dipelajari sebagaimana sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Fathul Bari X/223, Ibnu Hajar Al-Asqalani; Al-Furqan Baina Auliya'ir Rahman wa Auliya'isy Syaithan)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-632650411945490334?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/632650411945490334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=632650411945490334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/632650411945490334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/632650411945490334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/syariat-islam-mengenai-ilmu-tenaga.html' title='Syariat Islam Mengenai &quot;Ilmu Tenaga Dalam&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-6378486537280669245</id><published>2008-01-24T01:42:00.000-08:00</published><updated>2008-01-24T01:54:34.940-08:00</updated><title type='text'>Fungsi Ilmu</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;www.mediamuslim.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fungsi Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;         &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&amp;amp;do_pdf=1&amp;amp;id=628" target="_blank" onclick="window.open('http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=628','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="PDF"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=628&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0" target="_blank" onclick="window.open('http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=628&amp;pop=1&amp;page=0','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=628&amp;amp;itemid=13" target="_blank" onclick="window.open('http://mediamuslim.org/m/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=628&amp;itemid=13','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="E-mail"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;      &lt;script&gt;     function lightup(imageobject, opacity){    if (navigator.appName.indexOf("Netscape")!=-1     &amp;&amp;parseInt(navigator.appVersion)&gt;=5)    imageobject.style.MozOpacity=opacity/100    else if (navigator.appName.indexOf("Microsoft")!= -1      &amp;&amp;parseInt(navigator.appVersion)&gt;=4)    imageobject.filters.alpha.opacity=opacity   }     &lt;/script&gt;                                           &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;                    &lt;p class="writtenby"&gt;Dikirim Oleh  TIM Redaksi                                                                           ||  Kamis, 03 Januari 2008  - Pukul: 14:29  WIB&lt;/p&gt;                     &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;                                              &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Sarana paling utama menuju taqwa&lt;br /&gt;Urgensi ilmu dalam kehidupan seorang mukmin yang bertaqwa adalah hal yang tidak dapat disangkal. karena ketaqwaan itu sendiri identik dengan kemampuan merealisasikan ilmu yang shahih (benar) yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful umah (pendahulu umat ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Amalan yang tidak terputus pahalanya.&lt;br /&gt;Ilmu merupakan sesuatu yang paling berharga bagi setiap muslim, sebab ilmu akan memelihara pemiliknya dan merupakan beban bawaan yang tidak berat, bahkan akan semakin bertambah bila diberikan atau digunakan, serta merupakan amalan yang akan  tetap mengalir pahalanya, meskipun pemiliknya telah wafat, sebagaimana sabda Rasulullah &lt;em&gt;shallallaahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda (artinya): Jika telah meninggal seorang manusia, maka terputuslah semua amalnya. Kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak shalih yang mendoakannya. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pondasi Utama Sebelum Berkata dan beramal.&lt;br /&gt;Ilmu memiliki kedudukan yang agung dalam din ini, oleh karenanya ahlus sunnah wal jama‘ah menjadikan ilmu sebagai pondasi utama sebelum berkata-kata dan beramal sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhariy Rahimahullaahu Ta’aalaa dalam shahih-nya “Bab ilmu sebelum berkata dan beramal“ berdasarkan firman Allah ta‘ala:&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;h2&gt;فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات والله يعلم متقلبكم ومثواكم  &lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;Syaikh Shalih Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rahimahullaahu ta‘ala&lt;/em&gt; mengatakan: “Dengan ayat ini Imam Al Bukhariy berdalil bahwa kita harus memulai dengan ilmu sebelum berkata dan beramal. Ini merupakan dalil naqli yang jelas bahwa manusia berilmu terlebih dahulu sebelum beramal dan berkata. Sedangkan secara aqli hal yang membenarkan bahwa ilmu harus dimiliki sebelum beramal dan berkata karena perbuatan dan perkataan tidak akan dinilai disisi Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta‘ala &lt;/em&gt;sebagai suatu ibadah jika tidak sesuai dengan syari‘at. Sedangkan seseorang tidaklah mengetahui apakah amalannya sesuai dengan syari‘at atau tidak melainkan dengan ilmu…” (Syarah Tsalatsatul Ushul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4  Ilmu Merupakan Kebutuhan Rohani&lt;br /&gt;Kebutuhan rohani terhadap ilmu melebihi kebutuhan jasmani terhadap makan dan minuman, sebagaimana perkataan Imam Ahmad &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;: ”Kebutuhan manusia akan ilmu melebihi kebutuhannya akan makanan dan minuman, sebab makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, namun ilmu dia dibutuhkan sepanjang tarikan nafasnya.” Sebab rohani merupakan penggerak utama bagi jasmani, jika  rohani telah kering dari ilmu maka pada hakekatnya dia telah mati sebelum mati dan manusia seperti ini ibarat mayat-mayat  yang  berjalan, atau hidup bagaikan binatang ternak yang tidak dapat mengambil pelajaran dan pengajaran. Allah &lt;em&gt;Ta’&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;l&lt;u&gt;a&lt;/u&gt;  &lt;/em&gt;berfirman (artinya):&lt;br /&gt; &lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mau memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mau melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mau mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai"&lt;/em&gt;. (&lt;strong&gt;Q.S. Al A‘raf: 179&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama’ rabbani merupakan manusia yang memiliki andil yang paling besar dalam memenuhi kebutuhan rohani mereka, oleh karenanya jika ulama telah meninggal dunia, maka hal itu merupakan musibah besar bagi kaum muslimin sebab akan hilanglah kesempatan bagi umat untuk memenuhi kebutuhan rohani mereka yang akan mengakibatkan umat ini tenggelam dalam lautan syahwat dan syubhat. Hasan al Bashri &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata: "Kalaulah bukan karena Ulama, maka jadilah manusia seperti binatang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5  Salah satu bentuk metode tashfiyah dan tarbiyah bagi umat agar tidak menjadi alat permainan iblis dan bala tentarannya .&lt;br /&gt;Syaikh Salim Al-Hilali &lt;em&gt;hafidzhahullah&lt;/em&gt; berkata: “Ketahuilah bahwa tipu daya iblis paling awal adalah memalingkan manusia dari ilmu, sebab ilmu adalah cahaya, dan jika telah padam cahaya lentera mereka, dengan mudah iblis akan membenamkan mereka dalam kedzaliman (kegelapan) sekehendaknya.(lihat Manhajul Anbiya fii Tazkiyatun Nufus, hal.110)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;(Diambil dari makalah Ust. Ridwan Hamidi, Lc pada SIIP Masjid Kampus UGM tahun 2002 dengan beberapa koreksi)&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-6378486537280669245?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/6378486537280669245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=6378486537280669245' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6378486537280669245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6378486537280669245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/fungsi-ilmu.html' title='Fungsi Ilmu'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-7772261512728984760</id><published>2008-01-16T00:41:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T00:45:46.245-08:00</updated><title type='text'>4. Tokoh Kebangkitan Islam Kedua</title><content type='html'>Sumber : www.kawansejati.ee.itb.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;4. Tokoh Kebangkitan Islam Kedua&lt;/h2&gt;                                                               &lt;span class="submitted"&gt;Mon, 2007-04-16 12:44 — admin&lt;/span&gt;           &lt;!--paging_filter--&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Pemimpin yang dijanjikan dalam kilasan sejarah Islam&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemenangan dan kejayaan umat Islam selalu dimulai dari lahirnya seorang pemimpin    yang ditunjuk oleh Tuhan. Dalam sejarah agama Islam, Dalam sejarah Umat Islam    beberapa kali Allah menjanjikan adanya kemenangan umat Islam di bawah seorang    pemimpin, dan beberapa janji itu telah terwujud. Salah satu diantaranya adalah    jatuhnya Konstantinopel kepada umat Islam. Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://kawansejati.ee.itb.ac.id/files/hadis_pemimpin_kebangkitan_islam.jpg" alt="hadis tentang mujaddid setiap awal kurun" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="" center="" align="center"&gt;&lt;i&gt;Konstantinopel akan jatuh ke tangan    seorang pemimpin yang baik lagi beragama, (tentaranya) tidak melampaui batas,    tidak mencuri dan (rakyatnya) tidak menipu dan tidak bergaul bebas (Riwayat    Abu Dawud)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="" center="" align="center"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Mengenai pemimpin di akhir zaman,  Rasulullah SAW bersabda &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;:&lt;img src="http://kawansejati.ee.itb.ac.id/files/hadis_imam_mahdi.jpg" alt="hadis imam mahdi" height="184" width="341" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;i&gt;Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan    keadilan. Maka apabila kamu meyakini demikian itu, hendaklah kamu bersama &lt;b&gt;Pemuda    dari Bani Tamim itu&lt;/b&gt;. Sesungguhnya dia datang &lt;b&gt;dari sebelah Timur&lt;/b&gt; dan    &lt;b&gt;Dialah pemegang Panji Panji Al Mahdi&lt;/b&gt;.&lt;/i&gt; " (Riwayat Ahmad)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Daripada Al Hassan, bahwasanya Nabi menyebut akan bala yang menimpa keluarganya    sehinggalah ALLAH mengutus Panji Panji Hitam dari Timur, barangsiapa yang menolongnya,    ALLAH akan menolongnya dan barangsiapa yang menghinanya ALLAH akan menghinanya,    hinggalah mereka itu mendatangi &lt;b&gt;seorang lelaki yang namanya seperti namaku&lt;/b&gt;.    Mereka pun melantiknya memimpin mereka, maka ALLAH pun membantu dan menolongnya  &lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://kawansejati.ee.itb.ac.id/files/hadis-panji-hitam.jpg" alt="hadis panji panji hitam imam mahdi" height="147" width="376" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Dari Abdullah Bin Mas’Ud dia berkata : Ketika kami berada di    sisi Rasulullah SAW tiba tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan bani    Hasyim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang    air mata dan wajah Baginda berubah. Aku pun bertanya,”Mengapakah kami melihat    pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Baginda menjawab, “kami ahlul bait    telah ALLAH pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima    bencana dan &lt;b&gt;penyingkiran&lt;/b&gt; selepasku kelak sehinggalah datang &lt;b&gt;suatu    kaum dari sebelah timur dengan membawa bersama sama mereka panji panji berwarna    hitam. &lt;/b&gt;Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun    berjuang dan memperoleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu    tetapi mereka tidak menerimanya sehinggalah &lt;b&gt;mereka menyerahkannya kepada    seorang lelaki dari kaum kerabatku yang &lt;/b&gt;memenuhi bumi ini dengan keadilan    sebagaimana ia dipenuhi oleh kedurjanaan. Barangsiapa diantara kamu yang sempat    menemuinya, maka datangilah mereka, walaupun merangkak diatas salju. Sesungguhnya    dia adalah &lt;b&gt;AL MAHDI . (Sunan at-Tarmizi, Jilid 9; Sunan Abu Daud, Jilid 5).&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Nabi SAW bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;"Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya al-Mahdi    (iaitu) dari kalangan kaum keluargaku sejurus sebelum hari kiamat walaupun kiamat    itu cuma tinggal sehari sahaja. Dia akan menyebarkan keadilan dan kesaksamaan    di atas muka bumi ini dan menghapuskan kezaliman dan penindasan." (Musnad    Ahmad Ibnu Hanbal, Jilid 1) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telah jelas di beberapa hadist di atas bahwa aktor kebangkitan Islam kedua    tak lain adalah Imam Mahdi atau Muhammad bin Abdullah kedua. Dialah orang yang    paling ditakuti musuh-musuh Islam di akhir zaman. Imam Mahdi adalah seorang    laki-laki yang ciri-cirinya telah diberi tahu oleh Rasulullah SAW. Namanya seperti    nam Rasulullah, nama ayahnya seperti nama Ayah Rasulullah dan dia adalah keturunan    Rasulullah SAW. Jadi ciri-ciri ini adalah jelas, Namanya adalah Muhammad Bin    Abdullah, bukan Muhammad bin fulan atau bin yang lain. Imam Mahdi akan mendapatkan    pemerintahan dalam semalam. Tetapi sebelumnya ada seorang tokoh lagi yang mempersiapkan    tapak bagi Imam Mahdi. Tokoh ini adalah tangan kanan Imam Mahdi yang nanti akan    memberikan kekuasaan yang telah didapatkannya hanya dalam semalam kepada Imam    Mahdi. Tokoh yang jarang disebutkan ini adalah&lt;b&gt; Putera Bani Tamim&lt;/b&gt; atau    &lt;b&gt;Pemuda Bani Tamim&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Al Mansyur&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Sueb bin Shaleh&lt;/b&gt;    atau&lt;b&gt; Fata At Tamimi&lt;/b&gt;. Dia datang dari Timur dan dia lah pembawa panji-panji    hitam. Tentang Putera Bani Tamim ini jarang dibahas karena hadist-hadist mengenai    tokoh ini sudah banyak di hancurkan oleh musuh terutama saat penyerangan Mongol    kepada Umat Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun, siapa saja yang mendengar tentang Putera Bani Tamim, Rasulullah meminta    kita untuk mendatanginya walapun merangkak diatas salju. Karena pada dialah    panji-panji Al Mahdi ada, pada dialah kunci-kunci tapak kebangkitan Islam kedua    sebelum diserahkan kepada Imam Mahdi. Pemuda Bani Tamim datang dari Timur. Banyak    ulama-ulama muntabar yang menyatakan Timur yang dimaksud adalah Asia Tenggara.    Pemuda Bani Tamim akan mendapatkan kekuasaan atau sebuah pemerintahan di Timur.    Selanjutnya kekuasaan itu akan diserahkan kepada Imam Madi atau Muhammad bin    Abdullah kedua.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; Jika begitu, bagaimana sikap kita sebagai umat Islam di Timur yang berada    di akhir zaman? Carilah Fata At Tamimi, karena hanya pada dialah kunci-kunci    Al Mahdi berada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadist-hadist tentang Imam Mahdi adalah mutawatir maknawi. Banyak   yang menyebutkan, dan juga ada di kitab-kitab ulama-ulama muktabar. Beberapa   diantaranya sebagai referensi disebutkan di bawah ini :&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Sahih al-Bukhari, Kitab Bad’ ul-Khalq wa Nuzul   Isa, Jilid 4.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Muslim, Sahih Muslim, Jilid 1, Jilid 2,   Bab Nuzul Isa, Bab 1&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Abu Daud, Sunan Abu Daud, Jilid 2, Jilid   3 &amp;amp; Jilid 5.  &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam at-Tarmizi, Sahih at-Tarmizi, Jilid 2,   Jilid 9.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Jilid 2.     &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad Imam Ahmad, Jilid   1 &amp;amp; Jilid 3.   &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam an-Nasaie, Sunan an-Nasaie.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Al-Hakim, Mustadrak as-Sahihain, Jilid   4. &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Hajar al-Haitami, As-Sawa’iqul Muhriqah.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Qaulul Mukhtasar   fi Alamatil Mahdiyul Muntazar.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Tawus, Kitabul Malahim wal Fitan.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam at-Tabrani, Al-Majma’.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, Jilid   7. &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahzibus Sabit,   Jilid 9. &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, Jilid   7. &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Nuzhatun Nazar.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Lisanul Mizan,   Jilid 1.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ibnu Sabbagh al-Maliki, Al-Fusulul Muhimmah,   Jilid 12. &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Mahyuddin Ibnu Arabi al-Hatimi, Al-Futuhatul   Makkiyah.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Fathul Muhimmah (edisi kedua).   &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Futuhatul Islamiyah, (edisi Makkah) Jilid 2.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam As-Suyuti, Kitab Al-Hawi Lil Fatawa, Jilid   2.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam As-Suyuti, Al-Urful Wardi.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam As-Suyuti, Alamat Qiyamat.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam As-Suyuti, Al-Jami’us Saghir.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam As-Syakrani, Tanbihul Mughtarrin.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ibnu Asir, Kamilut Tawarikh, Jilid 1.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Al-Yaaqubi, Tarikh, Jilid 3.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Syamsuddin Abu Abdillah al-Ansari Al-Qurtubi,   At-Tazkirah Fi Ahwalul Mauta wa &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ahwalul Akhirah.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Al-Baihaqi, Sunanul Kubra.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ibnu Asakir, Tarikh, Jilid 4.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam at-Tabari, Tarikhul Umam Wal Muluk (Tarikh   at-Tabari), Jilid 7.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ibnu Kasir, Alamat Yaumul Qiyamah.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam As-Sakhawi, Fathul Mughith, Jilid 3.   &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Az-Zurqani, Syarhul Mawahibul Ladunniyyah,   Jilid 5. &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Ali bin Abu Bakar al-Haitami, Majma’ul   Zawaid (ed. Kaherah), Jilid 7.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Said Muhammad Hasan, Al-Mahdiyah fil Islam   (Kaherah, 1373H). &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Kanzul Ummal, Jilid 7.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Al-Hafiz Abu Nuaim, Aqdud Durar Fi Akhbaril   Mahdiyul Muntazar, Jilid 12, Bab 1.  &lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Kanji As-Syafie, Al-Bayan fi Akhbar Sahibuz   Zaman, Bab 12.   &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ubaidallah Hindi Hanafi, Arjahul Matalib.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Abu Bakar al-Iskafi, Fawa’idul Akhbar.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Abu Bakar al-Iskafi, ‘Aqdud Durar fi   Akhbaril Muntazar.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Muhammad Taisir Zibyan, Ahlul Kahfi.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Abul Fadhal Abdullah bin as-Siddiq al-Husaini   al-Idrisi al-Maliki, Ph.D.,  Al-Mahdiyul Muntazar.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Syeikh Osman Jalaluddin, Ad-Durratun Nafi’ah   fi Isyaratus Sa’ah, Bahagian 1 &amp;amp; 2.   &lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Pehin Datu Seri Maharaja Dato’ Seri Utama   Sahibul Fadhilah Haji Ismail bin Omar Abdul Aziz, Ringkasan Akidah Ahli   Sunnah wal Jemaah.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Yusuf bin Yahya bin Ali bin Abdul Aziz al-Maqdisi   asy-Syafie as-Sullami, Aqdud Durar fi Akhbaril Muntazar.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Mustaffa Suhaimi, Al Mahdi Nama Yang Paling   Dipertikai dan Sering Dieksploit Sepanjang Sejarah Umat Islam.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Siapa Mujaddid   Kurun Kelima Belas?&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Aurad Muhammadiah   Pegangan Darul Arqam, Sekaligus Menjawab Tuduhan.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Berhati-hati   Membuat Tuduhan.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;HM Thalib Lubis, Imam Mahadi.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Muhammad Labib Ahmad, Siapa Imam Mahadi?&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ibnu Khaldun, al-Muqaddimah (edisi Kaherah).&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ahmad Thompson, Dajjal, The King Who Has No   Clothes.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Muhammad As-Saban, As’afur Raghibin.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Shablanji, Nurul Absar.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Allamah Ahmad bin Muhammad bin Siddiq  al-Ghumari   al-Husni,  Abrazul Waham al-Maknun.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Imam Nuaim bin Hammad, Al-Fitan.&lt;/div&gt;   &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Ahmad bin Jaafar bin Al-Munadi, Kitabul Malahim.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;Hamud bin Abdullah at-Tuwaijiri, Al-Ihtijaj   bil Asar ‘Ala Man Ankaral Mahdiyul Muntazar.&lt;/div&gt;  &lt;div class="Section1"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div class="Section1"&gt;   &lt;div class="Section1"&gt;BAHEIS, JPM Malaysia, Mastika Hadis (Jilid   1).&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-7772261512728984760?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/7772261512728984760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=7772261512728984760' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7772261512728984760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7772261512728984760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/4-tokoh-kebangkitan-islam-kedua.html' title='4. Tokoh Kebangkitan Islam Kedua'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-2948759922451538180</id><published>2008-01-16T00:38:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T00:41:12.355-08:00</updated><title type='text'>3. Tempat Terjadinya Kebangkitan Islam Kedua</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : www.kawansejati.ee.itb.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2&gt;3. Tempat Terjadinya Kebangkitan Islam Kedua&lt;/h2&gt;                                                               &lt;span class="submitted"&gt;Mon, 2007-04-16 11:52 — admin&lt;/span&gt;           &lt;!--paging_filter--&gt; &lt;p&gt; Kita telah melihat hadist-hadist tentang Kebangkitan Islam kedua.   Hadist-hadist itu menyebutkan janji Tuhan tentang kebangkitan Islam kedua   di akhir zaman ini. Kita telah ketashui bahwa ciri-ciri zaman zekarang adalah   telah memenuhi ciri-ciri akhir zaman. Kerusakan ada dimana-mana. Hampir semua   aspek kehidupan manusia telah jauh dari Tuhan. Islam sudah tidak memiliki   jati dirinya. Islam sudah dipandang sebelah mata oleh musuh-musuh Islam. Bukan   karena besarnya musuh-musuh Islam, tapi karena lemahnya umat Islam itu sendiri.   Kita telah ketahui bahwa banyak negara-negara Islam yang kaya raya, menjadi   “ceti dunia” atau dengan kata lain negara donor. Tapi apa yang terjadi? Mengapa   Islam tidak dipandang megah? Hal itu terjadi karena umat Islam sudah seperti   buih di lautan dan telah terkena penyakit Al Wahan. Seperti hadist Rasulullah   SAW : &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;i&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Setelah aku wafat, setelah lama    aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan    menindas mereka bagai orang yang makan dengan rakus.” Sahabat bertanya, “Apakah    ketika itu umat Islam lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Rasulullah, “Bahkan    masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan    musuh. Mereka ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai    itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah, “Karena ada dua penyakit    yaitu mereka ditimpa penyakit Al Wahan.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu    Al Wahan?” Rasulullah bersabda, “Cinta dunia dan takut mati".&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tetapi dengan keadaan seperti itu Tuhan berjanji melalui lidah Rasulullah   bahwa Islam akan kembali bangkit untuk kedua kalinya di akhir zaman ini. Hadist   Rasulullah SAW : &lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt; &lt;i&gt;Dan telah mengeluarkan Abu Daud    dan Tabrani dari Abdullah bin Mas'ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak    tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai    diutuskan kepadanya seorang lelaki (&lt;b&gt;Al Mahdi&lt;/b&gt;) dari keluargaku sama namanya    dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan    sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana pun kerusakan di dunia, Tuhan telah berjanji    melalui Rasulullah SAW, Islam pasti akan kembali bangkit untuk kedua kalinya.  &lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di hadist lain disebutkan bahwa : &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Dan    telah mengeluarkan Ibni Abi Syaibah dan Nu'aim bin Hammad dalam Al Fitan dan    Ibnu Majah dan Abu Nu'aim dari Ibnu Mas'ud, katanya : “Ketika kami berada di    sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan    Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah berlinang    air mata dan wajah beliau berubah. Akupun bertanya : “Mengapakah kami melihat    pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”. Beliau menjawab : “Kami Ahlul    bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan    menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya &lt;b&gt;&lt;u&gt;suatu    kaum dari sebelah Timur&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna    hitam. Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun    berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta    itu, tetepi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang    lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi    dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka    datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al    Mahdi.” &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW   telah mengambil tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi ini pemuda   yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang   demikian itu, maka wajib kamu mencari &lt;b&gt;Pemuda&lt;/b&gt; dari &lt;b&gt;Bani Tamim, &lt;u&gt;dia   datang dari sebelah Timur&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi”.   (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti) &lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://kawansejati.ee.itb.ac.id/files/hadis_sayuti.jpg" /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;i&gt;Dari Tsauban R.A, dia berkata, telah bersabda Rasulullah    SAW, akan datang Panji Panji Hitam dari sebelah Timur, seolah olah hati mereka    kepingan kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang    kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak diatas salju.    (dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Al hafiz Abu Nuaim) (dari kitab Al    Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti) &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Dari Hadist-hadist diatas, kebangkitan Islam kedua ternyata akan dimulai dari Timur. Tetapi pertanyaanya Timur sebelah mana? Jika kita melihat pola penyebaran Islam ketimur oleh para sahabat dan para tabiin, tabiut tabiin serta para pejuang-pejuang dahulu, kita akan melihat bahwa mereka bergerak kearah Timur hingga berhenti ke wilayah Asia Tenggara ini. Telah kita ketahui menurut sejarah bahwa PengIslaman Indonesia banyak dilakukan oleh saudagar-saudagar dari hujurat. Tapi sebenarnya pedagang-pedagang dari hujurat itulah utusan-utusan dari khalifah-khalifah Islam zaman itu untuk mengislamkan timur. Rasulullah memang tidak menyebutkan Timur sebelah mana. Tetapi jika kita kaji, kita lihat sejarah dengan teliti maka kita akan dapat melihat suatu pola yang cukup memberi alasan logis mengapa Asia Tenggara adalah Timur yang dimaksudkan. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Contoh saja Jawa atau Nusantara secara umumnya. Sebelum Islam masuk,   Nusantara adalah daerah beragama budha-hindu dan menganut kepercayaan animisme   dan dinamisme. Lalu datanglah beberapa gelombang wali-wali yang langsung berasal   dari timur tengah. Mereka terkenal dengan sebutan wali songo. Banyak ditemukan   di beberapa daerah di Indonesia makam para wali-wali. Bahkan di daerah Barus,   Sumatra Utara, ditemukan makam Sahabat Rasulullah yang di nisan tersebut bernama   Syeikh Rukunuddin. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Jika kita cermati lagi setelah Indonesia dijajah selama 350 Tahun   oleh penjajah Belanda saat itu yang salah satu misinya adalah mengkafirkan   umat Islam di Nusantara, tetapi ternyata umat Islam dia Asia Tenggara tidak   dapat di musnahkan, malah semakin membesar. Hal ini tidak terjadi di Afrika.   Penjajahan di Afrika dapat mengubah agama di sana yang semula Islam menjadi   bukan Islam. Kita bisa melihat sejarah Senegal, Mali, Nigeria dan sebagainya.   &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain itu, di tanah Nusantara ini kepercayaan terhadap Imam Mahdi   sangat kuat. Mereka mengenalnya dengan nama Ratu Adil. Hal ini berkat dari   para wali dan juga kitab-kitab yang ada di nusantara ini yaitu joyoboyo:babad   cirebon. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Mengapa hal itu terjadi?Mengapa para wali atau yang disebut oleh ahli sejarah    sebagai pedagang dari Hujarat itu datangnya ke Tanah Air, tidak ke China, ke    Roma, atau Persia yang waktu itu menjadi Empire. Jawabannya adalah karena mereka    menagih janji Tuhan melalui Rasulullah SAW  bahwa Islam akan bangkit untuk kedua    kalinya di bumi sebelah Timur. Hati mereka digerakan oleh Tuhan untuk mempersiapkan    timur ini. Kita adalah orang Timur. Sebenarnya ini adalah kasih sayang Tuhan    kepada kita. Hanya Melayulah bangsa yang belum pernah memegang kekuasaan dunia.    Tetapi Tuhan menjanjikannya melalui Kebangkitan Islam kedua. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-2948759922451538180?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/2948759922451538180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=2948759922451538180' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2948759922451538180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2948759922451538180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/3-tempat-terjadinya-kebangkitan-islam.html' title='3. Tempat Terjadinya Kebangkitan Islam Kedua'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-45424392218794722</id><published>2008-01-16T00:28:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T00:38:30.373-08:00</updated><title type='text'>2. Cara Islam Bangkit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : www.kawansejati.ee.itb.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2&gt;2. Cara Islam Bangkit&lt;/h2&gt;                                                               &lt;span class="submitted"&gt;Mon, 2007-04-16 11:57 — admin&lt;/span&gt;           &lt;!--paging_filter--&gt;&lt;p&gt;Dengan berpegang pada hadist-hadist Rasulullah SAW bahwa Islam akan   bangkit untuk kedua kalinya, maka kita sebagai umat Islam harus mengetahui cara   yang tepat untuk menagih kebangkitan Islam kedua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kebangkitan Islam kedua merupakan janji Tuhan untuk umat akhir zaman setelah kebangkitan Islam pertama yaitu zaman Rasulullah SAW dan para sahabat. Ini adalah suatu kasih sayang yang sangat besar dari Tuhan kepada hamba-hambaNya terutama umat Islam di akhir zaman. Namun kita mesti mengetahui cara atau sunatullah Islam diberi kemenangan oleh Tuhan atau dalam kata lain jalan untuk kebangkitan Islam kedua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam Islam, cara memperoleh kemenangan dan kejayaan tidak seperti   orang bukan Islam mendapatkannya. Dalam Islam cara untuk memperoleh kemenangan   dan kejayaan sangat berbeda dan memiliki cara atau sistem tersendiri. Yaitu   melalui bantuan Tuhan, sehingga saat mendapat kemenangan dan kejayaan, umat   Islam semakin merasakan kebesaran Tuhan, merasakan sangat memerlukan Tuhan,   dan menjadi lebih cinta kepada Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita sudah jauh dari zaman Rasulullah SAW hidup, tetapi kita masih   dapat melihat dan belajar dari sejarah perjuangan para sahabat dan Rasulullah   SAW saat itu. Dan juga ada sistem yang Tuhan berikan agar bara api Islam tetap   menyala selepas Rasulullah SAW wafat. Meskipun Rasulullah SAW jasadnya sudah   wafat namun menurut keyakinan atau I’tiqad Ahlussunah Wal Jamaah Ruh Rasulullas   SAW sangat aktif dalam membantu dan ikut serta dalam perjuangan Islam hingga   ke akhir zaman karena Rasulullah adalah Nabi dan Rasul yang terakhir dan untuk   Umat Islam hingga ke akhir zaman.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau kita melihat sejarah Islam dalam mendapatkan kemenangan dan kejayaan,   cara atau sistemnya tidak seperti sistem yang ada saat itu. Tidak memakai sistem   barat, seperti demokrasi, kapitalisme, atau sistem manapun. Dalam Al Qur’an   diceritakan pada Surat Al Baqarah ayat 246 – 247, Tuhan mengajarkan kepada manusia   yang ditimpa masalah besar untuk menyelesaikan masalah mereka dengan bertanya   kepada Tuhan melalui orang yang dekat dengan Tuhan.  Atau dengan kata lain bertanya   kepada Tuhan melalui orang Tuhan. Di Zaman itu, Bani Israel   meminta tolong kepada Nabi Samuel untuk berdoa meminta petunjuk Tuhan agar di   turunkan seorang pemimpin yang dapat memecahkan masalah mereka. Lalu Nabi Samuel   pun berdoa dan dengan wahyu dari Tuhan, Nabi Samuel menyatakan bahwa Tuhan telah   menunjuk Thalut Sebagai pimpinan umat di waktu itu untuk melawan musuhnya. Dan   dengan Izin Allah mereka memenangkan pertempuran. Padahal Thalut hanya seorang   petani yang tidak dikenal oleh kebanyakan masyarakat di zamannya. Ia tidak memiliki   pengalaman apapun dalam bidang ekonomi, politik, apa lagi militer. Tetapi begitulah   bila Tuhan sudah berkehendak, maka Tuhan pilih  pemimpin-Nya dan Tuhan turunkan   bantuan-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi bagaimana dengan kita umat di akhir zaman ini yang sudah ditinggal oleh    Rasulullah SAW? Bagaimana kita dapat mengubah nasib kita? Rasulullah pernah    bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://kawansejati.ee.itb.ac.id/files/hadis_mujaddid.jpg" height="68" width="305" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;ALLAH mengutuskan pada ummat ini di setiap awal 100 tahun, orang yang akan    memperbaharui urusan agama-Nya (mujaddid) (Riwayat Abu Dawud)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang dimaksudkan dengan hadist ini adalah selepas WAFAT nya Rasulullah SAW, di    setiap awal 100 tahun hijriah Tuhan akan mengutus seorang hamba-Nya ke dunia,    yang tugasnya untuk menghidupkan kembali ajaran Islam di kurun itu. Orang ini    tidak membawa ajaran baru, tetapi menunjukkan kepada manusia cara mengamalkan    Islam dengan tepat dan indah di zamannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada orang orang seperti inilah Jadwal Tuhan yang ada di sela-sela ratusan    ribu hadist Rasulullah itu, yang berlaku untuk zaman itu, akan di ungkapkan    secara DETAIL. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bahkan keberadaan mujaddid ini sendiri termasuk dalam Jadwal Tuhan   juga. Sudah tercatat rapi dalam sejarah nama para mujaddid yang lahir di setiap   awal kurun. Bermula dari Sayidina Umar Bin Abdul Aziz, Imam Syafi’i, Iman Abu   Hasan Al Ashaari, Imam Ghazali, Imam Sayuti, dan lain lain lagi. Sampai saat   ini semuanya sudah berjumlah 14 orang. Kita dunia sedang menanti mujaddid kurun   ke 15. Kita beruntung berada di Awal Kurun ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pemimpin atau Mujaddid ini akan mengembalikan fitrah manusia dan   mengajak manusia kepada Tuhan. Jika manusia telah dekat dengan Tuhan maka Tuhan   akan membantu dan membela umat Islam sehingga Umat Islam diberi kemenangan dan   kejayaan. Kaedah atau sistem ini juga dilakukan di zaman para sahabat. Para   sahabat 13 tahun dikenalkan oleh Rasulullah SAW dengan Tuhan hingga para sahabat   mabuk dengan Tuhan, baru tahun ke 11 kenabian syariat pertama tentang shalat   baru turun. Sehingga para sahabat melaksanakan syariat atas dasar cinta kepada   Tuhan bukan karena terpaksa atau dipaksa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitulah sistem Tuhan untuk mengembalikan kejayaan dan kemenangan Islam.    Harus ada Pemimpin yang Tuhan tunjuk dan ada pengikut dan sistem yang mengikutinya    atau dalam kata lain pemimpin itu mesti bersama dengan jamaahnya. Pemimpin ini    bukan ditunjuk-tunjuk oleh manusia dengan sistem demokrasi tetapi ditunjuk oleh    Tuhan melalui orang Tuhan. Begitu juga dengan kebangkitan Islam kedua, cara    dan jalannya seperti itu, mesti ada pemimpin yang ditunjuk oleh Tuhan untuk    memulai kebangkitan Islam kedua.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-45424392218794722?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/45424392218794722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=45424392218794722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/45424392218794722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/45424392218794722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/2-cara-islam-bangkit.html' title='2. Cara Islam Bangkit'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-6251257539629799746</id><published>2008-01-16T00:08:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T00:28:41.367-08:00</updated><title type='text'>1. Kebangkitan Islam yang Kedua</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : www.kawansejati.ee.itb.ac.id&lt;/span&gt;&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;1. Kebangkitan Islam yang Kedua&lt;/h2&gt;                                                               &lt;span class="submitted"&gt;Mon, 2007-04-16 11:45 — admin&lt;/span&gt;           &lt;!--paging_filter--&gt;&lt;p align="left"&gt; Jika kita melihat dan mencermati kondisi   dunia sekarang dengan seksama. Beberapa dari kita beranggapan bahwa dunia sekarang   sudah selayaknya untuk dikiamatkan. Kerusakan yang terjadi di dunia ini sudah   meluas ke seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari system pendidikan yang   memisahkan kehidupan dunia dengan Tuhan hingga system ekonomi kapitalis yang   sangat menyengsarakan. Belum lagi dari sisi kebudayaan yang memuja nafsu dan   merusakkan generasi penerus bangsa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah pernah bersabda : &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://kawansejati.ee.itb.ac.id/files/hadis-2-perkara.jpg" height="63" width="277" /&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Aku Tinggalkan untukmu dua perkara.    Tidak akan sesat selamanya selagi kamu menuruti keduanya. Yaitu Kitabullah dan    Sunnah Rasul-Nya (riwayat Imam Malik dan Anas) &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Rasulullah SAW adalah Nabi dan Rosul penutup dan untuk umatnya   hingga ke akhir zaman. Rasulullah SAW bukan saja untuk umat diwaktu Rasulullah   SAW masih hidup tetapi untuk kita umat Islam hingga ke akhir zaman. Jadi sebenarnya   Rasulullah SAW masih memantau umatnya hingga akhir zaman. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Karena kasih sayang Tuhan kepada hamba-hambaNya melalui lidah   Rasulullah SAW ada janji-janji Tuhan atau Jadwal Tuhan yang akan terjadi,   terutama di akhir zaman ini. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Rasulullah SAW bersabda : &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://kawansejati.ee.itb.ac.id/files/hadis-jadwal-tuhan-untuk-umat-islam.jpg" height="384" width="364" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“ &lt;i&gt;Telah terjadi zaman Kenabian atas kamu, maka terjadilah zaman kenabian    itu sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian ALLAH mengangkat zaman itu. Kemudian    terjadilah Zaman Kekhalifahan (khulafa’ ur Rasyidin) yang berjalan seperti Zaman    Kenabian. Maka terjadilah zaman itu sebagaimana yg ALLAH kehendaki. Kemudian    Allah Mengangkatnya, lalu terjadilah Zaman Pemerintahan yang Menggigit (Zaman    Fitnah). terjadilah zaman itu sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian ALLAH    mengangkatnya pula. Kemudian terjadilah Zaman penindasan dan penzaliman (pemerintahan    diktator) dan terjadilah Zaman itu sebagai mana yang ALLAH kehendaki. Kemudian    terjadi pula zaman kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa) yang berjalan di atas    cara hidup Zaman kenabian&lt;/i&gt;”. Kemudian baginda diam. (Riwayat Ahmad) &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang sudah di kurun 15 Hijriah,    hampir semua jadwal Tuhan sudah terjadi. Jika melihat kerusakan yang ada sekarang    sejak jatuhnya Turki dari tangan Islam kita sekarang berada pada zaman penindasan    dan penzaliman. Kalau kita melihat hadist diatas berarti setelah zaman ini kita    akan memasuki zaman kekhalifahan atauzaman dimana Islam kebali bangkit dan berjaya    di seluruh dunia seperti zaman kenabian. Sebelum dunia dikiamatkan Tuhan telah    berjanji melalui Rasul-Nya, Rasulullah SAW, bahwa : &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;“&lt;i&gt;Jika cuma tinggal    sehari saja sebelum kiamat tiba, niscaya ALLAH pasti akan mengutuskan seorang    lelaki dari kaum keluargaku yang akan memenuhi dunia ini dengan keadilan dan    keseksamaan, seperti sebelumnya bumi ini dipenuhi oleh penindasan&lt;/i&gt;” (Sabda    Rasulullah SAW dari Sayidina Ali R.A (Sunan Abu Dawud))&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah    bin Mas'ud dari pada Nabi SAW sabdanya : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; “&lt;i&gt;Kalau tidak tinggal dari dunia    kecuali sehari, niscaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya    seorang lelaki dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan    ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi    dengan kezaliman&lt;/i&gt;”    &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-6251257539629799746?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/6251257539629799746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=6251257539629799746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6251257539629799746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6251257539629799746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/1-kebangkitan-islam-yang-kedua.html' title='1. Kebangkitan Islam yang Kedua'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1647301004911666181</id><published>2008-01-15T20:50:00.000-08:00</published><updated>2008-01-15T21:00:11.719-08:00</updated><title type='text'>Kebangkitan Islam Tahun 2020</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sumber : www.pikiran-rakyat.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Islam Tahun 2020?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;DALAM tataran             wacana, ada perbedaan antara tahun baru Islam tahun lalu dengan masa sekarang. Sejumlah             narasumber "PR" di kalangan umat Islam menyebutkan, detik-detik peringatan tahun             baru Islam saat ini diwarnai dengan perbincangan tentang hasil intelijen asing yang             menyimpulkan asumsi terjadinya kebangkitan Islam secara total pada tahun 2020. Ya, itu             berarti tinggal 14 tahun lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;table bordercolorlight="#C0C0C0" bordercolordark="#FFFFFF" style="float: right; margin-left: 5px; margin-bottom: 5px;" border="1" bordercolor="#ffffff" cellpadding="3" cellspacing="0" width="260"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/012006/30/teropong/teropong-kebangkitan.gif" border="1" height="157" width="250" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td bgcolor="#f2f2f2"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;i&gt;SEMANGAT mengkaji agama di masa kebangkitan                 Islam tumbuh di mana-mana, salah satunya pengajian mingguan yang diselenggarakan Ustaz Aam                 Amiruddin, di Masjid Al Murosallah Divlat Telkom Gegerkalong Bandung, Minggu (29/1).* &lt;/i&gt;&lt;small&gt;M.                 GELORA SAPTA/"PR"&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sementara itu, selama sepekan ini "PR" mencatat adanya "dialog             hangat" seputar bagaimanakah upaya mengondisikan umat Islam agar selalu siap             menyambut tibanya abad ke-15 Hijriah sebagai momentum sesungguhnya kebangkitan kaum             Muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Selain itu, yang juga tak kalah menariknya adalah wacana perihal apakah benar abad ke             15 Hijriah merupakan saat awal kebangkitan Islam? Jika bukan, maka kapankah waktu atau             tahun berapakah terjadinya kebangkitan umat Islam di dunia?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tak hanya itu, berdasarkan penelusuran tim "PR" di sejumlah basis kaum             tarekat, ternyata ditemui wacana tentang akan turunnya Imam Mahdi yang akan             "membebaskan" dunia dari kejahiliahan. Konon Imam Mahdi--yang kini masih             "disembunyikan" Allah SWT--akan memimpin umat manusia di dunia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Untuk itulah, sejumlah penganut tarekat kini berusaha mempersiapkan             "fasilitas" sebelum diturunkan-Nya Imam Mahdi tersebut. Mereka membangun             berbagai sarana seperti di bidang perekonomian dan pendidikan untuk memuluskan aktivitas             Imam Mahdi kelak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dalam konteks umat Islam pada umumnya, "persiapan" di bidang ekonomi dan             pendidikan yang dilakukan kaum tarekat, ternyata disambut hangat dan menjadi fenomena             tersendiri bernuansa kebangkitan kaum Muslimin. Pasalnya, ada tarekat yang bekerja keras             membangun perekonomian dan pendidikan, mempersiapkan sistem hidup islami--termasuk             membangun keluarga islami plus membudayakan poligami-- serta mengoptimalkan nilai manfaat             bagi umat Islam disekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sebut saja umpamanya, penganut tarekat pimpinan Ustaz Haji Abuya Syeikh Imam Ashaari             Muhammad At Tamimi yang yang menggiatkan perekonomian dan pendidikannya. Dengan bernaung             di bawah nama Rufaqa' Corporation Sdn. Bhd., jemaah tarekat--yang dulu bernama Darul Arqam             (DA)--ini, menghidupkan perniagaan di berbagai negara di Asia khususnya seperti di             Malaysia, Indonesia, dan Thailand.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Selain mereka, ada juga penganut tarekat yang "mempersiapkan" berbagai sarana             untuk memuluskan era kejayaan Islam dan umatnya. Misalnya, jemaah tarekat Syadziliyah yang             dipimpin Syekh Abdul Qadir As Sufi (di Indonesia dipimpin oleh Amir Achmad Iwan Ibrahim             Adjie). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jemaah tarekat yang tumbuh subur di Eropa ini, memiliki banyak bisnis dan             menyosialisasikan penggunaan mata uang Islam dinar serta dirham. Dengan sekuat tenaga,             mereka mendakwahkan perlunya menghidupkan kembali amalan Madinah. Sejumlah pengikutnya             terus bekerja keras demi kejayaan Islam dan umatnya (&lt;i&gt;izzul Islam wal Muslimin&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Di Tanjung Anom Nganjuk Jawa Timur, Bandung, dan Jakarta, ada juga Gerakan Jemaah             Tarekat Lil Muqorrobien--pimpinan K.H. Muhammad Munawar Afandi--yang mempersiapkan situasi             kondusif menyambut kebangkitan Islam dengan tampilnya Imam Mahdi selaku imam di dunia             kelak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;* *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;PREDIKSI tibanya momentum kebangkitan Islam ini, juga dilakukan oleh sejumlah agen             intelijen di berbagai negara di dunia. Mereka menduga kuat akan tibanya kehidupan religius             yang berdasarkan syariat Islam secara total pada tahun 2020.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hal tersebut dapat diketahui dari hasil analisis intelijen di 15 negara yang tergabung             dalam &lt;i&gt;National Intelligence Council&lt;/i&gt; (NIC) yang bermarkas di Kantor &lt;i&gt;Central             Intelligence Agency&lt;/i&gt; (CIA) di Langley Virginia Amerika Serikat (AS).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dalam laporannya berjudul &lt;i&gt;"Mapping the Global Future"&lt;/i&gt;, Direktur NIC,             Robert Hutchings mengungkapkan tentang masa depan dunia. Disebutkannya, pada tahun 2020             akan bangkit kembali Kekhalifahan Islam &lt;i&gt;(Islamic Caliphate)&lt;/i&gt; baru yakni sebuah             pemerintahan Islam yang mampu memberi tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai Barat             (Harian &lt;i&gt;USA Today&lt;/i&gt;, edisi 13 Februari 2005/HU &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;, 16/2/2005).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ketika hasil analisis intelijen tersebut tersebar, ungkap nara sumber "PR",             sejumlah pimpinan ormas Islam dan aktivis dakwah merasa tidak terkejut. Alasannya,             tanda-tanda bagi kebangkitan kembali kaum Muslimin sudah "terasa" sejak lama.             Sejumlah pimpinan ormas Islam menyebutkan "roh kebangkitan" dengan kalimat &lt;i&gt;"semakin             ditekan dan dizalimi, maka semakin bersatulah kaum Muslimin untuk bangkit."&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sementara itu, bagi para pakar sejarah Islam, kebangkitan kaum Muslimin di masa             sekarang sesungguhnya merupakan rangkaian dari masa silam. Sejarahwan Muslim, H. Ahmad             Mansur Suryanegara, umpamanya, menyebutkan, perihal adanya kaitan antara pengusaha             kerajinan dan kain Indonesia--di masa silam-- dengan para pedagang di tanah suci, dan             negeri-negeri Islam lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dalam konteks ini, realita sejarah menunjukkan Indonesia ternyata pernah             "bersentuhan" dengan tatanan pemerintahan berdasarkan syariat Islam yakni             Khilafah Islamiyah di Turki Utsmani. Saat itu, nuansa kejayaan Islam tampak di kawasan             tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Interaksi antara Indonesia dengan negeri-negeri Islam dan Khilafah Islamiyah itu,             setidaknya terwakili dengan fakta adanya jalinan yang erat antara negeri-negeri kesultanan             di nusantara, antara lain Sultan Iskandar Muda (di Aceh atau Nanggroe Aceh             Darussalam/NAD), Kesultanan Sumatra Barat, Buton (Sulawesi Selatan), Ternate, dan Tidore             (Maluku Utara), serta beberapa kesultanan di Pulau Jawa maupun peran dan kiprah dakwah             yang dilakukan Walisongo di berbagai daerah di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Nikmatnya hidup dalam atmosfer kejayaan Islam tersebut, sempat dirasakan kaum Muslimin             di nusantara dan negeri-negeri lainnya sebelum terjadinya peristiwa peruntuhan Khilafah             Islamiyah oleh Mustafa Kamal pada 3 Maret 1924. Upaya untuk merasakan nikmatnya hidup             dalam sebuah tatanan global syariat Islam (Khilafah Islamiyah) yang sempat melembaga             selama 1.300 tahun itu, sempat dilakukan melalui penyatuan wacana, visi, dan pijakan             alternatif seperti melalui konferensi, pertemuan, atau musyawarah, antara lain : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kongres Kekhalifahan Islam di Kairo (1926), Kongres Muslim Dunia di Mekah (1926),             Konferensi Islam al Aqsho di al Quds (Desember 1931), Konferensi Islam Internasional II di             Karachi Pakistan (1949), Konferensi Islam Internasional III di Karachi Pakistan (1951),             Pertemuan Puncak Islam di Mekah (Agustus 1954), Konferensi Muslim Dunia di Mogodasihu             (1964), Pertemuan di Malaysia (1968) yang melahirkan Persemakmuran Muslim dengan tujuan             memajukan solidaritas dan kerja sama yang pada akhirnya memunculkan gagasan Konfrensi             Menteri-menteri Luar Negeri Muslim di Kuala Lumpur Malaysia (1969).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Adanya informasi sejarah tentang masa kejayaan umat Islam dalam atmosfer Khilafah             Islamiyah di Turki Utsmani, menurut sejumlah aktivis dakwah kampus di Kota Bandung,             menimbulkan stimulus untuk berharap hal yang sama di masa kini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;"Saya dan rekan-rekan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) khususnya maupun umat             Islam umumnya, tentu mengharapkan kembalinya masa kejayaan Islam dan umatnya. Sebab, hanya             kembali ke syariat Islamlah terdapat solusi atas segala problem di dunia ini," kata             ustaz Farid Fajdi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Menurut pengelola majalah terbitan HTI &lt;i&gt;Al Wa'ie&lt;/i&gt; ini, kaum Muslimin sudah saatnya             meningkatkan pengetahuannya tentang syariat Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan             sehari-hari. Untuk itulah, setiap diri dan keluarga Muslim berkewajiban mempelajari agama             Islam secara serius, dan mengubah perilakunya yang tidak sesuai dengan syariat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;"Jika kesadaran beragama di kalangan kaum Muslimin sudah meningkat dan syariat             Islam benar-benar ditegakkan dalam pribadi, keluarga, serta masyarakat, dan negeri-negeri             Muslim, tentu kejayaan Islam dan umatnya dapat kita songsong dengan baik. Ya, dengan             ikhtiar itu mudah-mudahan kita dapat menghidupkan kembali Khilafah Islamiyah," ujar             Farid Wajdi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dalam konteks ini, tentu menarik pula bila kita merenungi pernyataan pimpinan Rufaqa',             Ustaz Haji Abuya Imam Ashaari Muhammad At Tamimi,&lt;i&gt;"Insya Allah kebangkitan umat             Islam itu terjadi, dan kini sedang berlangsung di Timur. Untuk itulah, semua orang harus             menghadirkan Tuhan, Allah, dimana-mana. Orang yang tidak merujukkan seluruh aspek             kehidupannya kepada Allah, secara tidak sadar mereka menganggap urusan-urusannya bukan             urusan Allah. Seolah-olah Allah tidak mengetahui apa-apa tentang ekonomi, politik,             teknologi, perdagangan, keuangan, dan lain-lain. Akibat melupakan Allah dan aturan-aturan             Allah untuk mengatur seluruh aspek dalam hidup mereka, maka Allah biarkan mereka dalam             krisis dan keterpurukan." &lt;/i&gt;(Sarnapi/Achmad Setiyaji/"PR")***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1647301004911666181?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1647301004911666181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1647301004911666181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1647301004911666181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1647301004911666181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/kebangkitan-islam-tahun-2020.html' title='Kebangkitan Islam Tahun 2020'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1152332460781116550</id><published>2008-01-14T21:18:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T21:30:19.979-08:00</updated><title type='text'>Allah Mengajarkan Cinta</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="font-weight: bold;"&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Artikel Bersumber Dari dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Mengajarkan Cinta    &lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai&lt;br /&gt;Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,&lt;br /&gt;Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu&lt;br /&gt;Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka&lt;br /&gt;Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata&lt;br /&gt;Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana&lt;br /&gt;Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu&lt;br /&gt;Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu&lt;br /&gt;Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia&lt;br /&gt;DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy&lt;br /&gt;Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah&lt;br /&gt;Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya&lt;br /&gt;Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,&lt;br /&gt;satu jam bersama serasa satu menit saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah&lt;br /&gt;Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi&lt;br /&gt;Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia&lt;br /&gt;Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah&lt;br /&gt;Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu&lt;br /&gt;Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas&lt;br /&gt;Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah&lt;br /&gt;Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta&lt;br /&gt;Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya&lt;br /&gt;Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian&lt;br /&gt;Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai&lt;br /&gt;Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu&lt;br /&gt;Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung&lt;br /&gt;Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan&lt;br /&gt;Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi&lt;br /&gt;Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Allah Mengajarkan Cinta oleh Eko Jalu Santoso, Cibubur - Pebruari&lt;br /&gt;2005. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1152332460781116550?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1152332460781116550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1152332460781116550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1152332460781116550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1152332460781116550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/allah-mengajarkan-cinta.html' title='Allah Mengajarkan Cinta'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-7205715859665269599</id><published>2008-01-14T21:13:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T21:32:15.025-08:00</updated><title type='text'>Belajar Mencintai Seseorang Yang Tidak Sempurna Dengan Cara Yang Sempurna</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="font-weight: bold;"&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Artikel Bersumber Dari dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna    &lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;Oleh : unknown&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p&gt;Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-7205715859665269599?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/7205715859665269599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=7205715859665269599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7205715859665269599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7205715859665269599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/belajar-mencintai-seseorang-yang-tidak.html' title='Belajar Mencintai Seseorang Yang Tidak Sempurna Dengan Cara Yang Sempurna'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-6184930818517799532</id><published>2008-01-14T20:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T20:57:01.650-08:00</updated><title type='text'>Perbedaan Antara Suka, Cinta Dan Sayang</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Artikel Bersumber Dari dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG    &lt;/span&gt;&lt;img style="font-weight: bold;" src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img style="font-weight: bold;" src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img style="font-weight: bold;" src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img style="font-weight: bold;" src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;               &lt;br /&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah &lt;p&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;  musim dingin tetap saja musim dingin hanya&lt;br /&gt;  suasananya lebih indah sedikit&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;  jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;  kau hanya merasa senang dan gembira saja&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Apabila engkau melihat kepada mata orang yang&lt;br /&gt;  kau cintai, matamu berkaca-kaca&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang&lt;br /&gt;  kau sukai, engkau hanya tersenyum saja&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;br /&gt;  kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;br /&gt;  kata kata hanya keluar dari pikiran saja&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Jika orang yang kau cintai menangis,&lt;br /&gt;  engkaupun akan ikut menangis disisinya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika orang yang kau sukai menangis,&lt;br /&gt;  engkau hanya menghibur saja&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan&lt;br /&gt;  rasa suka dimulai dari telinga&lt;br /&gt;  Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,&lt;br /&gt;  cukup dengan menutup telinga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari&lt;br /&gt;  orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi&lt;br /&gt;  tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam&lt;br /&gt;  jarak waktu yang cukup lama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada&lt;br /&gt;  perasaan yang lebih mendalam.&lt;br /&gt;  Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang&lt;br /&gt;  secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.&lt;br /&gt;  Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin&lt;br /&gt;  melihat orang yang disayanginya bahagia..&lt;br /&gt;  walaupun harus kehilangan."&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-6184930818517799532?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/6184930818517799532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=6184930818517799532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6184930818517799532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6184930818517799532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/perbedaan-antara-suka-cinta-dan-sayang.html' title='Perbedaan Antara Suka, Cinta Dan Sayang'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-2438827221619354616</id><published>2008-01-14T20:37:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T20:43:53.176-08:00</updated><title type='text'>Cinta Laki-Laki Biasa (True Story)</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="font-weight: bold;"&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Artikel Bersumber Dari dudung.net&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA LAKI-LAKI BIASA (True Story)    &lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/starhalf.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kamu pasti bercanda! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania terkesima. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kenapa? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi kenapa? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Cukup! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mereka akhirnya menikah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*** &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Setahun pernikahan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!&lt;br /&gt;Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rafli juga pintar!&lt;br /&gt;Tidak sepintarmu, Nania. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!&lt;br /&gt;Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.&lt;br /&gt;Cantik ya? dan kaya! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tak imbang! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*** &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dokter? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pendarahan hebat! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*** &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik, &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;- Asma Nadia - &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;------------------&lt;br /&gt;nandana@panama-group.com&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-2438827221619354616?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/2438827221619354616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=2438827221619354616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2438827221619354616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2438827221619354616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/cinta-laki-laki-biasa-true-story.html' title='Cinta Laki-Laki Biasa (True Story)'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-8109741295490336839</id><published>2008-01-14T20:16:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T20:47:11.748-08:00</updated><title type='text'>Fenomena Friendster.Com &amp; Testimonials</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Artikel Bersumber Dari dudung.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena Friendster.Com &amp;amp; Testimonials&lt;/span&gt;    &lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/starhalf.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;�Kamu ikut Friendster?� atau �Kirim aku testimonial donk.� Seperti itulah kira-kira pertanyaan dan permintaan yang sering dilontarkan. Percaya atau tidak, karena sangat ngetrendnya Friendster hingga yang biasanya jarang menggunakan internet, bisa menjadi berinternet ria. Atau yang semula gaptek internet menjadi ingin belajar internet karena sangat ingin bergabung dengan situs ini, bahkan orang-orang yang belum ikut Friendster bisa dicap �tidak gaul' &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Friendster bisa digunakan untuk memperluas jaringan dengan manusia di seluruh dunia dan menjalin hubungan yang hampir memudar dengan teman-teman kita. Sampai-sampai kita bisa bertemu kembali dengan teman-teman semasa di SD, SMP, SMU, dan seterusnya. Friendster tidak hanya digunakan oleh individu, tetapi bisa juga oleh lembaga. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Friendster.com tentu bukan situs haram karena substansinya ia hanyalah fasilitas, dan halal haram sangat tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bila kita bergabung karena ingin menjalin silaturahim dengan teman-teman, tentu tidak masalah, justru berpahala. Namun bisa menjadi masalah bila ternyata digunakan untuk mencari cewek/cowok ganteng, bertemu kecengan semasa SMU, menonjolkan kelebihan identitas diri, pamer ketampanan/kecantikan di picture, dan lain-lain, nah ini nih yang harus diluruskan; niat dan caranya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Banyak kalangan telah masuk ke situs ini, termasuk kalangan aktivis da'wah yang tak mau ketinggalan untuk memanfaatkannya sebagai ajang silaturahim dengan sesama aktivis maupun teman-teman da'wah fardiyah agar kian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Perkembangan teknologi memang sudah seharusnya digunakan untuk memperluas basis da'wah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika bergabung dengan Friendster.com, yaitu pada testimonial atau kesaksian. Di sini biasanya seseorang memberi kesaksian tentang temannya. Dan berdasarkan pengamatan penulis, jarang sekali didapati isi testimonial itu berupa hal-hal yang buruk, umumnya adalah pujian-pujian yang bisa melenakan si penerima. Terlepas pujian itu jujur atau bohong, yang jelas PUJIAN sudah dilontarkan dan si penerima meng-approvenya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketika seseorang menerima testimonial, tentu sebelumnya ia sudah mengetahui isinya. Lantas, layakkah pujian itu ditampilkan di depan khalayak? Apatah lagi bila sampai mengoleksinya! Mengoleksi pujian� Astaghfirullah, ya Rabbi�, sungguh bisa membuat hati kotor. Rasulullah saw bersabda, �Taburkanlah pasir ke wajah orang yang suka memuji-muji.� Mintalah fatwa pada hatimu, tentu engkau rasakan kegelisahan karena mengoleksi pujian. Cukuplah amal-amal itu tersiar di kalangan penduduk langit saja. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Itulah yang harus dilakukan dari sisi si penerima pujian. Sedangkan dari sisi si pemberi pujian, �Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya, �Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang).� (HR.Ahmad) &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mengapa dikatakan �memenggal leher'? Karena hakekatnya, pujian itu bisa melenakan si penerima. Bila tak kuat iman, pujian bisa membuatnya ujub (bangga diri), riya (ingin dipuji), sum'ah (ingin kebaikannya tersiar), sehingga hapuslah pahala-pahalanya dan membuatnya masuk neraka. Bayangkan, saudara kita yang semula telah sejengkal lagi memasuki surga menjadi terhempas ke neraka akibat ujub, riya, dan sum'ahnya muncul ke permukaan. Dan itu disebabkan pujian kita. Karena itu kasihanilah saudaramu, alangkah baiknya bila kita mengisi testimonial itu dengan tausiah (nasehat) kepadanya. Ini akan lebih menjaga saudara kita. Cukuplah pujian dan wujud kekaguman itu disimpan dalam hati kita masing-masing hingga akhir perjumpaan kita dengan-Nya, hingga kemenangan hakiki menuju surga tercapai. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, fenomena Friendster harus disikapi secara bijaksana dan diarahkan untuk mempererat silaturahim dengan saudara-saudara kita di seluruh penjuru dunia. Testimonials adalah bagian dari Friendster, namun bila ternyata testimonial dapat menjerumuskan saudara kita, adalah lebih baik dihindari. Jika engkau mencintai saudaramu-saudaramu karena Allah dan inginkan keselamatan akhirat mereka, please forward this article to them. Jazakumullah. (AW) &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-8109741295490336839?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/8109741295490336839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=8109741295490336839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8109741295490336839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8109741295490336839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/artikel-bersumber-dari-dudungnet.html' title='Fenomena Friendster.Com &amp; Testimonials'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-8116684576153985759</id><published>2008-01-07T18:15:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T18:29:36.010-08:00</updated><title type='text'>Prinsip Keadilan</title><content type='html'>Alhamdulillah ini Adalah salah satu Artikel yang pernah saya coba kirim ke harian umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum. Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Yang Saya hormati Redaksi HU Republika, langsung saja saya ingin memperkenalkan diri. Saya seorang Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta , Saya sudah sejak lama menjadi Pembaca dan Pelanggan setia HU Republika. Yang paling saya sukai dan pertama kali setiap saya membaca adalah Rubrik Hikmah dan Resonansi. Maka dari itu saya ingin mencoba mengirim naskah untuk Rubrik Hikmah di HU Republika. Saya berharap semoga naskah yang pertama kali saya kirim ini dapat terpilih dan dapat ditampilkan di Rubrik Hikmah oleh Redaksi di HU Republika yang selalu menjadi bacaan setia saya. Dibawah ini Biodata Diri Saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama              : Muhammad Nasikin&lt;br /&gt;Alamat            : Komplek Pertamina Jl. Kerosin IV/05 RT/RW: 01/07&lt;br /&gt;                    Pondok Ranji – Ciputat – Tangerang. 15412&lt;br /&gt;Telephone / HP    : 0815 8459 6423&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Cukup sekian, mohon maaf jika kata pengantarnya kepanjangan atau bertele-tele, dan mohon dimaklumi. Syukron Katsir Wajazakumullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                           HIKMAH&lt;br /&gt;                                            Oleh &lt;br /&gt;                                      Muhammad Nasikin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     "PRINSIP KEADILAN"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip keadilan dalam islam tidak terbatas pada lingkup seagama, sekelompok manusia, atau sekerabat dan sesama sahabat saja, tetapi prinsip keadilan ini adalah prinsip mutlak yang menempatkan kebenaran dan kebatilan sesuai dengan posisinya. Keadilan akan menundukkan seorang penguasa di hadapan rakyatnya yang rendah sekalipun dan akan merendahkan derajat orang-orang yang melakukan kejahatan walaupun posisi mereka dalam masyarakat amat terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat kita lihat dari perkataan Abu Bakar Ash-shiddiq: “Orang kuat (terhormat) diantara kalian adalah lemah (rendah) di hadapanku hingga aku menegakkan kebenaran (keadilan) darinya dan orang yang lemah (rendah) diantara kalian adalah kuat (terhormat) di hadapanku hingga aku menegakkan kebenaran (keadilan) untuknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan adalah ajaran yang benar dan paham apapun tidak akan tegak maju tanpanya. Allah SWT berfirman: “Tidaklah kami ciptakan langit, bumi dan apa yang ada diantara keduanya, melainkan dengan benar adil (untuk menjelaskan antara yang benar dan yang batil).....” (QS. Al-Hijr (15): 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan adalah prinsip terpenting dalam risalah Ilahi untuk penduduk bumi yang disampaikan oleh para Nabi dan tercantum dalam kitab-kitab Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kami telah mengutus rosul-rosul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan kami telah menurunkan bersama mereka Al-Kitab dan (kami jelaskan di dalamnya) keadilan supaya manusia dapat melaksanakan keadilan …..” (QS. Al-Hadiid (57): 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengomentari ayat ini, Ibnu Taimiyyah berkata: “Maksud Allah mengutus para rosul dan menurunkan kitab adalah agar manusia melakukan keadilan  dalam menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia.” Ibnu Qoyyim berkata: “Sesungguhnya Allah mengutus para rosul dan menurunkan kitab-Nya agar manusia melaksanakan keadilan, keadilan yang bisa menegakkan langit dan bumi. Apabila telah nampak ciri-ciri dan dalil-dalil kebenaran, itulah hukum-hukum Allah, agama, keridhoan, dan perintah-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah betapa indahnya pendapat yang dikemukakan oleh seorang ahli fiqih ternama, seperti Ibnu Qoyyim. Kalimat “Apabila nampak ciri-ciri dan dalil-dalil kebenaran, itulah hukum-hukum Allah, agama, keridhoan, dan perintah-Nya,” adalah ungkapan yang tepat tentang indahnya aturan-aturan Islam dan tentang jiwa para ahli fiqih islam dalam ijtihad mereka. Wallahu a’lam….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-8116684576153985759?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/8116684576153985759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=8116684576153985759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8116684576153985759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8116684576153985759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/prinsip-keadilan.html' title='Prinsip Keadilan'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-8183519517076960440</id><published>2008-01-04T00:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T00:24:12.411-08:00</updated><title type='text'>Sekilas ESQ (Emotional &amp; Spiritual Intelligence)</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Cs7Tgk8VZHk&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Cs7Tgk8VZHk&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-8183519517076960440?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/8183519517076960440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=8183519517076960440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8183519517076960440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8183519517076960440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/sekilas-esq-emotional-spiritual.html' title='Sekilas ESQ (Emotional &amp; Spiritual Intelligence)'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1960190174394787721</id><published>2008-01-04T00:20:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T00:21:26.717-08:00</updated><title type='text'>Snada – “Yaa Rasulullah”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ZMPMfh7v3IE&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ZMPMfh7v3IE&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1960190174394787721?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1960190174394787721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1960190174394787721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1960190174394787721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1960190174394787721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/snada-yaa-rasulullah.html' title='Snada – “Yaa Rasulullah”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-8521745386380689266</id><published>2008-01-04T00:17:00.001-08:00</published><updated>2008-01-04T00:17:55.736-08:00</updated><title type='text'>Snada – “Jagalah Hati”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/x3tyus2W3iA&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/x3tyus2W3iA&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-8521745386380689266?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/8521745386380689266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=8521745386380689266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8521745386380689266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8521745386380689266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/snada-jagalah-hati.html' title='Snada – “Jagalah Hati”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-7812689101642371930</id><published>2008-01-04T00:15:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T00:16:12.469-08:00</updated><title type='text'>Snada – “Demi Matahari”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/3UGbppb1LrY&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/3UGbppb1LrY&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-7812689101642371930?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/7812689101642371930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=7812689101642371930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7812689101642371930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/7812689101642371930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/snada-demi-matahari.html' title='Snada – “Demi Matahari”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5692219392561139177</id><published>2008-01-04T00:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T00:13:24.269-08:00</updated><title type='text'>Mawaddah – “Terima Kasih Tuhan”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/TzBFcsveRmY&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/TzBFcsveRmY&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5692219392561139177?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5692219392561139177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5692219392561139177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5692219392561139177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5692219392561139177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/mawaddah-terima-kasih-tuhan.html' title='Mawaddah – “Terima Kasih Tuhan”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-457811481128989022</id><published>2008-01-04T00:08:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T00:09:37.001-08:00</updated><title type='text'>Mawaddah – “kematian”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gqvzXcW0jPw&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gqvzXcW0jPw&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-457811481128989022?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/457811481128989022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=457811481128989022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/457811481128989022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/457811481128989022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/mawaddah-kematian.html' title='Mawaddah – “kematian”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3126289235917481578</id><published>2008-01-04T00:03:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T00:07:12.199-08:00</updated><title type='text'>Mawaddah – “Puteri Konsert 2”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zGearom603U&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/zGearom603U&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3126289235917481578?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3126289235917481578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3126289235917481578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3126289235917481578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3126289235917481578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/mawaddah-puteri-konsert-2.html' title='Mawaddah – “Puteri Konsert 2”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-2161491828429387533</id><published>2008-01-03T23:59:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T00:02:40.334-08:00</updated><title type='text'>In Team - “kasihku abadi”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6V9Pl0LtUOQ&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/6V9Pl0LtUOQ&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-2161491828429387533?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/2161491828429387533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=2161491828429387533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2161491828429387533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2161491828429387533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/in-team-kasihku-abadi.html' title='In Team - “kasihku abadi”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3573845886818069881</id><published>2008-01-03T23:51:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:57:29.345-08:00</updated><title type='text'>Inteam - “rabiatul adawiyah”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/VaHW94fCsds&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/VaHW94fCsds&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3573845886818069881?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3573845886818069881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3573845886818069881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3573845886818069881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3573845886818069881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/inteam-rabiatul-adawiyah.html' title='Inteam - “rabiatul adawiyah”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-491319104999355271</id><published>2008-01-03T23:47:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:49:46.798-08:00</updated><title type='text'>In Team – “Doa Seorang Kekasih”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xCkf9BnTm1g&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/xCkf9BnTm1g&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-491319104999355271?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/491319104999355271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=491319104999355271' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/491319104999355271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/491319104999355271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/in-team-doa-seorang-kekasih.html' title='In Team – “Doa Seorang Kekasih”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1299661479401919849</id><published>2008-01-03T23:46:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:47:37.736-08:00</updated><title type='text'>Mestica – “Cinta Teragung”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xclyYBVoo14&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/xclyYBVoo14&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1299661479401919849?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1299661479401919849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1299661479401919849' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1299661479401919849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1299661479401919849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/mestica-cinta-teragung.html' title='Mestica – “Cinta Teragung”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-4956654648962646593</id><published>2008-01-03T23:39:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:44:26.911-08:00</updated><title type='text'>Mestica – “Destinasi Cinta”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/aPPOLMfQS9c&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/aPPOLMfQS9c&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-4956654648962646593?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/4956654648962646593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=4956654648962646593' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/4956654648962646593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/4956654648962646593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/mestica-destinasi-cinta.html' title='Mestica – “Destinasi Cinta”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-2008993114171637040</id><published>2008-01-03T23:38:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:39:20.235-08:00</updated><title type='text'>Mestica – “Layar Keinsyafan”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/O83TZJu3TVE&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/O83TZJu3TVE&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-2008993114171637040?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/2008993114171637040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=2008993114171637040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2008993114171637040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2008993114171637040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/mestica-layar-keinsyafan.html' title='Mestica – “Layar Keinsyafan”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5231664057905267326</id><published>2008-01-03T23:35:00.001-08:00</published><updated>2008-01-03T23:35:59.313-08:00</updated><title type='text'>Rabbani – “Tsunami 2004”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/CW1o3F2-PYY&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/CW1o3F2-PYY&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5231664057905267326?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5231664057905267326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5231664057905267326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5231664057905267326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5231664057905267326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/rabbani-tsunami-2004.html' title='Rabbani – “Tsunami 2004”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3434596761372566976</id><published>2008-01-03T23:32:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:34:04.807-08:00</updated><title type='text'>Rabbani – “Sollah Ala Yassin”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/CnBVhWOH_K8&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/CnBVhWOH_K8&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3434596761372566976?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3434596761372566976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3434596761372566976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3434596761372566976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3434596761372566976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/rabbani-sollah-ala-yassin.html' title='Rabbani – “Sollah Ala Yassin”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5500766900021883118</id><published>2008-01-03T23:29:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:30:48.754-08:00</updated><title type='text'>Rabbani – “Impian Hamba”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ht2z0hdikqI&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ht2z0hdikqI&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5500766900021883118?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5500766900021883118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5500766900021883118' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5500766900021883118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5500766900021883118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/rabbani-impian-hamba.html' title='Rabbani – “Impian Hamba”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-8305512692600580845</id><published>2008-01-03T23:24:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:26:05.725-08:00</updated><title type='text'>Rabbani – “Pergi Tak Kembali”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/fydVuRT7E6w&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/fydVuRT7E6w&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-8305512692600580845?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/8305512692600580845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=8305512692600580845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8305512692600580845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8305512692600580845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/rabbani-pergi-tak-kembali.html' title='Rabbani – “Pergi Tak Kembali”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-8209432794849129598</id><published>2008-01-03T23:20:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:24:23.565-08:00</updated><title type='text'>Rabbani – “Intifada”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/eeXYfo6JEhM&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/eeXYfo6JEhM&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-8209432794849129598?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/8209432794849129598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=8209432794849129598' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8209432794849129598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/8209432794849129598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/rabbani-intifada.html' title='Rabbani – “Intifada”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5312680411204741223</id><published>2008-01-03T23:18:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:19:34.286-08:00</updated><title type='text'>Saujana – “Rahmat Kasih Mu”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Ll2wf_wZSFo&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Ll2wf_wZSFo&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5312680411204741223?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5312680411204741223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5312680411204741223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5312680411204741223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5312680411204741223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/saujana-rahmat-kasih-mu.html' title='Saujana – “Rahmat Kasih Mu”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1652799152644856828</id><published>2008-01-03T23:15:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:17:28.176-08:00</updated><title type='text'>Saujana – “Sendiri”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/56QVAkgaW-k&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/56QVAkgaW-k&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1652799152644856828?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1652799152644856828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1652799152644856828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1652799152644856828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1652799152644856828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/saujana-sendiri.html' title='Saujana – “Sendiri”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-4081475475720359050</id><published>2008-01-03T23:12:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:14:29.571-08:00</updated><title type='text'>Saujana – “Sepohon Kayu”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/OgHwI37q70o&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/OgHwI37q70o&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-4081475475720359050?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/4081475475720359050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=4081475475720359050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/4081475475720359050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/4081475475720359050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/saujana-sepohon-kayu.html' title='Saujana – “Sepohon Kayu”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-437264745688038462</id><published>2008-01-03T23:09:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:12:30.461-08:00</updated><title type='text'>Saujana – “Suci Sekeping Hati”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rqS3DpruR1E&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/rqS3DpruR1E&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-437264745688038462?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/437264745688038462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=437264745688038462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/437264745688038462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/437264745688038462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/saujana-suci-sekeping-hati.html' title='Saujana – “Suci Sekeping Hati”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-2659615436075738872</id><published>2008-01-03T23:05:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T23:08:51.508-08:00</updated><title type='text'>Saujana – “Keluarga Bahagia”</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/3H8pkgiJ3Ck&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/3H8pkgiJ3Ck&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-2659615436075738872?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/2659615436075738872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=2659615436075738872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2659615436075738872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2659615436075738872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/saujana-keluarga-bahagia.html' title='Saujana – “Keluarga Bahagia”'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5139141019345496266</id><published>2008-01-02T21:09:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T21:10:12.663-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Rosulullah"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/5rdrH2JVzI8&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/5rdrH2JVzI8&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5139141019345496266?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5139141019345496266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5139141019345496266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5139141019345496266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5139141019345496266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-rosulullah.html' title='Hijjaz - &quot;Rosulullah&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3905027645441557071</id><published>2008-01-02T21:07:00.001-08:00</published><updated>2008-01-02T21:07:57.164-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Dia Kekasih Allah"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/oHjiUYvOVH4&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/oHjiUYvOVH4&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3905027645441557071?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3905027645441557071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3905027645441557071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3905027645441557071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3905027645441557071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-dia-kekasih-allah.html' title='Hijjaz - &quot;Dia Kekasih Allah&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3998321403443738686</id><published>2008-01-02T21:05:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T21:06:02.707-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Kawan"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/PzrJmfKCCOU&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/PzrJmfKCCOU&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3998321403443738686?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3998321403443738686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3998321403443738686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3998321403443738686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3998321403443738686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-kawan.html' title='Hijjaz - &quot;Kawan&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1686292740154973474</id><published>2008-01-02T20:52:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T21:02:14.763-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Kau Sahabat Kau Teman"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/wMFKxgGaLIs&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/wMFKxgGaLIs&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1686292740154973474?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1686292740154973474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1686292740154973474' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1686292740154973474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1686292740154973474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-kau-sahabat-kau-teman.html' title='Hijjaz - &quot;Kau Sahabat Kau Teman&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5791812635411881853</id><published>2008-01-02T20:40:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T20:41:26.513-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Pesona Cinta"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/26xyPHSHbxU&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/26xyPHSHbxU&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5791812635411881853?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5791812635411881853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5791812635411881853' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5791812635411881853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5791812635411881853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-pesona-cinta.html' title='Hijjaz - &quot;Pesona Cinta&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3408413313205004680</id><published>2008-01-02T20:36:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T20:39:34.533-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Berkorban Demi Cinta"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7S-aYdwtsTw&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7S-aYdwtsTw&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3408413313205004680?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3408413313205004680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3408413313205004680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3408413313205004680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3408413313205004680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-berkorban-demi-cinta.html' title='Hijjaz - &quot;Berkorban Demi Cinta&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-5764383655346101699</id><published>2008-01-02T20:33:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T20:35:10.423-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Fatamorgana"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qCk1EVuh0sU&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/qCk1EVuh0sU&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-5764383655346101699?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/5764383655346101699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=5764383655346101699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5764383655346101699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/5764383655346101699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-fatamorgana.html' title='Hijjaz - &quot;Fatamorgana&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-6088244148062389155</id><published>2008-01-02T20:29:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T20:32:05.979-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Hidupnya Insan"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/BFIU2yq-Ds4&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/BFIU2yq-Ds4&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-6088244148062389155?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/6088244148062389155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=6088244148062389155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6088244148062389155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6088244148062389155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-hidupnya-insan.html' title='Hijjaz - &quot;Hidupnya Insan&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-2887290224250464831</id><published>2008-01-02T20:26:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T20:29:13.462-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Mata Hati"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UuS7Hg9ou3Q&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UuS7Hg9ou3Q&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-2887290224250464831?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/2887290224250464831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=2887290224250464831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2887290224250464831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/2887290224250464831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-mata-hati.html' title='Hijjaz - &quot;Mata Hati&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-9010848040717511650</id><published>2008-01-02T20:14:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T20:15:28.169-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Debu-Debu Dosa"</title><content type='html'>&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1btiiCy-CZU&amp;amp;rel=1"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1btiiCy-CZU&amp;amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-9010848040717511650?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/9010848040717511650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=9010848040717511650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/9010848040717511650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/9010848040717511650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-debu-debu-dosa.html' title='Hijjaz - &quot;Debu-Debu Dosa&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-677220314249153220</id><published>2008-01-02T20:09:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T20:11:51.767-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Setulus Doa"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/HocHhEpuFHk&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/HocHhEpuFHk&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-677220314249153220?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/677220314249153220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=677220314249153220' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/677220314249153220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/677220314249153220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-setulus-doa.html' title='Hijjaz - &quot;Setulus Doa&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-1201030773488760486</id><published>2008-01-02T20:04:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T20:08:08.852-08:00</updated><title type='text'>Hijjaz - "Sifat Mahmudah"</title><content type='html'>&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/oAYBf4Cvy1o&amp;amp;rel=1"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/oAYBf4Cvy1o&amp;amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-1201030773488760486?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/1201030773488760486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=1201030773488760486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1201030773488760486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/1201030773488760486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/hijjaz-sifat-mahmudah.html' title='Hijjaz - &quot;Sifat Mahmudah&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-6428100704370121443</id><published>2008-01-02T01:21:00.001-08:00</published><updated>2008-01-02T01:21:43.088-08:00</updated><title type='text'>Kejadian Jagad Raya</title><content type='html'>FORUM STUDI ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEJADIAN JAGAD RAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: AWAL JAGAD RAYA (15 miliar th yl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;timeline.gif (156112 bytes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENTUMAN BESAR (0- 10-35 detik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta bermula dari suatu ledakan besar (big bang) yang menghasilkan ruang dan waktu, maupun seluruh materi yang ada. Pada saat sepersekian-sekian detik, jagad raya merupakan bola api dengan kerapatan tak hingga. Teori yang populer menggambarkan adanya suatu bentuk energi tertentu yang secara tiba2 mengasilkan ruang. Dalam kejadian yang dinamakan "inflasi" dapat mengakibatkan ekspansi ruang yang luar biasa cepat yang diisi energi. Expansi yang bersifat inflasi ini terhenti ketika energi ini ditransfer menjadi materi &amp;amp; energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAGAD RAYA MEMBENTUK DIRI (10-6 detik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah inflasi seperjuta detik sesudah dentuman besar, jagad raya terus berekspansi tetapi tidak secepat inflasi. Karena ekspansi, maka menjadi berkurang kerapatannya dan mendingin. Gaya dasar mulai nampak berbeda, pertama gravitasi, kemudian gaya kuat – yang menahan inti atom tetap berkumpul - , lalu dikuti gaya lemah dan gaya elektromagnetik. Pada detik pertama partikel dasar &amp;amp; energi : quark, elektron, neutrino, dan beberapa tipe yang kurang dikenal, terbentuk. Partikel2 itu saling bertabrakan membetuk proton nan netron.&lt;br /&gt;Partikel dasar bisa dilihat di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBENTUKAN UNSUR DASAR ( 3 detik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protoon dan netron bergabund membentuk inti atom elemen sederhana : hidrogen, helium, dan lithium. Elektron baru dapat ditangkap mengitari inti tersebut membentuk atom stabil seteleh 300.000 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ERA RADIASI ( 10,000 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era besar pertama dalam sejarah jagad adalah suatu eran dimana kebanyakan energi dalam bentuk radiasi – panjang gelombang cahaya yangberbeda, sinar- x, gelombang radio dan sinar uv. Energi ini merupakan sisa dari bola api awal , dan akibat jagad memuai , gelombang radiasi tersebar dan tercampur hingga kini, mereka membentuk faint glow gelombang mikro yang menyapu seluruh jagad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAL ERA DOMINASI MATERI (300,000 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini energi dalam materi dan energi dalam radiasi jumlahnya sama. Tetapi dengan pemuaian yang berlanjut, gelombang cahaya tersebar ke energi yang menurun dan terus menurun, sementara materi bergerak perlahan. Pada kira-2 saat itu, atom2 netral dibentuk karena lektron bergabung dengan inti atom hidrogen dan helium. Radiasi latar gelombang mikro hail pada saat ini sehingga memberi kepada kita gambaran langsung bagaimana materi terdistribusi pada saat awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELAHIRAN GALAKSI 300 (million tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Graviasi mengakibatkan kerapatan gas awal kurang teratur. Sehingga ketika jagad fersu memuai cepat, kantong-kantong gas menjadi bertambah rapat-dan rapat. Bintang terbentuk dalam kantong2 ini, dan kelompok2 bintang membentuk galaksi2 awal. Hal ini berlangsung hingga 12-15 milyar sebelum sekarang. Teleskop Hubble sekarang dapat menangkap beberapa galaksi2 awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI WAKTU : SEKARANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELAHIRAN MATAHARI (5 Bllion tahun y.l.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari terbentuk dari suatu awan gas dalam salah satu lengan spiral galaksi bima sakti. Piringan yang besar dari gas dan debu yang memutar disekitar bintang tersebut melahirkan planet2 bulan2 dan asteroid Contoh gambar  kelahiran planet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEHIDUPAN BERMULA ( 3.8 Billion tahun y.l.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi telah mendingin dan terbentuk atmosfer. Sel hidup yang sangat kecil, bukan binatang maupun tumbuhan, mulai terbentuk dan hidup di bumi yang banyak lingkungan vulkanis.Secara evolusi akhirnya terbentuk manusia.    Klik Evolusi kehidupan untuk rincian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supernova 1987A Explodes (170,000 tahun y.l.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu bintang, dalam galaksi kecil Awan Magelan Besar yang dekat Galaksi Bima Sakti, meledak. Sisa-sisanya menghasilkan sinar kosmik yang mengantar mutasi dan evolusi dalam sel hidup. Supernova ini kemudian merupakan kunci evolusi jagad dan kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-6428100704370121443?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/6428100704370121443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=6428100704370121443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6428100704370121443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/6428100704370121443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2008/01/kejadian-jagad-raya.html' title='Kejadian Jagad Raya'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3149325716387624368</id><published>2007-11-12T05:19:00.000-08:00</published><updated>2007-11-12T05:31:12.487-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TEKNOLOGI INFORMASI'/><title type='text'>TEKNOLOGI INFORMASI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Mengintip Kendaraan Yang Hilang   " &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANYAK faktor yang dapat mendorong lahirnya sebuah teknologi. Misalnya faktor keinginan mendapatkan rasa aman dan perlindungan properti pribadi. Kedua hal itulah yang agaknya mendasari munculnya sebuah teknologi pelacakan barang bergerak, seperti kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya itu bisa tercapai dengan bantuan teknologi satelit, yang akan memberitahukan posisi kendaraan kita ada di mana. Namun, karena peranti yang bisa mengirimkan sinyal lewat satelit itu mahal, maka diperlukan suatu alat penghubung. Maka, lahirlah suatu perpaduan teknologi Global Positioning System (GPS) melalui satelit dengan teknologi Global System for Mobile Communication (GSM). Sinyal GPS ini dipancarkan melalui satelit, sedangkan sinyal GSM itu dipancarkan melalui menara pemancar seluler. Fungsi dari menara pemancar seluler ini adalah sebagai sarana penghubung antara satelit dan objek yang akan dipantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, akurasi ketepatan lokasi yang dipantau dengan teknologi GPS bisa mencapai 1-300 meter. Semuanya itu, tergantung dari peranti lunak yang dipergunakan. Saat ini, di Jakarta setidaknya ada dua operator yang menjual jasa untuk pemantauan kendaraan, yaitu InfoTrack (PT Infoasia Teknologi Global Tbk) dan Vi-Track (PT Garansindo Inter Global).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vi-Track yang merupakan singkatan dari Vehicle Interactive Tracking System ini merupakan sebuah sistem berbasiskan teknologi GSM dan GPS untuk pelacakan kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namum, Vi-Track berfungsi sebagai pelacak (tracking), bukan navigasi. Jadi, bentuknya bukan berupa peta dengan alasan peta bisa mengganggu konsentrasi pengemudi. Tiap mobil yang memasangnya hanya dilengkapi sebuah tombol untuk menghubungi operator Vi-Track.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Turia Fitriani Helmi, General Manager Vi-Track, teknologi produknya mencakup empat kategori fungsi yaitu pemantauan, keamanan, komunikasi, dan layanan. Masing-masing fungsi diberi nama seperti Vi-Track Vision (memantau posisi dan kecepatan kendaraan), Vi-Track Secure (melacak dan mematikan mesin kendaraan dari jarak jauh), dan Vi-Track Phone (telepon genggam dalam mobil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada Vi-Track Directory (informasi fasilitas umum dan sosial), Vi-Track Lock Control (pembuka kunci pintu mobil dari jarak jauh), dan Vi-Track Geo-Fencing (pembatasan wilayah tertentu yang bisa dimasuki kendaraan). Penggunaan Vi-Track GTS (GPS Tracking Set) ini juga didukung pelayanan terpadu VIA (Vi-Track Interactive Assistant) 24 jam nonstop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helmi mencontohkan pemakaian Vi-Track untuk fungsi pemantauan yaitu pengemudi tinggal menelepon ke operator lewat Vi-Track Phone jika ingin mengetahui sebuah lokasi. Operator lalu membimbing secara online hingga tiba di lokasi. Komunikasi ini tidak terbatas hanya bagi pengguna kartu IM3, tapi juga dapat dilakukan lewat kartu seluler lain dan telepon tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan fungsi keamanan diberikan lewat pemasangan tombol darurat (panic button). Tombol yang terhubung ke operator ini tidak akan berbunyi jika ditekan. Kegunaannya misalnya jika pengemudi dirampok karena tombol itu bisa membuat operator segera menghubungi polisi tanpa diketahui pelaku kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vi-Track juga mengamankan kendaraan dalam bentuk lain. Jika mobil hilang karena dicuri, pemiliknya tinggal menghubungi operator supaya mesin mobil dimatikan. Mobil mogok ini tidak dapat dinyalakan lagi sehingga kemungkinan besar segera ditinggalkan pencurinya. Selanjutnya, lewat peta digital, operator dapat memberi tahu lokasi terakhir mobil kepada pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan fungsi membuka pintu berguna jika pengguna Vi-Track mengalami masalah seperti kunci kendaraan tertinggal di dalam atau hilang. Supaya yakin bahwa yang menghubungi operator benar-benar pemilik kendaraan yang sah, ada password yang harus diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Operator juga bisa mengetahui posisi dan menghubungi pengemudi lewat speaker. Panduan arah jalan hingga lokasi pom bensin, polisi diberikan dari speaker tersebut," kata Helmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan sinyal satelit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi-fungsi tadi bisa dilakukan antara lain karena memanfaatkan sinyal satelit GPS dan teknologi GSM. Di setiap perangkatnya memang disediakan kartu yang terhubung ke Indosat M3 sebagai penyedia operator selulernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti alarm mobil, perangkat Vi-Track diletakkan dalam kendaraan secara tersembunyi. Tujuannya tentu supaya penjahat tidak bisa memutuskan alur kabel perangkat. Pemasangannya hanya bisa dilakukan teknisi Vi-Track dalam waktu sekitar satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, produk Vi-Track sendiri sudah diteliti sejak 1999. Pada 2002 hingga sekarang perangkatnya telah dipergunakan beberapa perusahaan lokal seperti perusahaan minyak, alat pengangkutan, dan jasa kurir. Garansindo menargetkan bisa menjual hingga 50 ribu unit perangkat untuk tahun 2003 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pelanggan Vi-Track, orang harus membeli satu set Vi-Track GTS seharga Rp2.727.000 ditambah iuran tahunan sebesar Rp1.086.800. Tapi, biaya tersebut tidak termasuk penggunaan fasilitas telepon GSM IM3 yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media beserta dua wartawan lain sempat diajak pihak Garansindo mencoba kendaraan yang sudah dipasangi Vi-Track. Saat menghubungi operator Vi-Track, mereka bisa mengetahui secara tepat lokasi kendaraan yang sedang meluncur di kawasan Mega Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perintah juga dilakukan operator seperti membuka kunci pintu kendaraan dan mematikan mesin dari jarak jauh. Saat mesin mati, mobil tidak bisa dinyalakan lagi dan harus menunggu pengaktifan dari operator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah jangkauan GSM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat multimedia Roy Suryo yang hadir dalam peluncuran Vi-Track pekan lalu, di Jakarta, menilai perangkat model ini memang sudah lama ditunggu mengingat banyaknya pencurian mobil terjadi. Harganya juga tidak seberapa jika melihat ada yang bisa memasang sistem audio mobil berharga ratusan juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Roy mengkritisi penggunaan teknologi GSM dalam Vi-Track karena GSM memiliki keterbatasan. Misalnya ada pencuri yang pandai sehingga mobil lalu dimasukkan ke ruangan bawah tanah. Akibatnya, mobil tidak bisa terjangkau sinyal GSM atau satelit. "Lalu untuk pelacakan kendaraan, ada baiknya perangkat ini juga dihubungkan ke kamera DLLAJR yang ada di persimpangan jalan supaya lebih tepat," kata dosen UGM ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helmi mengakui sinyal satelit lewat GPS memang memiliki kelemahan. Antisipasinya pada Vi-Track dipasangi buffer memory yaitu memori untuk mengingat sinyal yang terus dipancarkan satelit ke mobil. Data sinyal yang dikirimkan dalam interval lima menit ini disebut bisa bertahan hingga 13 bulan. Kegunaan data yaitu untuk memberi tahu lokasi terakhir kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lainnya terkait dengan pemilihan IM3 sebagai operator telekomunikasi mengingat cakupannya yang belum terlalu luas. Namun, I Made Harta Wijaya sebagai General Manager Product Development IM3 menyatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan operator lain yaitu Satelindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berminat memiliki teknologi tersebut, silahkan kunjungi dan daftar diri anda di website Vi-Track Community http://www.vi-track.com untuk mendapatkan informasi langkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Tentara Masa Depan untuk Medan Perang Digital&lt;/span&gt;"    &lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p&gt;Impian Amerika Serikat untuk mewujudkan tentara masa depan menuju kenyataan.    Sebuah perusahaan pertahanan, General Dinamycs kini sedang mengembangkan sebuah    seragam perang berkabel untuk para tentara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proyek senilai US$3 milyar ini, akan menghasilkan seragam perang yang menghubungkan    tentara dengan tank, dan drone (peralatan perang yang dapat dikendalikan dari    jauh, berfungsi untuk memata-matai) dalam sebuah jaringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The Straits Times, Senin (16/6/2003) memberitakan, proyek seragam berkabel    yang akan dikembangkan oleh General Dynamics adalah perwujudan gambaran tentang    tentara masa depan. Seragam ini akan dilengkapi dengan kemampuan memonitor detak    jantung dan laju pernafasan. Tidak ketinggalan juga, ada helm yang dapat menangkap    rekaman video secara real-time dari beberapa drone.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angkatan Bersenjata Amerika Serikat mengharapkan agar rancangan seragam perang    ini selesai dibuat pada tahun 2006. Unit pertamanya diharapkan bisa dicoba pada    tahun 2010 nanti. Harga masing-masing seragam diperkirakan berkisar dari US$10.000    sampai US$ 30.000.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembuatan seragam baru ini merupakan bagian dari usaha untuk memodernisasi    angkatan bersenjata, untuk bertempur di medan tempur digital dimana para tentara,    tank, dan drone dihubungkan pada suatu jaringan umum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentara akan menggunakan baju dalaman yang dihubungkan dengan sensor-sensor    tubuh dan dapat menerima video dari drone untuk melacak gerakan musuh. "Proses    transformasi angkatan bersenjata ini merupakan usaha penting untuk mewujudkan    jaringan yang menghubungkan tentara dengan sistem persenjataan, kendaraan, dan    pesawat udara, untuk mewujudkan tim tempur yang kohesif dan terintegrasi yang    memiliki kekuatan dalam aksi tempurnya," kata Letnan Jenderal John Riggs,    yang mengetuai usaha modernisasi angkatan bersenjata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang tentara menjelaskan bahwa pada seragam perang ini, helm memiliki fungsi    tambahan. Tidak hanya untuk melindungi, helm ini dilengkapi sebuah kamera, antena    GPS (Global Positioning System), dan mikropon dan alat penerima. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Program ini akan memungkinkan tentara untuk melakukan pengawasan pada    ancaman-ancaman tak terduga ," ujar MR Scott Myers, wakil presiden unti    Eagle Enterprise dari General Dynamics.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program ini juga akan mengurangi 50 persen (22,5 kg) beban persenjataan yang    harus dibawa oleh para tentara. Sebuah kendaraan bernama 'mule' berfungsi sebagai    pembawa bahan makanan dan amunisi, ungkap Dutch DeGay, teknisi untuk program    seragam berkabel ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, program ini memunculkan pertanyaan tentang operabilitasnya di medan    tempur. Dan kekhawatiran muncul dari kalangan industri, kalau-kalau teknologi    canggih ini membahayakan pasukan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="font-weight: bold;"&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;"Berkirim Email Secara Menyenangkan"   &lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Manfaat email sejak ditemukannya internet sungguh-sungguh luar biasa. Kita bisa menghemat waktu, tenaga dan uang untuk bertukar informasi dengan rekan-rekan kita di bagian belahan dunia yang tidak bisa terjamah dengan mudah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahkan dengan surat elektronik ini kita bisa menggaet teman baru sebanyak-banyaknya, karena di internet kita bisa dengan mudah menemukan profile-profile baru yang kita kehendaki. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagi yang sudah bertahun-tahun �mengabdikan� diri menghadapi layar monitor menatap dunia maya, pasti tidak heran kalau dia sering menerima email-email, yang berguna dan yang tidak berguna. Yang tidak berguna contohnya email iklan, bom email, email virus, email fishing (pemancing) dll. Malah terkadang kita menerima email dari orang yang kita kenal secara bertubi-tubi, padahal yang bersangkutan belum tentu mengirim email itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membicarakan tentang seluk beluk manfaat dan madlarat email dan macam-macamnya, baik kita bicara mulai dari dasar dulu, bagaimana berkirim email secara menyenangkan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seperti berikirim surat lewat pos, berkirim email juga punya etika. Berikut TOP TEN etiket dalam berkirim email :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hindari spam, bombing. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Spamming adalah pengiriman email secara berulang-ulang dengan topik berbeda atau sama. Orang yang menerima spam ini akan jengkel, karena bisanya isinya menawarkan informasi, produk atau jasa yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sedang email bomb adalah pengiriman email dengan subject sama secara bertubi-tubi dengan maksud mailbox penerima cepat penuh. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Termasuk spamming adalah mengirim email terlalu sering, kecuali diminta. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kenapa? Karena orang yang dikirimi email akan merasa jenuh. Memang kita kadang menyangka kalau orang yang kita kirimi email akan selalu merasa senang. Padahal belum tentu. Apalagi kalau isi emailnya itu-itu saja. Supaya tidak membosankan, kirimlah email lagi kalau anda sudah mendapat balasan. Tapi jangan juga terlalu lama tidak mengirim email. Teman anda bisa lupa. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;2. Jangan memforward email tanpa diedit. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seringkali kita punya berita bagus yang perlu kita teruskan/forward ke orang lain. Kalau setting si penerima masih manual, pesan yang diforward itu setiap line akan dihiasi oleh tag seperti ini: &gt; . Usahakan tag-tag ini dibuang dulu biar email kelihatan rapi. Kalau anda orang pertama yg memforward, baru satu tag saja setiap barisnya. Tapi kalau anda yang ke 2, 3, 4 dst, maka tagnya terus bertambah. Email jadi tidak menyenangkan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam memforward ini, rule #1 juga harus digunakan yaitu, jangan terlalu sering. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3. Ganti judul email bila perlu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Biasanya ini musti dilakukan dalam sebuah forum atau mailing list. Saking asyiknya balas-balasan, topiknya jadi bergeser. Kalau subject pembicaraan sudah bergeser, gantilah subjeknya. Tentu ini ada alasanya, selain tidak membingungkan peserta lain, pencarian/pelacakan file-file topik diskusi yang sudah lewat jadi mudah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;4. Body reply jangan dikirim semua. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lama-lama email yang kita reply akan tertambah sizenya. Hal ini terjadi karena tiap kali kita membalas email, seluruh email yang akan kita balas kita kirimkan lagi. Untuk menghindarinya, hapuslah sebagian body email yang akan kita reply. Sisakan kalimat-kalimat yang perlu kita jawab saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan tanggapi email �TBC�. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Anda mungkin pernah menerima email yang menyuruh anda untuk meneruskannya ke sejumlah orang, supaya bernasib baik. Kalau tidak diteruskan ke sekian orang, maka anda akan ketimpa sial. Email semacam ini jangan ditanggapi. Ini namanya email TBC (takhayul, bid'ah dan khurafat). Teruskan saja ke tong sampah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;6. Jaga account orang lain. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalau anda mereply atau berkirim email, jangan sertakan email-email yang tidak anda kenal atau anda kenal dalam heading �To� nya. Kalau itu anda lakukan, sama saja anda memaksakan anak gadis anda berkenalan dengan lelaki yang bukan muhrimnya. Akibatnya accaount email-email orang yang muncul di email orang lain, bisa tersebar luas, dibajak, dan dispam. Kalau terpaksa mengirim email ke puluhan atau ratusan orang, gunakan header BCC (blind carbon copy), supaya alamat-alamat email yg banyak itu tidak muncul di halaman muka penerima email anda. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Hindari Full Caps Lock / huruf besar semua. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Supaya menarik perhatian pembaca, kadang kita menggunakan huruf besar alias capital word, yang di keyboard disebut caps lock. Menggunakan huruf besar secara full, akan mendapat image, bahwa anda sedang marah dan tidak tahu etika. Tampilan email pun jadi tidak menarik kalau penulisannya menggunakan huruf besar semua. Gunakan caps bila mana PERLU saja. Kalau tidak PERLU tidak perlu DIGUNAKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hindari kalimat singkat dalam mereply. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Misalkan teman anda panjang lebar menulis email, bercerita tentang keindahan alam Mesopotamia . Lalu anda membalasnya dengan kalimat singkat, �oh ya?� atau �enak ya�, �benarkah� dan semacamnya. Kalau belum punya konsep, mendingan tidak usah mereply emailnya. Sebab kalimat ungkapan begitu cuma bikin gregetan dan hanya pantas diketik di chating saja. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;9. Cek ulang sebelum di �send�. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Setelah email rapi ditulis, luangkan waktu untuk mengecek ulang ejaan, susunan kalimat dan kalau perlu tata bahasanya. Sebab sekali tombol �send� kita klik, tidak bisa dicancel atau dibatalkan. Semuanya langsung terkirim ke recipient dalam hitungan detik. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;10. Bersabarlah menerima balasan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalau sudah dikirim, sabarlah menanti balasannya. Sebab tidak semua orang punya akses yang mudah untuk berinternet ria. Tidak semua orang punya waktu luang membaca email-email anda. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sambil menanti balasan, bagaimana kalau anda menyebar-luaskan email ini ke teman-teman anda? Barangsiapa memforward email ini maka hidupnya akan beruntung. He he he, bukan TBC lho. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="font-weight: bold;"&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;"Friendster, Pesona Baru Dunia Online"    &lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr style="font-weight: bold;"&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                  &lt;p align="justify"&gt;Nyaris tanpa promosi, tapi hanya dalam tempo setahun mampu membangun komunitas online yang sukses dan menarik sembilan juta anggota. Mimpi? Tidak. Friendster.com telah membuktikan, tanpa gegap gempita iklan, hanya mengandalkan jaringan anggotanya, mampu menjadi fenomena Internet tahun ini sehingga jadi incaran para pemodal kelas kakap.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Hebatnya, meski masih dalam versi beta, Friendster telah meraup dana US$ 13 juta atau sekitar Rp 130 miliar dari modal ventura dan pemain Internet kelas berat seperti mantan CEO Yahoo! Tim Koogle, mantan CEO Paypal Peter Thiel, serta mantan VP Amzon.com Ram Shriram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Friendster baru diperkenalkan tahun lalu dapat menjadi begitu fenomenal? Jawabannya sederhana: karena menawarkan arsitektur baru berkomunikasi yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata. Ketika kita bertemu seorang teman, misalnya, kita hanya melihat sosok dia semata. Kita nyaris tak pernah membayangkan, bahkan tidak tahu, siapa saja teman sang teman kita. Mustahil pula kita memetakan siapa teman dari teman sang teman kita itu. Friendster mampu membuka tabir keterkaitan yang amat rumit di dunia nyata menjadi sederhana namun menarik di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna Friendster memahami betul betapa hal yang nyaris mustahil itu bisa terwujud di sana. Ketika pertama kali mendaftar menjadi anggota Friendster, Anda dipersilahkan membuat halaman web personal, dengan mengisi data-data pribadi dengan foto-foto diri. Selain nama, informasi yang dapat diisi adalah asal sekolah, tempat kerja, buku dan film favorit. Dengan mengisi info yang benar, Anda akan dengan mudah menemukan teman yang punya hobi sama, pernah kerja di tempat yang sama, atau dari sekolah yang sama. Saya misalnya, memasukkan Karl May sebagai pengarang idola, dengan amat mudah menemukan pecinta pengarang buku Winnetou itu. Betapa kagetnya saya ketika mendapatkan teman lama yang tak saya sangka sedikitpun sebagai pembaca setia serial petualangan Winnetou dan Old Shutterhand. Mudah ditebak, saya jadi punya teman diskusi petualangan dua sahabat itu di Amerika dan Balkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Anda ikut Friendster juga wajib diisi, apakah mencari teman kencan, sekadar menolong orang lain, atau sekadar berteman (activity partner). Status juga perlu dinyatakan (sudah punya pasangan atau dalam pencarian pasangan). Informasi lain yang dapat diisi dalam data personal adalah "siapakah sesungguhnya Anda (menurut deskripsi Anda sendiri)" serta "ingin bertemu orang seperti apa". Dengan membaca dua kolom ini saja Anda langsung harus paham apakah Anda bisa menjadi teman seseorang atau tidak. Jika anda lelaki dan menemukan anggota Friendster perempuan dengan informasi "Cowo dilarang masuk, tak usah add sebagai teman, pasti tidak ditanggapi", dan di daftar temannya hanya berisi sesama kaum Hawa, Anda harus mahfum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengundang orang lain dalam jaringan teman adalah fasilitas paling unik Friendster. Begitu orang yang Anda undang sebagai teman setuju, foto dan nama mereka akan tampil dalam halaman personal Anda. Hebatnya, Anda juga langsung terhubung pada teman-teman dari teman Anda tersebut. Begitu juga sebaliknya, teman baru Anda langsung terhubung ke teman-teman Anda. Danah Boyd, pengamat Friendster yang kini diakui sebagai guru "social network" oleh para programmer dan pemodal ventura dunia, mendeskripsikan Friendster secara tepat: "Friendster adalah sebuah wahana yang secara tegas menyatakan siapa saja teman anda, bagaimana profil mereka, dan mempersilahkan mereka untuk saling melihat melalui jalur Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, Anda yang memiliki hanya 18 teman di Friendster, bisa terhubung ke jaringan teman dari 18 teman Anda, dan tanpa sadar Anda terhubung ke lebih dari 15 ribu orang dalam sebuah jaringan teman dalam sekejap. Itu pun masih dilengkapi dengan berbagai fitur menarik lainnya untuk berkomunikasi. Ada pesan personal yang hanya bisa dikirim oleh teman dalam jaringan. Ada bulletin board yang berisi pesan-pesan yang dapat dibaca oleh semua teman dalam jaringan. Ada pula fasilitas testimonial, di mana teman-teman Anda dapat mengisi kesan-kesan mengenai Anda. Friendster benar-benar merupakan perpaduan luar biasa antara email, bulletin board, personal web serta "jaringan sosial".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona baru dunia maya inilah yang menyihir sebagian besar pengguna awal Friendster terhenyak di depan komputer, menghabiskan banyak waktu di dunia maya tersebut. Mereka keasyikan menelusuri jaringan teman, menemukan kejutan-kejutan baru dari teman-teman baru, mengundang teman-teman baru, memeriksa testimonial yang dikirim teman-teman lama, mengecek pesan baru, dan seterusnya. Tak mengherankan jika Friendster yang semula dirancang untuk ajang kencan online, kini berkembang jauh lebih luas dan hebat. Dalam sekejap anggotanya melesat menjadi 9 juta. Bukan hanya anak-anak muda yang tertarik menjadi anggotanya. Kalau kita search anggota yang usianya di atas 40, tidak sedikit nama yang muncul. Dengan fitur-fitur yang mudah digunakan pemakai internet pemula, Friendster memang tidak menghalangi siapapun antara usia 10 sampai 60 tahun untuk bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anggota yang mengatakan, "Friendster itu ibarat candu, sekali pakai ketagihan!" Komentar ini ditulis oleh pria berusia 34 tahun, dan sudah punya satu anak. Ia mengaku membuka Friendster setiap hari untuk melihat adakah kawan lama (dan baru) yang menemukannya, dan apakah kawan-kawan yang ia ajak bergabung sudah menanggapi emailnya dan masuk dalam lingkarannya temannya. Satu lagi anggota Friendster bercerita kalau ia tercengang-cengang mengetahui kawannya yang tampak alim, pendiam dan sering berkhotbah, ternyata penggemar Linkin' Park. "Ini hanya bisa saya ketahui lewat Friendster," komentarnya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu masih banyak kelemahan Friendster. Salah satunya adalah munculnya Fakester, istilah bagi mereka yang membuat profil palsu di Friendster dan membuat jaringan teman palsu. Kelemahan lain, siapa saja dapat membuat account di Friendster, sehingga ada account atas nama lembaga, termasuk Universitas Gadjah Mada dan Mailing List para pecinta marketing paling aktif di Indonesia, Marketing Club. Mana ada Universitas atau Mailing List punya teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kelemahan itu tidak mengurangi daya tarik Friendster. Bagi anggota, Friendster adalah wahana menarik. Bagi sang penemu, inilah wahana bisnis yang sungguh menggiurkan. Potensi pendapatannya sangat besar. Iklan online di Friendster saat ini memang belum banyak karena masih versi beta. Namun banyak calon pemasang iklan yang lebih tertarik memasang iklan di sebuah komunitas yang profil anggotanya jelas seperti Friendster. Apalagi jika iklannya dapat dipersonalisasi, dikirim ke target audience yang cocok dengan iklannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan kedua adalah dari keanggotaan. Saat ini memang masih gratis. Namun sudah ada kasak kusuk untuk mengutip biaya untuk layanan khusus Friendster versi finalnya dengan biaya US$ 9,95 atau Rp 99,5 ribu per bulan. Asumsikan 10% saja dari anggota yang sekarang rela merogoh koceknya, maka pendapatan tahunan Friendster sekitar US$ 107,46 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggiurkan memang. Tak heran jika nama-nama lain muncul menawarkan jasa sejenis Friendster, seperti Orkut dan Multiply. Orkut yang dibuat oleh salah satu orang Google bentuknya hampir mirip Friendster, sedangkan Multiply menyediakan mini website bagi tiap anggota yang lebih banyak fiturnya dibanding sekedar halaman anggota. Anggota Multiply mendapat halaman dengan alamat URL individu yang bisa diakses langsung tanpa harus masuk dari halaman kita seperti yang Anda perlu lakukan di Friendster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini lahir pula Spoke dan LinkedIn, yang lebih berorientasi pada komunitas bisnis. Sama seperti Friendster, kedua wahana baru ini berhasil merayu investor. Spoke mendapat suntikan modal US$ 20 juta sedangkan LinkedIn US$ 4,7 juta. Dunia Dotcom yang sempat tenggelam, kini bangkit lagi berkat Friendster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di &lt;a href="http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/swadigital/ebusiness/details.php?cid=2&amp;amp;id=89" target="_blank"&gt;Majalah SWA &lt;/a&gt;no 19/XX/16-29 September 2004&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="font-weight: bold;"&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;"Para Penipu di Internet"    &lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;img src="http://dudung.net/images/icons/star.gif" align="absmiddle" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Ini adalah kisah yang sungguh-sungguh terjadi di Jordania. Seorang lelaki, berchating dengan seorag gadis yang sudah ngebet mendapatkan suami. Keduanya berchating ria mencari kesesuaian. Dari hasil chating, keduanya ternyata menemukan kecocokan untuk menjalin api yang panas. Apalagi sang lelaki mengaku sebentar lagi akan bercerai-berai dengan istinya.  Lalu keduanya sepakat ketemu di suatu tempat, dengan ciri-ciri pakaian dll, seperti yang disepakati di chating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keduanya ketemu, sang lelaki malah ngamuk-ngamuk, dan sang wanita mencak-mencak. Kenapa? Karena keduanya sudah lama saling kenal. Bukan itu saja, sang lelaki ternyata adalah suami si "gadis", dan si gadis, tentu saja, istrinya si lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah sebagian kisah yang sempat terekam media massa. Banyak lagi kisah lain yang tidak tercatat. Bagi anda yang sudah lama malang-melintang di dunia internet pasti sudah sering menerima email yang bermacam-macam isinya, seperti menang lotre, dapat warisan, lowongan kerja, kartu kredit dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa "subject" peniupan yang sering beredar di internet:&lt;br /&gt;- Menang lotre&lt;br /&gt;- Dapat warisan&lt;br /&gt;- Kartu Kredit&lt;br /&gt;- Lowongan kerja&lt;br /&gt;- Mesin pembuat uang&lt;br /&gt;- File Finder (247, FMD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus-modus penipuan di atas juga beragam. Email yang mengabarkan anda menang lotre biasanya datang dari negri kincir angin, Belanda. Walaupun anda belum pernah beli 4D ala singapura atau Lotto atau sejenisnya, tiba-tiba anda dikirimi email yang menyuruh anda untuk mengklaim hadiah tsb. Nominal hadiahnya gak tanggung-tangung, bisa jutaan dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga personal email yang dikirim kepada anda, mengabarkan bahwa anda bisa dapat warisan jutaan dolar, kalau mau mengaku sebagai kerabat dari orang terkenal yang sudah wafat di daerah konflik, seperti negara-negara Afrika, menjanjikan imbalan sampai 50 persen. Malah sekarang bukan hanya para penipu dari Afrika yang mencatut nama-nama orang terkenal untuk menipu. Suha Arafat juga pernah kirim email ke saya, menceritakan "penderitaannya" di bawah tekanan Palestina, dan minta tolong saya membebaskan dirinya, dan jutaan dolar uangnya. Imbalannya, nanti saya dapat komisi yang tidak habis dimakan 70 turunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari "Suha Arafat" saya sendiri pernah beberapa kali "mengerjai" para penipu kreatif semacam itu. Beberapa kali saya dapat email dari sebuah negri di Afrika, yang secara mengharukan menceritakan bahwa keluarganya tewas dibantai musuh, atau tewas kecelakaan pesawat terbang. Sang penipu bilang bahwa dia perlu bantuan "ahli waris" orang asing untuk mencairkan kekayaan yang dimiliki si orang top tsb. Di email balasan saya pura-pura tertarik membantu dan mencantumkan alamat saya yang diminta, lengkap dengan no. HP saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar penipu nekat. Ternyata dia langsung menelpon saya dari negri yang jauhnya ribuan kilometer itu. Saya pun dengan senang hati bertanya-jawab dg makhluk hitam itu. Sampai lama. Entah berapa ratus dolar dia habiskan guna menelepon saya. Saya sengaja melama-lamain conversation, kan tujuan saya "ngerjain" si penipu itu. Biar bengkak tagihan teleponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti pembicaraan di telpon, dia minta secepat-cepatnya datang ke negrinya guna mengambil hak saya. Tentu saja, jarak yang jauh dan waktu, tak memungkinkan saya datang. Lalu dia tawarkan agar saya menghubungi notaris di negaranya sana, diberi kuasa mencairkan warisan saya. Saya setuju, tapi saya minta waktu 2-3 minggu. Mr. Columbus, demikian si penipu mengaku, keberatan karena terlalu lama. "Well, no option," kata saya membela. Dia mafhum dan wanti-wanti (alert me) untuk tidak memberi tahu orang lain tentang deal-deal kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaib, 3 minggu kemudian ternyata tawarannya masih berlaku, walaupun dia bilang buru-buru. Tapi dengan berbagai exuze, alasan, saya mengatakan duit belum terkumpul. Akhirnya tuntutannya mengendor. Dia minta berapa saja uang yang saya punya segera dikirimkan. Urgent, katanya. Mungkin sudah terlanjur habis ratusan dolar. Itung-itung balik modal, pikirnya. Saya pun setuju, akhirnya saya kirimi dia uang 5 dolar bergambar Osama bin Laden. Supaya cepat saya kirim lewat email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum terdengar lagi kabar Mr. Columbus tsb, sampai sekarang, entah masih hidup atau kena serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan percaya juga kalau anda mendapat email yang menawarkan kartu kredit. Melalui emailnya yang meyakinkan, dia mengatakan bahwa kartu kredit yang dia jual bisa menarik uang tunai sejuta sehari dari ATM bank tertentu. Harganya pun sangat murah, antara 250 ribu sampai 1juta. Dengan alasan keamanan, supaya pihak bank tidak bisa melacak kartu kreditnya, dia menyebar luaskan kartu itu dengan cara menjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan percaya itu sebab, sampai sekarang belum ada teknologi yang bisa menjiplak kartu kredit seseorang lengkap dengan chip dan passwordnya. Apalagi kalau yang menjual menggunakan mediasi internet. 200 persen jangan percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda sudah lama menganggur, dan sudah melamar ke sana ke mari, tapi belum menampakkan hasil, coba cari lowongan di internet. Banyak sekali lowongan yang ditawarkan di internet. Tapi ingat, seperti juga di dunia nyata, di internet juga beredar calo-calo pencari mangsa. Mereka menawarkan kerja fantastis bergaji ribuan dollar. Tentu saja dengan syarat, anda harus mengirimkan sekedar "uang kopi" yang lumayan jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga penipuan yang sebenarnya bukan penipuan, seperti program "sharing file" antar computer. Program ini dipelopori oleh 247 dan FMD. Situs ini menawarkan suatu aplikasi bernama File Finder, di mana dengan aplikasi ini kita bisa mendownload / mengcopy ribuan, bahkn jutaan file, misal file movie (film), MP3 (music) dan program-program yang sulit didapat di pasaran. Tentu saja untuk mendapatkan aplikasi file finder, anda harus membayar, lewat kartu kredit, tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu anda telah membayar, dan menginstal file finder, anda tak akan menemukan satu judul filem pun! Absudrdnya, si pembuat file menyediakan trouble shooting yang sangat panjang lebar. Tapi ujung-ujungnya, anda tetap tak bisa memakai File Finder tsb. Kenapa? Karena program ini cara kerjanya sama saja "mencuri" file orang lain. Pertama dia mengendus (sniffing), lalu harus mengenal IP address orang, dan menyetujui sang pemilik IP mengijinkan filenya disharing. Mau curi file, tapi minta ijin dulu, biar gak dituntut. Itulah amerika. Pokoknya very-very complicated dah! Coba, ada nggak yang mau bagi-bagi file di sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program semacam ini sepintas bukan penipuan, tapi setelah kita masuk, kita makin terjebak dalam jurang tak berdasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah modus operandi para penipu di internet, yang menawarkan warisan, menang lotre, dll. Mereka tak putus asa mengirim email bahkan menelepon, supaya terlihat meyakinkan. Tapi ciri-cirinya jelas, ujung-ujungnya minta dana agar kita bayar notaris fiktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan bahwa suatu produk di internet bukan penipuan, pastikan situs itu mempunyai alamat yang jelas di dunia nyata, bukan cuma di www. Pastikan pula ada nomor telp yang bisa dihubungi. Kalau perlu selidiki dulu kepastian usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, Internet adalah makhluk liar yang lahir dari ilusi-ilusi otak manusia. Dia bermutasi dan berkembang biak sesukanya, ke mana dia mau, dan tak ada yang sanggup mengendalikan atau mengontrol, sekalipun FBI atau CIA. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3149325716387624368?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3149325716387624368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3149325716387624368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3149325716387624368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3149325716387624368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2007/11/teknologi-informasi.html' title='TEKNOLOGI INFORMASI'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2892045821282732737.post-3580730880806758084</id><published>2007-11-06T18:45:00.000-08:00</published><updated>2007-11-06T18:51:55.326-08:00</updated><title type='text'>"BERPACU MELAWAN WAKTU"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Berpacu Melawan Waktu&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin soal waktu sebenarnya udah sering banget dibahas ya? Sebab, setiap dari diri kita masing-masing pasti udah punya sistem management sendiri dalam mengatur kebiasaan hidup kita. Jadi sebenarnya kalo mau disamakan modelnya agak susah. Tapi yang terpenting dalam mengatur waktu adalah pastikan sesuai dengan tujuan dan tak ada waktu yang disia-siakan begitu saja. Sebab, waktu ini akan terus berjalan. Sang waktu nggak perlu minta ijin sama kita yang lagi bengong, main gaple, main gim, ngobrol nggak jelas, dan aktivitas miskin manfaat lainnya atau malah yang maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu bakalan terus berlari meninggalkan kita yang aktif maupun yang nggak pernah bergerak sedikit pun. Sering tak terasa, waktu seminggu sangat cepat, itu kita tahu setelah kita melewatinya. Bagi kita yang melewatinya dengan banyak amal baik insya Allah menjadi tabungan pahala kita kelak. Tapi bagi kita yang melewati hari demi hari dalam seminggu itu hanya dengan bengong dan bertopang dagu saja, rasa-rasanya sangat rugi, apalagi kalo melakukan maksiat, ruginya berlipat-lipat.&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam al-Quran:&lt;br /&gt;وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإِْنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ&lt;br /&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-‘Ashr [103]: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tak akan kembali&lt;br /&gt;Masih ingat nggak lagunya Raihan yang terinspirasi dari hadis Rasulullah saw. tentang waktu? Yup, gini nih penggalan syairnya: “Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita tak akan menyesal/Masa usia kita jangan disiakan, kerana ia tak ‘kan kembali/Ingat lima perkara sebelum lima perkara/sehat sebelum sakit/muda sebelum tua/kaya sebelum miskin/lapang sebelum sempit/hidup sebelum mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, benar banget. Waktu punya karakter nggak bisa dikembalikan. Terus aja berlalu nggak peduli sama kita. Apa pernah kepikiran kita ingin meng-UNDO seperti pada program komputer? Waktu nggak bisa dikembalikan seperti ketika kita main internet dengan cara mengklik tombol BACK agar bisa mengulangi mengeksekusi sebuah situs web misalnya. Nggak. Waktu itu boleh dibilang hanya sekali jadi. Itu sebabnya, tugas kitalah yang kudu pandai memilih dan memilah dalam memanfaatkan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang waktu adalah semacam ukuran yang kita sepakati bersama. 1 detik, 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 1 windu, 1 dasawarsa, 1 abad, dan seterusnya. Itu adalah ukuran-ukuran untuk memudahkan kita mengerjakan segala urusan kita. Adanya batasan waktu adalah agar kita mau mengaturnya dengan baik. Percuma banget kan kalo kita udah dikasih jadwal, udah sepakat dengan waktu yang dibuat, ternyata kita melanggar sendiri kesepakatan tersebut dengan tidak mentaatinya sesuai urutan waktu dan target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo bicara untung-rugi, tentu bagi kita yang nggak bisa memenuhi semua aturan itu akan rugi karena bisa jadi malah nggak melakukan apa-apa selama waktu yang sudah ditentukan kecuali melakukan kesia-siaan saja yang memang bukan sesuatu yang seharusnya dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada saat inilah kita udah kehilangan banyak waktu. Tentu saja waktu tak akan pernah balik lagi ngasih kesempatan buat kita untuk melakukan yang telah kita tinggalkan tersebut. Yang bisa dilakukan kita paling banter adalah memperbaiki pada kesempatan berikutnya. Tapi tetap tidak mengubah kondisi balik ke belakang. Karena yang terjadi adalah kita memperbaiki pada waktu yang lain dan selama itu pula kita udah kehilangan banyak kesempatan. Aduh, nggak banget deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak percaya? Bayangannya gini nih. Bagi kita yang nggak naik kelas tahun ini karena malas belajar, maka itu kondisi saat ini yang nggak bisa berubah. Tetep nggak naik kelas. Status kita tetap tinggal di kelas sementara teman yang lain udah di kelas berikutnya. Padahal itu terjadi dalam satu waktu, yakni pada kesempatan yang sama. Ya, sekarang ini. Kita insya Allah bisa naik kelas tapi itu terjadi nanti pada tahun depan. Beda kan? Jadi jangan main-main dengan waktu ya. Waktu nggak bakalan kembali lagi. Sekali jadi. So, jangan sampe kita merugikan diri kita sendiri gara-gara nggak bisa memanfaatkan waktu. Sumpah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guys, seringkali kita merasa bahwa waktu begitu cepat berlalu. Kayaknya singkat banget. Apa karena kita saking asyiknya menikmati hidup? Hmm.. bisa jadi itu emang faktor perasaan kita. Karena terlalu nikmat hidup di dunia. Tapi ingat juga lho, bahwa ada juga di antara teman kita yang sangat boleh jadi waktu berjalan sangat lambat. Misalnya, bagi orang yang berada di penjara, yang aktivitasnya nggak banyak dan muter di situ terus, waktu terasa berjalan lambat kayak keong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang berjalan terasa cepat selain menunjukkan betapa nikmatnya hidup di dunia, juga menunjukkan bahwa kita semangat menjalani hidup. Banyak kegiatan kita lakukan, banyak janji kita buat, banyak prestasi yang terus kita raih, sehingga tak ada waktu untuk melamun ngeliatin jam berputar. Karena justru kita seolah sedang berlari melangkahi hari-hari berpacu dengan putaran jarum jam atau hentakan detik penanda waktu digital. Barangkali ini yang membuat kita merasakan waktu berlalu begitu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmahnya, jangan sia-siakan waktu yang terus berjalan cepat ini dengan kegiatan yang miskin manfaat, atau malah bertabur maksiat. Kita nggak bisa balik lagi ke waktu tersebut. Yang bisa adalah memperbaiki dan itu butuh waktu lagi. Sementara mereka yang taat mengatur waktu dengan baik, akan menuai hasil yang bagus pada waktu yang sama dengan yang kita gunakan untuk kegiatan percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, karakter waktu yang cukup unik lainnya adalah bahwa waktu geraknya berbanding lurus. Semakin banyak waktu yang disediakan untuk hidup kita, maka sebanyak itu pula waktu yang diberikan. Itu sebabnya, setiap orang yang berbeda usia nggak bisa balapan soal umur. Jatahnya udah jelas dan dikasih sama. Tapi tetap sesuai start saat memulai hidup di dunia. Nah, karena nggak bisa balapan soal umur, pernah ada anekdot ketika seorang pemuda yang hendak menikahi seorang gadis pujaannya yang berusia lebih muda 3 tahun darinya. Tapi ayah si gadis nggak setuju lalu memberi alasan: “Boleh kamu menikah dengan anak saya, tapi nanti saat umur kamu dan anak saya sama”. Gubrak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, waktu terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia kita. Itu sebabnya, kita nggak bisa minta ijin, misalnya mo cuti dulu dari bertambahnya usia ketika kita lagi tidur atau ngobrol dan main gim. Usia kita dari detik ke detik terus bertambah. Meskipun kita lagi nggak beraktivitas. Itu sebabnya, jangan mentang-mentang masih muda terus kita merasa masih banyak waktu untuk nanti. Sehingga merasa waktu tersebut harus kita habiskan untuk aktivitas yang kita sukai dan senangi saat ini namun dalam pandangan Islam miskin manfaat. Itu artinya kita menghamburkan kesempatan yang diberikan hanya untuk hal-hal yang remeh-temeh, gitu. Nggak banget deh. Sebab, seharusnya yang kita upayakan dalam setiap detik itu harus bernilai ibadah di hadapan Allah Swt. Setuju kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan waktu&lt;br /&gt;Waktu itu sebenarnya nggak bisa dijinakkan. Kalo kuda liar kita latih jadi baik insya Allah bisa. Tapi soal waktu, kita berbuat baik atau nggak, tetap aja jalan. Nggak peduli sama kita dan lurus-lurus saja. Nah, mungkin yang diperlukan itu adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Pertama, biasakan kita membuat agenda harian. Diurut prioritasnya dari yang sangat penting, kemudian penting, dan biasa. Misalnya sekolah/kuliah tentu menjadi prioritas utama, kemudian ke warnet, barangkali dianggap penting karena misalnya mencari bahan untuk tukul alias tugas kuliah, kemudian yang terkategori biasa misalnya pergi main ke rumah teman. Nah, utamakan yang sangat penting terlebih dahulu baru kemudian yang terakhir yang terkategori biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita harus komitmen dengan apa yang udah kita buatkan jadwalnya. Karena kebiasaan banyak dari kita adalah menulis semua agenda, tapi nggak dikerjakan. Akhirnya malah keleleran. Ketiga, buat target. Ini penting. Apalagi jika yang akan dilakukan adalah “proyek besar” untuk masa depan kita. Jadi harus dibuat batasan waktunya, sehingga rencana yang sudah dibuat itu akan direalisasikan sesuai urutan waktu dan ukuran tahapan tingkat pencapaiannya. Jangan lupa, pastikan selalu ada evaluasi, agar dari waktu ke waktu lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana kalo kita lagi malas ngapa-ngapain, apa malas bisa dikategorkan sebagai pembunuh kesempatan? Hmm… rasa malas itu saya pikir manusiawi kali ya. Soalnya semua orang kayaknya pasti pernah merasakan malas. Itu sebabnya, Rasulullah saw. juga mengajarkan doa agar kita meminta kepada Allah Swt. untuk dihilangkan dari penyakit malas. Maka, kalo pun rasa malas itu mendera kita, pastikan kita bisa mengendalikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya? Jangan terlena dan jangan mengampuni diri sendiri bahwa rasa malasnya itu adalah manusiawi. Nggak gitu. Tapi cari akibatnya, mungkin malas karena capek, maka kita bisa atur waktu dan kegiatan lainnya supaya nggak kecapekan. Ketika malas ngapa-ngapain dan akhirnya malah main gim dengan tujuan untuk refreshing silakan saja. Tapi jangan keterusan. Ingat waktu terus berjalan meninggalkan kita. Kalo udah hilang penat dan stresnya segera berhenti main gim. Setelah itu, ya kembali kepada pekerjaan yang harus diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, sekadar berbagi aja, kebiasaan saya dalam mengatur dan memanfaatkan waktu sejujurnya memang masih banyak kekurangannya. Tapi setidaknya saya berusaha menekan diri sendiri untuk terus komitmen pada setiap kegiatan yang waktunya sudah dialokasikan. Jadi saya biasanya membuat jadwal yang saya tulis di buku agenda, di ponsel saya, di organizer program komputer, atau di kertas styrofoam yang ditempel di dinding. Agenda harian, mingguan atau bulanan. Baik yang rutin maupun yang tertentu pas ada momen spesial aja. Untuk kegiatan menulis buku, saya biasanya pake target, sehingga ada alat ukur tingkat pencapaiannya. Itu aja sih yang biasa saya lakukan. Mungkin bisa menjadi inspirasi teman-teman yang sempat baca artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, di dunia ini kita berpacu dengan waktu, maka tingkatkan kualitas perbuatan kita, syukur-syukur bisa lebih banyak kita lakukan. Tentu perbuatan yang benar dan baik sesuai tuntunan Allah dan RasulNya. Untuk apa? Ya, untuk masa depan kita di dunia dan di akhirat. Insya Allah. Sebab, jangan sampe umur kita habis, tapi kita banyak maksiatnya. Kematian itu nggak bisa kita ketahui kapan datangnya. Jadi, harap diingat, Malaikat Izrail nggak bakal kirim “pesan kematian” kepada kita melalui SMS dengan bunyi: “Maaf, masa aktif hidup Anda akan segera habis. Sudah terlalu banyak dosa Anda di buku catatan akhirat. Sehingga saldo iman berkurang. Segera isi ulang iman Anda sebelum nyawa Anda diblokir.” Hehehe.. kalo dikasih tahu gitu sih enak dong.&lt;br /&gt;Yuk, mumpung masih diberikan waktu, kita manfaatkan untuk beramal baik. Kita sama-sama berusaha menjadi yang terbaik di hadapan Allah Swt. Keep istiqamah dan tetap semangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2892045821282732737-3580730880806758084?l=nashihinsalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/feeds/3580730880806758084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2892045821282732737&amp;postID=3580730880806758084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3580730880806758084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2892045821282732737/posts/default/3580730880806758084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nashihinsalam.blogspot.com/2007/11/berpacu-melawan-waktu.html' title='&quot;BERPACU MELAWAN WAKTU&quot;'/><author><name>Muhammad Nasikin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-O3NnL3y9DEg/TaRiLed0sVI/AAAAAAAAAVQ/GoSLMCiNzaY/s220/mobil%2Bnissan%2Bfoto%2Bfb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
